Preah Khan di Preah Vihear


Dari komplek candi sambor Prei Kuk kami melanjutkan perjalanan kali ini tempat yang kami kunjungi juga merupakan komplek candi besar di Cambodia bernama preah Khan.kadang kita bingung ada 2 komplek candi bernama sama Preah Khan untuk membedakannya ada Preah Khan di komplek candi Angkor Wat yang berada di provinsi Siam Reap dan satunya lagi Preah Khan yang ada di Provinsi Preah Vihear.
kami membutuhkan waktu sekitar 2 jam lebih dengan berkendara dari sambor prei kuk untuk sampai di preah khan.saat kami tiba disana.reruntuhan candi dari batu menyambut kami.candi ini berada di rerimbunan pohon dan banyak bagian candi yang telah runtuh.dari pengamatan kami candi ini jarang dikunjungi terlihat dari tingginya rumput disekitar candi.
hal yang membedakan candi di Preah Khan di Preah Vihear dengan candi Di sambor Prei Kuk adalah bila candi di Sambor Prei Kuk terbuat dari batu bata merah maka candi di Preah Khan terbuat dari batu.dari segi bangunan candi di Sambor Prei Kuk umumnya bangunan tunggal sedang di Preah Khan adalah komplek candi besar.selain itu di bagian atas candi di Preah Khan terdapat patung wajah di keempat sisinya.mengenai siapakah wajah patung ini ada yang menyatakan itu merupakan wajah sang Buddha namun juga ada yang menyatakan itu merupakan wajah dari sang Raja yang berkuasa saat itu.nantinya saat kami mengunjungi Angkor Wat kami juga menemukan patung wajah yang sama seperti yang kami temukan di Preah Khan di Preah Vihear.

DSC_5359 pReah Khan di Preah Vihear
kami memasuki bagaian dalam candi melewati pintu gerbang candi cukup lama juga kami mengambil foto candi ini dari beberapa sudut.terutama patung wajah yang menjadi ciri khas candi ini.keluar dari candi ini kami tiba di tanah lapang disini terdapat sebuah jembatan yang berdiri diatas sebuah sungai yang telah susut airnya.jembatan itu telah runtuh kebawah.pendapat kami jembatan ini sangat special karena jembatan ini bukanlah jembatan biasa.jembatan ini terbuat dari batu yang diukir dengan sangat indah.di dinding jembatan ini terukir lukisan hewan bersayap dan hewan lainnya seperti naga.ukiran sulur bunga juga nampak di dinding batu ini.jembatan batu ini cukup panjang.dan tentunya jembatan batu ini selama ratusan tahun telah menjadi saksi sejarah berdiri,kejayaan dimana tempat ini ramai dengan penduduk dan masa saat tempat ini ditinggalkan hingga akhirnya terlupakan hingga akhirnya ditemukan kembali dan menjadi obyek pariwisata.

DSC_5332
Ratusan tahun yang lalu di atas jembatan batu inilah Raja Jayavarman VII memimpin pasukannya bergerak ke Angkor wat yang saat itu.dikuasai bangsa cham.setelah melalui pertempuran yang sengit Raja jayavarman VII akhirnya bisa mengalahkan bangsa Cham saat kami mengunjungi Candi Bayon Dan Banteay Chmar beberapa hari kemudian kami menyaksikan cerita pertempuran Bangsa Khmer melawan Bangsa Cham yang diukir di dinding tembok candi.Setelah Angkor Wat berhasil kembali dikuasai.raja Jayavarman VII memindahkan pusat kekuasaan kembali ke Angkor dan membangun banyak bangunan dari candi,Rumah sakit dan monument lainnya.
Lewat Jembatan batu ini kami menemukan komplek candi yang lebih besar dan lebih tinggi dari candi yang pertama kami temui didepan.candi ini memiliki 3 menara dengan wajah ada di samping kiri,tengah dan kanan.sayangnya wajah yang ada di Menara candi ini sudah tidak jelas akibat pengaruh alam.didalam candi terdapat ruang-ruang yang saling berhubungan.di bagian atas pintu kami menemukan hiasan dan relief daun bersulur.kemungkinan bangunan ini bagian luar dari komplek bangunan lain yang lebih besar
dikarenakan saat kami berjalan semakin kedalam kami menemukan bangunan memanjang.bangunan ini memiliki jendela –jendela besar.bangunan ini menarik selain memiliki banyak ruang yang bisa difungsikan sebagai tempat tinggal di sisi luarnya kami melihat ada 3 buah patung dewi.bagian atas bangunan ini juga memiliki ukiran yang nampak seperti makhluk bersayap.
di sekitar kawasan ini kami juga menemukan patung singa namun tanpa kepala dan bagian dari kaki sebuah patung.kami mengelilingi komplek candi ini ada sekitar hamper 2 jam.semakin kami kedalam semakin banyak bangunan candi yang kami temui namun kondisinya tidak sebaik yang ada didepan.sama dengan candi di depan di badan cacandi disini juga ada ukiran dewi dan ukiran lainnya.bagian tembok kota juga sempat kami lihat dimana akar akar pohon telah melilit bagian tembok.beberapa candi juga kami lihat dililit akar dan batang pohon.balok balok batu yang dulu berfungsi sebagai jalan penghubung juga nampak berserakkan.sebelum kami keluar dari komplek candi ini kami sempat menfoto patung gajah yang diikat kain putih diatas tembok dan patung burung garuda yang berdiri atas naga berkepala banyak.patung gajah yang menjadi bagian dari tembok kota juag kami temui di akhir perjalanan.
Karena hari sudah sore pukul 15.20 saat itu kami memutuskan untuk meninggalkan Preah Khan dan kembali ke kota untuk menginap sekitar pukul 17.00 kami tiba di penginapan dan esok harinya kami melanjutkan perjalanan ke komplek candi Preah Vihear yang berbatasan dengan wilayah Thailand .

Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG TravellerFoto-foto travellingnya bisa dilihat di
instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21

 

Advertisements

Kisah Dari sambor Prei Kuk


Irfan mengunjungi Sambor Prei Kuk 11 Nov 2013 setelah hingga sore tanggal 10 November 2013 kami berada di Kota Phnompenh akhirnya bersama driver dan guide kami Mr,.Samvat kami menuju Kota Kompong Thom yang merupakan ibukota provinsi kompong Thom.jarak dari kota Phnompenh ke Kota Kompiong Thom sangat jauh.kami meninggalkan kota phnompenh pukul 16.00 dan setelah menempuh perjalananan 3,5 jam akhirnya kami tiba di kota Kompong Thom yang merupakan ibukota dari provinsi kompong Thom.malam ini kami menginap di salah satu penginapan yang ada disana.
Pagi harinya kami meninggalkan pennginapan dan sekitar pukul 9.00 pagi tiba di komplek candi Sambor Prei Kuk.setelah membeli tiket dan ijin kepada penjaga kamipun memulai menjelajahi komplek candi ini.
bangunan yang pertama kali jumpai adalah sebuh candi kecil berbentuk kubus terbuat dari batu bata di bagian atap candi terdapat patung dewa berukuran kecil yang sudah tidak jelas lagi bentuknya.kami menemukan beberapa candi lainnya yang bentuknya seperti ini.dalam jarak yang berdekatan.
DSC_5051 Sambor Prei Kuk
Ada 1 candi yang menarik perhatian kami dan di candi ini kami menghabiskan waktu cukup lama sebuah candi kecil yang sekeliling tubuhnya dililit akar pohon besar.hampir seluruh bagian tubuh candi ini dililit akar pohon sehinga nampaknya candi ini muncul dari dalam pohon.tidak banyak informasi yang kami dapat dari candi ini.apalagi pintu candi juga tertutup oleh akar pohon.dibantu petugas kami mengambil beberapa foto selfie disini.dari seluruh candi yang ada di Sambor Prei Kuk candi inilah yang paling menarik secara fotografi.
candi-candi lainnya juga tidak kalah menarik kami melihat candi lainnya yang bagian tubuhnya ditumbuhi tanaman .candi candi ini ada yang masih utuh ada juga yang bagian atap nya hilang.atau bagian tengah candi hilang menyisakan sisi kiri dan kanan candi.
Di bagian lain dari komplek candi ini kami juga menemukan lingga dan yoni yang berserakan di depan candi.menurut penjaga komplek yang menemani kami saat Perang Indochina di tahun 1970 an Militer USA membombardir wilayah Sambor Prei Kuk melalui pesawat pembom dari udara.hal ini dilakukan karena gerilyawan Khmer Merah menggunakan Sambor Prei Kuk sebagai basis perlawanan terhadap Pemerintahan Presiden Lon Nol yang didukung USA .akibat hal itu dapat kita lihat hingga hari ini berupa lubang besar akibat bom di sekitar candi.dan bekas peluru di tubuh candi saat kami kesana tahun 2013 bekas itu masih terlihat.
keberadaan Lingga Dan Yoni di sekitar candi dan di dalam candi menunjukkan Sambor Prei kuk adalah kerajaan yang menganut agama Hindu.
menurut penjelasan penjaga hingga tahun 2008 Sambor Prei kuk belum aman untuk kunjungan turis dikarenakan banyaknya ranjau darat yang ditanam disekitar kawasan candi efek dari perang sipil di Cambodia.setelah kawasan Candi Sambor Prei kuk dibebaskan dari ranjau darat dan dinyatakan aman untuk dikunjungi Turis.Sambor Prei kuk kini menjadi tujuan wisata menarik di Cambodia selain istana Kerajaan dan Kawasan Angkor Wat yang telah melegenda sebagai tujuan wisata utama di Cambodia.
Kami juga menyaksikan beberapa candi yang sedang mengalami renovasi.semakin jalan kedalam kondisi candi lebih baik selain itu ukiran dan relief di dinding candi juga lebih jelas terliha dan lebih variatif bentuknya.
menurut penuturan penjaga kawasan Candi Sambor prei kuk adalah awal berdirinya kerajaan di Cambodia.diperkirakan bangunan candi di Sambor Prei Kuk berasal dari akhir abad 6 hingga awal bada 9 Masehi.kerajaan yang ada saat itu adalah kerajaan Chenla yang dibangun Raja Isvanawarman I.Sang Raja memberi nama ibukota kerajaannya Isvanapura diambil dari nama sang Raja Sendiri.melihat lokasi kerajaan yang berada di tengah hutan dan berdekatan dengan danau Tonle Sap yang merupakan danau besar di Indochina dan mengairi 3 negara dari Cambodia,Vietnam dan laos dan dapat diperkirakan Kerajaan Chenla ekonominya bertumpu dari pertanian dan perdagangan .dilihat dari banyaknya bangunan candi yang ada di sambor prei kuk dapat dilihat Kerajaan Chenla adalah kerajaan yang makmur.
dimasa jayanya kerajaan Chenla menguasai daerah yang luas dan memiliki hubungan perdagangan dan diplomasi dengan kerajaan tetangganya termasuk Negeri China yang saat itu dipimpin oleh dinasti Sui.
Kerajaan Chenla mulai mengalami kemunduran setelah wafatnya Raja jayavarman I sepeninggal sang raja terjadi perang suksesi perebutan tahta yang dimanfaatkan oleh penguasa daerah untuk memerdekakan diri.
Setelah kerajaan chenla runtuh pangeran jayavarman II mendirikan kerajaan Angkor yang menjadi kerajaan terbesar dalam sejarah Cambodia
selain candi bangunan bersama penjaga kawasan Candi kami juga diajak melihat tempat pemandian putri Raja.saat kami tiba disana yang kami lihat adalah sebuah kolam besar tertutup ganggang dan lumut sehingga berwarna hijau dengan undakan tangga dari batu batu bata tersusun rapi.letaknya cukup rimbun dengan pohon-pohon besar disekelilingnya.Riba tahun lalu saat Kerajaan Chenla berkuasa tentunya tempat ini adalah tempat yang indah.tempat dimana putri-putri raja bercengkrama dan mandi.
14
Candi lainnya yang menarik saat kami kunjungi adalah sebuah candi dimana di pintu masuknya berdiri 2 buah patung singa sebagai penjaga yang terawat dengan baik.saat kami memutar ke belakang candi kami melihat pintu berukir.
Sebagai ibukota kerajaan sudah seharusnya Terdapat tembok kota yang melindungi Sambor Prei Kuk dari serangan kerajaan lain.kini sisa sisa dari bagian tembok kota itu dapat kita saksikan berada menyebar ada yang diantara pepohonan ada juga yang ada di bawah permukaan tanah.
Untuk candi yang terlilit pohon ternyata kami juga menemukan 2 candi lain yang ada dalam kondsi serupa namun dibandingkan dengan candi pertama yang kami temui ke 2 candi ini ukurannya lebih kecil.candi terakhir malah dapat dikatakan telah hancur dikarenakan akar akan pohon yang membelitnya sehingga yang tertinggal hanya bagian pintu candi saja.
Total kami berada di Sambor Prei kuk hamper 2 jam.bagi pengunjung yang lelah mengelilingi situs di Sambor Prei Kuk terdapat warung yang menjual aneka makanan dan minuman termasuk kerajinan khas khmer.
Bagi Kami Sambor Prei kuk sangat menarik dikunjungi candi candi tua,tembok kota adalah hal menarik bagi wisatawan.
Dari Sambor Prei kuk kami melanjutkan perjalanan ke obyek wisata lainnya di Cambodia yaitu Preah Khan di Preah Vihear dalam perjalanan kami bertemu siswa-siwa sekolah yang mengendarai sepeda onthelnya

Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG TravellerFoto-foto travellingnya bisa dilihat di
Instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21

 

Gunongan


Sudah berhari hari Sang Putri duduk termenung dan bersedih hati segala usaha yang dilakukan Sang Sultan dibantu abdi istana untuk menghiburnya tetap tidak berhasil.
ternyata rindu akan kampung halaman yang membuat sang putri bersedih hati
Sang Sultan pun akhirnya membangun sebuah bangunan berwarna putih berbentuk kelopak bunga yang sedang mekar.bangunan ini nampak bergelombang mirip perbukitan.hal ini disengaja karena kampung halaman putri phang yang berasal dari kerajaan Pahang (Sekarang menjadi bagian Malaysia ) merupakan daerah yang berbukit bukit.setelah bangunan ini selesai diberi nama gunongan.
Setelah selesainya bangunan ini Putri Phang yang dulunya selalu bersedih rindu kampung halamannya kini tidak lagi.kini sang putri dengan riang bermain di Gunongan.
Menurut Sejarah saat menaklukkan kerajaan Pahang Sultan Iskandar Muda membawa putri phang ke aceh untuk menjadi permaisurinya.
12.jpg
sama seperti Taj mahal di India yang dibangun oleh Raja Shah Jahan untuk istrinya Mumtaz Mahal yang tetap abadi sampai hari ini.gunongan juga dapat dianggap sebagai kisah cinta Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh kepada istrinya Putri Phang .
Irfan bersama kakak mengunjungi kawasan Gunongan sore hari tanggal 11 oktober 2013 di belakang gunongan ada bangunan tembok putih memanjang berbentuk empat persegi panjang.menurut penjaga situs Gunongan.tempat ini adalah makam Sultan Iskandar Tsani bersama panglima perangnya.kami sempat melihat dari balik pagar dan hanya rumput yang ada di dalam tembok tidak ada batu nisan penunjuk nama dan lainnya.
Bersama penjaga situs kami membuka gerbang Gunongan dan masuk kedalamnya.terdapat lorong kecil yang menjadi jalan untuk naik keatas.jalan ini hanya cukup untuk 1 orang.sesampai di atas kami dapat meihat kondisi sekitar dengan lebih jelas dan lapang.
ratusan tahun lalu saat Putri Phang berdiri di tempat kami berdiri hari itu.yang sang putri saksikan tentunya taman istana indah dengan aneke ragam jenis bunga dan buah dan tentunya saat itu taman istana ini juga ramai dengan putri-putri raja yang berlarian kesana kemari dan dayang dayang istana yang selalu mengikuti para putri raja.dan didepan taman istana adalah bangunan megah istana kerajaan Aceh yang mempesona siapapun yang melihatnya.
kini saat kita berdiri di atas gunongan yang kita lihat adalah lapangan rumput luas hal ini dikarenakan istana Kesultanan Aceh hancur terbakar saat petempuran dengan pihak Belanda di abad 19 lalu.beruntung beberapa peninggalan masa lalu masih selamat dari perang seperti gunongan,pintu khop .
Dari Gunongan kami menuju sebuah bangunan kecil yang berfungsi sebagai museum kecil koleksinya di satu lemari kaca terdapat sebuah perisai hitam bundar,tombak panjang,pedang,keris dan rencong juga foto lama aceh di masa lalu.di lemari kaca lainnya kami melihat piringan hitam dan pemutarnya yang masih dalam kondisi baik.
Di halaman museum ini juga terdapat beberapa batu nisan berukir huruf arab menurut penjaga kawasan Situs Batu-batu nisan ini ditemukan saat Tsunami melanda Aceh tahun 2004 lalu.bila dilihat dari halusnya ukiran batu-batu nisan ini milik bangsawan maupun tokoh yang berpengaruh.sayang tidak diketahui siapa nama nama yang ada di batu-batu nisan ini.
11
Dari Gunongan kami melanjutkan ke pintu khop.pintu khop adalah sebuah bangunan putih yang dapat dimasuki 1 orang.menurut prasasti yang ada di dekat pintu khop.Pintu Khop di jaman kerajaan Aceh berfungsi sebagai penghubung antara istana ke Taman Ghairah.taman tempat permaisuri raja dan putri-putri raja bermain.Pembangunan Taman ghairah dan pintu khop ini juga merupakan ide dari Putri Pahang.
di masa lalu hanya Sang Sultan bersama permaisuri dan putra-putri kerajaan yang dapat melintasi Pintu Khop lalu memasuki taman ghairah.melihat nilai sejarah dan kisah Sultan Iskandar Muda dan Putri Phang.Gunongan dapat menjadi obyek wisata yang menarik.di beberapa negara sering diadakan pementasan cerita dengan efek dan tata lampu dan koreografi yang menarik di tempat yang bersejarah dan program ini ternyata sangat disukai turis.bila hal yang sama dilakukan di Gunongan kita yakin akan berhasil.

Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG TravellerFoto-foto travellingnya bisa dilihat di
Instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21

Apa Itu Ekoturisme Dan Manfaatnya



Mendengar kata tourisme atau wisata tentu kita sering mndengar tapi apakah kita pernah mendengar kata ekotourisme?
Ekotourisme tyang berasal dari kata ekologikal (alam) dan tourime (wisata) diartikan sebagai suatu kegiatan priwisata berwawasan lingkungan yang mengutamakan aspek konversi alam,aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
Lalu apa bedanya dengan wisata yang sering kita lakukan seperti ke taman hiburan,pantai,pusat perbelanjaan,Bioskop dll.bila dalam aktivitas pariwisata pada umumnya wisatawan akan menikmati keindahan alam didukung sarana serta fasilitas hiburan yang disajikan oleh pihak pengelola wisata di lokasi wisata seperti restaurant/resto dengan makanan lezat yang diracik chef ternama ,koneksi WIFI yang stabil sehingga wisatawan dapat berselancar di dunia maya tanpa hambatan wisatawan seperti ini mereka akan tinggal di hotel-hotel berbintang dan akan memiliki interaksi yang minimal terhadap warga sekitar di lokasi wisata tersebut.
Berbeda dengan ekoturisme disini wistawan tidak akan tinggal di hotel-hotel atau villa standar internasional dengan rates jutaan rupiah permalam yang berada di tepi pantai dengan pemandangan langsung kelaut dengan fasilitas yang lengkap ,dimana tamu dapat menikmati siaran TV satelit,WIFI,makan malam di retoran mewah
Di Ekoturisme wisatawan akan tinggal di rumah-rumah penduduk atau di penginapan sederhana yang dikelola penduduk yang hanya menyediakan kasur kamar mandi dan lemari kecil dan ratesnya pun hanya puluhan ribu hingga paling mahal dikisaran Rp 200.000 an untuk makan pun menu yang tersedia tidak seberagam makanan di hotel mewah dan harganya pun jauh lebih murah. tapi yang terpenting kedatangan wisatawan akan memberi pemasukan keuangan bagi warg sekitar sehingga pariwisata akan memberdayakan perekonomian warga sehingga gempita pariwisata juga akan mereka nikmati tidak seperti sekarang dimana pada umunya warga sekitar hanya menjadi penonton dari gemerlapnya pariwisata yang terjadi di daerah mereka.
Wisatawan yang mengambil ekotourism akan memiliki beberapa keuntungan seperti mereka akan lebih memahami dan belajar kebudayaan,kesenian,adat istiadat masyarakat sekitar bahkan sering warga tempat dimana wisatawan tinggal di rumah mereka akan diundang untuk ikut dalam upacara keagamaan atau upacara adat yang diselenggarakan warga dan diajari memainkan alat musik tradisional mereka.
Ekotourime juga akan memberi manfaat bagi pelestarian alam karena selama program wistawan akan melakukan kegitan-kegiatan yang akrab dengan alam seperti melihat dan menjumpai burung-burung,Orang utan,gajah,monyet.rusa,harimau dan pohon-pohon besar berumur puluhan tahun yang menjulang tinggi serta tanaman-tanaman langka lainnya.
Dengan mengikuti Ekoturisme wisatawan juga akan memahami pentingnya kelestarian alam bagi kelangsungan hidup umat manusia dan diharapkan juga akan menyebarkan informasi ini kepada rekan-rekan lainnya.
Ada beberapa kawasan di Indonesia yang menerapkan ekoturisme contohnya Di Sumatera Utara terdapat Bukit lawang tempat pelestarian kera terutama orang utan sumatera dan Tangkahan tempat pelestarian gajah selain itu Taman Nasional Kerinci Seblat di Jambi dan Taman Nasional Gunung Leuser yang berada di provinsi sumatera utara dan sumatera.masih di pulau sumatera Terdapat Way Kambas tempat pelestarian gajah sumatera.sedang di Pulau Kalimantan terdapat Taman Nasional Tanjung Putting di Taman nasional adalah tempat perlindungan bagi orang utan dan bekantan.di bagian barat pulau Sumatera sedang di pulau Jawa di bagian barat ada taman nasional ujung kulon di provinsi Banten sebagai tempat melindungi Badak Bercula satu sedang di kawasan provinsi Jawa barat ada
pengalengan yang berada tidak terlalu jauh dari Kota Bandung.yang terkenal dengan kebun tehnya dan jufga ada citalahab disini kalau beruntung kita bisa menyaksikan elang jawa berikutnya dilanjutkan ujung genteng tempat pendaratan penyu di provinsi jawa tengah ada kawasan 3 gunung Bromo,Tengger dan Semeru tidak hanya melindungi alam namun juga merupakan kawasan kaya budaya di pulau jawa bagian timur ad ataman nasional baluran surge bagi banteng liar,kerbau liar,kijang,rusa,macan tutul dll.sedang di pulau Kalimantan disini kita bisa mengunjungi taman nasional tanjung Putting tempat tinggal orang utan dan bekantan di dekat kota palangkaraya sendiri ada taman nasional sebangau tempat orang utan.di pulau pulau lainnya juga ada ekoturism yang yang menarik dan terus dikembangkan pemerintah daerah dan dinas pariwisata.
sampai saat ini Irfan sebagai penulis baru mengunjungi beberapa diantaranya seperti Taman Nasional Tanjung Puting di 18-20 April 2014 selama disana Irfan tour susur sungai bersama perahu klotok (Perahu yang dijadikan penginapan terapung berkapasitas mulai perahu kecil berkapasitas 4 penumpang hingga perahu besar yang bia menampung 10 penumpang bahkan lebih dengan 2 lantai) disini Irfan berkesempatan mengabadikan foto Bekantan dan orang utan.saat di di Bukit Lawang 25 April 2011 Irfan bertemu dan menfoto beberapa jenis kera yang jarang ditemui saat trekking dan tentunya orang utan di tempat Feeding (tempat Pemberian makan bagi orang utan) dan di alam bebas.saat di Taman Nasional Tangkahan beberapa hari berikutnya kami menginap di ecolodge (Jenis penginapan yang dibangun berkonsep alam dan dekat dengan kawasan Konservasi) Irfan juga sempat ikut memandikan gajah bersama pawang gajah dan menyaksikan dari dekat pemberian makanan kepada gajah.sedang saat di Pulau Komdo tahun 2013 selain menfoto landscape pulau komodo yang indah Irfan bertemu rusa,banteng dan tentunya komodo saat trekking.
Bila dikelola dengan baik Ekoturisme akan bermanfaat dalam menjaga kelestarian alam.rakyat sekitar akan menjaga lingkungan mereka dari tindakan yang merusak alam seperti penebangan hutan,pembakaran hutan,pembuangan limbah industry dan tambang ke sungai yang mencemari sungai.dan tentunya perburuan hewan-hewan yang dilindungi seperti orang Utan,Bekantan,Kuskus,Tapir,Anoa,Gajah dan hewan lainnya yang makin hari makin terancam populasinya di alam bebas.kehidupan binatang di alam bebas semakin sulit dikarenakan perubahan lingkungan mereka tinggal yang berubah menjadi tempat pemukiman manusia dimana sering terjadi konflik antara manusia dengan orang utan maupun gajah yang merugikan kedua belah pihak yang sebenarnya bisa dihindari.
sudah saatnya kita lebih menjaga lingkungan hidup kita dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi bila spesies hewan maupun tumbuhan di suatu wilayah akan timbul akibat yang merugikan kita juga seperti tanah longsor,banjir,penyakit akibat mengkonsumsi air sungai yang tercemar dan seafood yang tercemar polutan beracun di dalam kerang,ikan yang kita konsumsi sehari hari.
Banyak manfaat yang didapat bila orang tua mengajak putra dan putrinya melakukan wisata ekoturisme mereka akan menjadi mandiri,tangguh,berani.banyak kegiatan yang bisa dilakukan keluarga saat ikut paket ekoturisme bisa berupa kamping di alam terbuka,melakukan permainan bersama dan tentunya kebersamaan keluarga akan semakin erat.
negara negara tetangga kita sudah serius sejak dari dulu menggarap ekoturisme sehingga mereka lebih dikenal oleh dunia.
dari pengalaman Irfan selama travelling dan ikut Ekoturisme kendala yang mengakibatkan ekoturisme di Indonesia kurang terkenal dari tetangga sebelah adalah transportasi dan akses yang masih perlu diperbaiki yang berakibat mahalnya biaya menuju ke tempat tersebut, dari segi promosi dan informasi kita juga masih kurang.
kedepannya kita yakin Ekoturisme di Indonesia akan semakin baik apalagi pemerintah kini juga semakin aktif berpromosi untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara 20 juta di tahun 2019

Penulis
Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG Traveller
Foto-foto travellingnya bisa dilihat di
Instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21
http://www.pecintawisata.wordpress.com

Desa Takemsi


Bangunan rumah berdinding kayu berbentuk kerucut dengan daun jerami sebagai atapnya Berdiri diatas batu karang di puncak bukit dengan kokoh selama ratusan tahun itulah desa adat Takemsi.salah satu desa adat tertua di Pulau timor.
Irfan mengunjungi Desa adat Takemsi bulan Agustus 2017.untuk menuju desa Takemsi dari kota Kupang kita naik bus jurusan Kupang-Atambua atau mobil.sampai di persimpangan Bitauni cabang Manufui perjalanan kita lanjutkan dengan ojeg.
karena hari sudah sore Irfan memtuskan untuk menginap di rumah kepala desa Takemsi yang letaknya dekat dengan desa adat takemsi.
keesoka paginya dengan diantar warga desa takemsi Irfan membeli sirih pinang dan kapur ke pasar rakyat sebagai adat memasuki desa Takemsi.
ditemani warga local Irfan memasuki desa adat Takemsi sebelum mengambil foto Irfan bertamu ke kediaman ketua adat Desa Adat Takemsi
Disana Irfan menyerahkan sirih pinag beserta kapur sekaligus mengutarakan tujuan kunjungan ke desa adat Takemsi sekaligus ijin untuk mendokumentasikan desa adat Takemsi yang disambut baik beliau.
Irfan sendiri juga ikut mencoba mengunyah sirih pinang beserta kapur bersama kepala adat desa Takemsi beserta istrinya.
setelah itu Irfan diantar warga desa adat Takemsi mengambil foto rumah warga dan juga banteng batu yang dulu berfungsi sebagai pertahanan warga desa dari penyerang.
kebetulan hari dimana Irfan datang tiba 1 bus ukuran sedang dari kota Kupang yang membawa sekitar 15 turis dari Eropa dan asia itulah mengapa hari itu Desa adat Takemsi sangat ramai.
kedatangan tamu disambut warga dengan dengan pengalungan kain Timor kepada seluruh rombongan dan tari bersama yang dilakukan di bali desa disini para ketua adat menggandeng turis asing untuk bersama sama menari yang disambut dengan antusias oleh turis asing
gerakan tari Timor yang penuh semangat dimana kaki menghentak tanah dan para penari saling memegang tangan satu sama lain menjadikan suasana penyambutan sangat semarak penuh dengan kegembiraan dari warga desa Takemsi dan turis .
setelah itu warga desa Takemsi memberikan butir kelapa yang telah dipotong sebagai penghapus dahaga kepada seluruh turis asing dan warga lainnya yang ikut hadir.
kain-kain tenun khas Timor juga dipamerkan di balai desa banyak wisatawan yang tertarik dan bertanya kepada Ibu Ibu penenun kain Timor
Dengan dukungan dalam bentuk kemudahan mendapat bahan baku,promosi dan dana pinjaman Kain Tenun Timor akan semakin dikenal Wisatawan yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat
Karena hari sudah menjelang siang Irfan pun pamit kepada kepala Desa Takemsi,Kepala adat Desa Takemsi,para tetua desa untuk melanjutkan perjalanan
Selamat tinggal rekan-rekan Desa Adat Takemsi semoga bisa bertemu kembali di lain waktu

 

Muhamad Irfan
Penulis
Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG Traveller
Foto-foto travellingnya bisa dilihat di
Instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21
http://www.pecintawisata.wordpress.com

Festival Grebeg Suro Ponorogo 2017


Reyog merupakan salah satu seni budaya bangsa Indonesia yang terkenal mendunia pertunjukkan reyog ditampilkan tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri peran warga negara Indonesia yang sekolah maupun bekerja yang menampilkan seni reyog di negara tempat mereka tinggal
Tanggal 16 -21 September lalu Irfan berkesempatan mendokumentasikan festival grebeg suro Ponorogo.Festival dimulai tanggal 12 September dimulai festival reyog mini yang dimainkan siswa sekolah kelas SD dan SMP.selama 2 hari dilanjutkan festival reyog nasional dimulai 15 September.
setiap malamnya.pertunjukkan reyog dimulai pukul 19.30 dan berakhir pukul 22.00.tiap malam 5 group reyog tampil.jadi selama festival reyog Irfan menyaksikan penampilan 20 group reyog yang berbeda.
dalam pertunjukkan reyog kita akan bertemu beberapa tokoh dimulai dari bujang ganong biasanya dimainkan anak kecil.bujang ganong mengenakan pakaian berwarna  merah dan topeng mereka menghibur penonton dengan gerakan salto dan tariannya yang kocak dalam pertunjukkan jumlah bujang ganong bisa 2,3 atau lebih buajng ganong adalah senopati kepercayaan prabu kala sewandana
.dilanjutkan dengan jathil penari wanita berpakaian  putih dengan kuda lumping jathil menarikan tarian dengan tempo cepat dan bersemangat yang menggambarkan prajurit maju ke medan perang dengan kuda perangnya.
lalu ada warog penari pria yang dengan wajah dirias warna merah yang gagah memainkan jurus-jurus silat.
tokoh uatama dalam pertunjukkan warog yaitu prabu kala sewandana raja dari kerajaan Bantar Angin penari pria dengan topeng merah dan memegang cambuk.dalam pertunjukkan reyog saat Sang Raja dalam perjalanan mencari istrinya dewi sanggalangit beliau dihadang di tengah perjalanan oleh singa barong yang dimainkan penari pria yang membawa hiasan singa dengan dadak merak diatas kepala mereka yang beratnya mencapai puluhan kilo.meski sudah bertarung sangat lama Prabu kala sewandana belum dapat mengalahkan singa barong.akhirnya bujang ganong senopati kepercayaannya membawa pecut samandiaman dengan senjata pusaka inilah ahirnya  sang raja dapat mengalahkan singa barong dan bertemu kembali dengan istrinya dewi kilisuci sejak itulah kesenian reyog dipentaskan hingga saat ini.
kita harus bangga dengan festival grebeg suro ponorogo 2017 selain alun alun kota ponorogo setiap malamnya dipadati warga Ponorogo dan wisatawan dalam negeri dari kota lain.wisatawan luar negeri juga ikut datang.|
group yang tampil di festival grebeg suro juga berasal dari banyak kota selain Ponorogo ada dari perwakilan SMU di Yogyakarta,Universitas Brawijaya Malang,Group dari Kota Tangerang,BUMN bahkan Group Reyog Nihongo dari Jepang .kita dapat melihat betapa antusiasnya saudara-saudara kita meski berjarak ribuan kilometre dan melintasi batas negara mereka tetap datang dan menampilkan penampilan terbaik mereka di festival grebeg suro ponorogo.
selamat kepada rekan-rekanrekan volunteer dan panitia yang telah sukses menyelenggarakan event besar ini di festival inilah Irfan bertemu rekan-rekan Fotografer dan team volunteer

Penulis
Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG Traveller
Foto-foto travellingnya bisa dilihat di
Instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21
http://www.pecintawisata.wordpress.com

Cerita Dari Desa Adat Boti


“mengunjungi Pulau Timor belum lengkap sebelum  mengunjungi desa adat Boti”itulah kata driver ojeg yang membawa Irfan menuju desa boti.
dari kota Soe Ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan kami  perlu 2 jam lebih untuk sampai di desa boti. kami mampir ke sebuah warung membeli buah sirih,pinang dan kapur.Kondisi jalan ke desa boti  bagus dari kota Soe hingga pasar Niki-niki namun selepas pasar Niki niki jalan mulai banyak berlubang.selain itu jalan yang diambil driver ojeg melewati kawasan perbukitan kapur.bisa dibayangkan disiang hari yang terik.motor kami melaju di jalan berlubang dan berbatu dengan kana dan kiri jurang.satu pengalaman mendebarkan namun itu semua terbayar dengan landscape bumi Timor yang indah.
DSC_3289
apalagi selama perjalanan kami bertemu dengan anak-anak sekolah dasar yang baru pulang sekolah.dengan senyum dan keramahan khas Timor anak-anak berseragam merah dan putih itu menyapa “selamat siang” apakabar “kepada kami.yang kami balas juga dengan seyuman dan ucapan “apakabar”.
bagi rekan –rekan yang menggunakan kendaraan motor seperti saya sangat dianjurkan mengenakan masker.karena banyak ruas jalan yang sedang diperbaiki dan dan musim kemarau serta kontur tanah yang berkapur maka sepanjang perjalanan kita akan sering terpapar debu.
Pada akhirnya Kami tiba di pintu masuk desa boti menjelang sore hari dan bertemu seorang warga desa boti.untung Irfan bersama driver ojeg warga asli Timor yang mengerti Bahasa dawan.Bahasa Dawan adalah Bahasa yang digunakan warga desa boti.mereka yang tinggal didalam desa boti dan tidak bisa berbahasa Indonesia.itulah mengapa sebaiknya kita bersama warga yang mengerti Bahasa dawan saat berkunjung ke sana.setelah menjelaskan tujuan Irfan untuk berkunjung dan menginap di desa Boti.ojeg yang mengantar pun pergi.
diantar warga desa Boti Irfan memasuki desa Boti dan dipersilahkan menunggu di rumah raja.tak berapa lama pisang goreng,jagung dan segelas kopi hitam disediakan warga  desa Boti menyambut tamu.sekitar ½ jam kemudian rombongan wisatawan asing 8 orang dengan Pak Nahak sebagai guidenya datang setelah itu sekitar 2 mobil dan 1 bus datang dengan dengan membawa tambahan turis total hari itu ada sekitar 20 orang turis beserta guide dan supir yang datang ke desa boti hari itu.

DSC_3240
Bersama rombongan wisatawan asing Irfan melihat langsung proses pembuatan kain dan menenun yang dilakukan kaum wanita desa Boti.wisatawan diperbolehkan mencoba langsung memintal kapas salah satu proses dalam pembuatan kain.dari sana kami menuju Rumah yang menjadi galeri memajang hasil produksi warga boti dari kain ,sarung,ikat kelapa,dari sana kami bersama warga desa boti melhat rumah warga Desa Boti tinggal dan 1 rumah pusaka tempat menyimpan benda-benda pusaka desa Boti khusus untuk rumah ini tidak boleh difoto maupun divideokan Setelah itu kami diantar ke rumah yang menjadi tempat bermalam
sekitar jam 19.00 kami makan malam bersama Bapak Raja Usif Benu dan warga desa Boti dengan penuh keakraban dalam kesempatan ini beberapa rekan-rekan turis asing bertanya mengenai kehidupan warga desa boti,adat istiadat,dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan Pak nahak dan tur guide lainnya kedalam bahasa Dawan dan disampaikan kepada Bapak Raja.jawaban bapak Raja kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dan disampaikan kepada penanya.
beberapa hal yang kami ketahui adalah
1.pria warga desa Boti tidak boleh memotong rambut karena meamnjangkan rambut adalah bagian dari kepercayaan yang mereka anut
2.bila ditempat lain pencuri dihukum berat kebalikkannya di desa Boti warga akan dan raja akan memberi modal kepada pencuri ini bertujuan agar pencuri tersebut memiliki modal untuk berusaha dan tidak mencuri lagi inilah mengapa desa Boti sangat aman tidak ada pernah cerita barang tamu dan warga yang hilang
sekitar pukul 21.00 malam seluruh tamu pamit termasuk Irfan pamit kepada Bapak Raja Usif Benu dan warga Desa Takemsi lalu beristirahat di guesthouse yang telah disiapkan
keesokan harinya setelah makan pagi Irfan bersama wisatawan asing lainnya berfoto bersama Bapak Raja dan warga desa dan pamit melanjutkan perjalanan
DSC_3328

Desa adat Boti
Lokasi : Kabupaten Timor Tengah Selatan,Pulau Timor
Transportasi : Dari Kota Kupang naik bus Kupang-Atambua dilanjutkan naik ojeg atau bisa juga sewa kendaraan baik dari kota Kupang atau di Kota Soe (ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan)

Penulis
Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG Traveller
Foto-foto travellingnya bisa dilihat di
Instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21
http://www.pecintawisata.wordpress.com