Desa Takemsi


Bangunan rumah berdinding kayu berbentuk kerucut dengan daun jerami sebagai atapnya Berdiri diatas batu karang di puncak bukit dengan kokoh selama ratusan tahun itulah desa adat Takemsi.salah satu desa adat tertua di Pulau timor.
Irfan mengunjungi Desa adat Takemsi bulan Agustus 2017.untuk menuju desa Takemsi dari kota Kupang kita naik bus jurusan Kupang-Atambua atau mobil.sampai di persimpangan Bitauni cabang Manufui perjalanan kita lanjutkan dengan ojeg.
karena hari sudah sore Irfan memtuskan untuk menginap di rumah kepala desa Takemsi yang letaknya dekat dengan desa adat takemsi.
keesoka paginya dengan diantar warga desa takemsi Irfan membeli sirih pinang dan kapur ke pasar rakyat sebagai adat memasuki desa Takemsi.
ditemani warga local Irfan memasuki desa adat Takemsi sebelum mengambil foto Irfan bertamu ke kediaman ketua adat Desa Adat Takemsi
Disana Irfan menyerahkan sirih pinag beserta kapur sekaligus mengutarakan tujuan kunjungan ke desa adat Takemsi sekaligus ijin untuk mendokumentasikan desa adat Takemsi yang disambut baik beliau.
Irfan sendiri juga ikut mencoba mengunyah sirih pinang beserta kapur bersama kepala adat desa Takemsi beserta istrinya.
setelah itu Irfan diantar warga desa adat Takemsi mengambil foto rumah warga dan juga banteng batu yang dulu berfungsi sebagai pertahanan warga desa dari penyerang.
kebetulan hari dimana Irfan datang tiba 1 bus ukuran sedang dari kota Kupang yang membawa sekitar 15 turis dari Eropa dan asia itulah mengapa hari itu Desa adat Takemsi sangat ramai.
kedatangan tamu disambut warga dengan dengan pengalungan kain Timor kepada seluruh rombongan dan tari bersama yang dilakukan di bali desa disini para ketua adat menggandeng turis asing untuk bersama sama menari yang disambut dengan antusias oleh turis asing
gerakan tari Timor yang penuh semangat dimana kaki menghentak tanah dan para penari saling memegang tangan satu sama lain menjadikan suasana penyambutan sangat semarak penuh dengan kegembiraan dari warga desa Takemsi dan turis .
setelah itu warga desa Takemsi memberikan butir kelapa yang telah dipotong sebagai penghapus dahaga kepada seluruh turis asing dan warga lainnya yang ikut hadir.
kain-kain tenun khas Timor juga dipamerkan di balai desa banyak wisatawan yang tertarik dan bertanya kepada Ibu Ibu penenun kain Timor
Dengan dukungan dalam bentuk kemudahan mendapat bahan baku,promosi dan dana pinjaman Kain Tenun Timor akan semakin dikenal Wisatawan yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat
Karena hari sudah menjelang siang Irfan pun pamit kepada kepala Desa Takemsi,Kepala adat Desa Takemsi,para tetua desa untuk melanjutkan perjalanan
Selamat tinggal rekan-rekan Desa Adat Takemsi semoga bisa bertemu kembali di lain waktu

 

Muhamad Irfan
Penulis
Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG Traveller
Foto-foto travellingnya bisa dilihat di
Instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21
http://www.pecintawisata.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s