Cerita Dari Desa Adat Boti


“mengunjungi Pulau Timor belum lengkap sebelum  mengunjungi desa adat Boti”itulah kata driver ojeg yang membawa Irfan menuju desa boti.
dari kota Soe Ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan kami  perlu 2 jam lebih untuk sampai di desa boti. kami mampir ke sebuah warung membeli buah sirih,pinang dan kapur.Kondisi jalan ke desa boti  bagus dari kota Soe hingga pasar Niki-niki namun selepas pasar Niki niki jalan mulai banyak berlubang.selain itu jalan yang diambil driver ojeg melewati kawasan perbukitan kapur.bisa dibayangkan disiang hari yang terik.motor kami melaju di jalan berlubang dan berbatu dengan kana dan kiri jurang.satu pengalaman mendebarkan namun itu semua terbayar dengan landscape bumi Timor yang indah.
DSC_3289
apalagi selama perjalanan kami bertemu dengan anak-anak sekolah dasar yang baru pulang sekolah.dengan senyum dan keramahan khas Timor anak-anak berseragam merah dan putih itu menyapa “selamat siang” apakabar “kepada kami.yang kami balas juga dengan seyuman dan ucapan “apakabar”.
bagi rekan –rekan yang menggunakan kendaraan motor seperti saya sangat dianjurkan mengenakan masker.karena banyak ruas jalan yang sedang diperbaiki dan dan musim kemarau serta kontur tanah yang berkapur maka sepanjang perjalanan kita akan sering terpapar debu.
Pada akhirnya Kami tiba di pintu masuk desa boti menjelang sore hari dan bertemu seorang warga desa boti.untung Irfan bersama driver ojeg warga asli Timor yang mengerti Bahasa dawan.Bahasa Dawan adalah Bahasa yang digunakan warga desa boti.mereka yang tinggal didalam desa boti dan tidak bisa berbahasa Indonesia.itulah mengapa sebaiknya kita bersama warga yang mengerti Bahasa dawan saat berkunjung ke sana.setelah menjelaskan tujuan Irfan untuk berkunjung dan menginap di desa Boti.ojeg yang mengantar pun pergi.
diantar warga desa Boti Irfan memasuki desa Boti dan dipersilahkan menunggu di rumah raja.tak berapa lama pisang goreng,jagung dan segelas kopi hitam disediakan warga  desa Boti menyambut tamu.sekitar ½ jam kemudian rombongan wisatawan asing 8 orang dengan Pak Nahak sebagai guidenya datang setelah itu sekitar 2 mobil dan 1 bus datang dengan dengan membawa tambahan turis total hari itu ada sekitar 20 orang turis beserta guide dan supir yang datang ke desa boti hari itu.

DSC_3240
Bersama rombongan wisatawan asing Irfan melihat langsung proses pembuatan kain dan menenun yang dilakukan kaum wanita desa Boti.wisatawan diperbolehkan mencoba langsung memintal kapas salah satu proses dalam pembuatan kain.dari sana kami menuju Rumah yang menjadi galeri memajang hasil produksi warga boti dari kain ,sarung,ikat kelapa,dari sana kami bersama warga desa boti melhat rumah warga Desa Boti tinggal dan 1 rumah pusaka tempat menyimpan benda-benda pusaka desa Boti khusus untuk rumah ini tidak boleh difoto maupun divideokan Setelah itu kami diantar ke rumah yang menjadi tempat bermalam
sekitar jam 19.00 kami makan malam bersama Bapak Raja Usif Benu dan warga desa Boti dengan penuh keakraban dalam kesempatan ini beberapa rekan-rekan turis asing bertanya mengenai kehidupan warga desa boti,adat istiadat,dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan Pak nahak dan tur guide lainnya kedalam bahasa Dawan dan disampaikan kepada Bapak Raja.jawaban bapak Raja kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris dan disampaikan kepada penanya.
beberapa hal yang kami ketahui adalah
1.pria warga desa Boti tidak boleh memotong rambut karena meamnjangkan rambut adalah bagian dari kepercayaan yang mereka anut
2.bila ditempat lain pencuri dihukum berat kebalikkannya di desa Boti warga akan dan raja akan memberi modal kepada pencuri ini bertujuan agar pencuri tersebut memiliki modal untuk berusaha dan tidak mencuri lagi inilah mengapa desa Boti sangat aman tidak ada pernah cerita barang tamu dan warga yang hilang
sekitar pukul 21.00 malam seluruh tamu pamit termasuk Irfan pamit kepada Bapak Raja Usif Benu dan warga Desa Takemsi lalu beristirahat di guesthouse yang telah disiapkan
keesokan harinya setelah makan pagi Irfan bersama wisatawan asing lainnya berfoto bersama Bapak Raja dan warga desa dan pamit melanjutkan perjalanan
DSC_3328

Desa adat Boti
Lokasi : Kabupaten Timor Tengah Selatan,Pulau Timor
Transportasi : Dari Kota Kupang naik bus Kupang-Atambua dilanjutkan naik ojeg atau bisa juga sewa kendaraan baik dari kota Kupang atau di Kota Soe (ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan)

Penulis
Muhamad Irfan
Fotografer-Tour Guide Berlisensi (HPI) –Blogger Ketua Komunitas Fotografi FG Traveller
Foto-foto travellingnya bisa dilihat di
Instagram @irfantraveller dan Instagram @lovingart21
http://www.pecintawisata.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s