Menjaga Lahan Gambut Menjaga Indonesia


Bulan April tahun 2015 saya mengunjungi Provinsi  Kalimantan Tengah untuk melihat orag utan dan bekantan salah satu spesies hewan paling dilindungi dikarenakan jumlahnya yang terus menurun dengan drastis dari tahun ke tahun.
dalam 3 hari travelling kami menelusuri sungai sekoyer yang mengalir ke taman nasional Tanjung putting selama perjalanan kami bermalam di perahu klotok yang difungsikan sebagai penginapan terapung.
dalam perjalanan menyusuri sungai sekoyer kami menyaksikan lahan-lahan gambut yang berada di sisi kiri dan kanan sungai.diatas lahan gambut tersebut tumbuh beranake ragam tanaman dan pohon.beberapa kali kami menfoto burung rangkong termasuk jenis satwa yang dilindungi hinggap di dahan kayu dari pohon yang tumbuh diatas lahan gambut.burung-burung jenis lainnya juga sering kami dapatkan terbang dari satu pohon ke pohon lainnya dalam perjalanan kali ini kami beruntung apat menfoto bekantan dan orang utan di alam liar.
bila didalam kawasan taman nasional hutan dan satwa serta fauna yang hidup didalamnya terlindungi diluar kawasan taman nasional kerusakan akibat penebangan pohon,pembakaran lahan gambut dll.
selama perjalanan kami mendapat info berharga dari guide sekaligus pemilik perahu klotok yang menemani kami dalam perjalanan ini bahwa dulunya sangat banyak aneka burung ,orang utan,bekantan dan aneka satwa lainnya yang hidup di Kalimantan.saat itu warga masyarakat dapat mengambil ikan dengan mudah di sungai-sungai,air sungai pun masih bersih warga dapat menggunakannya sebagai air minum,mengairi ladang dan sawah  tidak ada konflik antara manusia dengan orang utan yang kini kerap terjadi diakibatkan hutan tempat tinggal orang utan berubah menjadi lahan pemukiman,hutan tanaman industry maupun lahan tambang batubara ,air pun kini tak layak konsumsi berbau akibat limbah darii industri maupun tambang.
mengutip  data dari pantaugambut.id saat kebakaran hutan di Tahun 2015 lalu kerugian negara mencapai 200 triliun rupiah jumlah ini 1,5% dari Pendapatan nasional bruto di 2015.jika dana itu digunakan untuk memperbaiki infrastruktur seperti jalan,jembatan sehingga mempercepat distribusi barang dan jasa tentunya akan menurunkan harga barang yang pastinya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah terpencil.atau membangun sekolah dan fasilitas belajar di daerah terpncil  sehingga anak-anak di desa tidak putus sekolah.atau menjadikannya pinjaman tepat guna bagi petani dan nelayan sehingga negeri tercinta bisa swasembada pangan dan taraf hidup petani dan nelayan meningkat dan pastinya meningkatkan lapangan kerja.
kebakaran hutan dan lahan gambut di yang terjadi di Indonesia selama ini  menghasilkan kabut asap yang menutupi wilayah yang dilanda kebakaran hutan seperti Jambi,Riau,Sumatera Selatan,Kalsel,Kalbar dan kaltim kebakaran hutan paling parah hingga saat ini terjadi di tahun 2015 saat itu akibat pekatnya kabut asap banyak penerbangan yang dibatalkan atau dialihan ke negara lain hal ini merugikan dunia bisnis dan pariwisata.dari segi kesehatan tercatat lebih dari 120.000 warga menderita ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) akibat menghirup udara kotor akibat pembakaran hutan. (pantaugambut.id).banyak sekolah terpaksa meliburkan muridnya untuk melindungi mereka dari kabut asap dengan diliburkannya sekolah program pendidikan juga ikut terganggu cukup lama sekolah diliburkan saat itu.
dengan terbakarnya hutan dan lahan gambut di tahun 2015 yang mencapai 32 Kali dari luas kota Jakarta telah memusnahkan banyak jenis flora dan fauna yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam sebagai contoh orang utan,bekantan,burung berfungsi sebagai penyebar biji-bijian dan bibit  tanaman sehingga kelangsungan hutan terjaga dengan terbakarnya hutan diikuti musnahnya fauna tersebut maka tidak ada lagi yang akan berperan dalam penyebaran biji dan bit tanaman akhirnya tanah pun menjadi tandus.
hilangnya fauna dalam kebakaran hutan dan lahan gambut  merugikan dunia farmasi banyak tumbuh-tumbuhan di hutan Kalimantan dan sumatera yang memiliki khasiat sebagai obat.
kerugian yang diterima semakin besar apabila lahan gambut yang terbakar menurut penelitian gambut menyerap 75 % karbon di dunia (pantaugambut.id) dan lahan gambut di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dengan terbakarnya lahan gambut.kadar CO2 meningkat dan memperparah efek rumah kaca yang merugikan kesehatan.
lalu bagaimana cara untuk mencegah kebakaran lahan gambut tidak terjadi di masa datang dengan program pantau gambut.
1.memberikan pengertian kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut bahayanya membuka ahan dengan membakar lahan gambut
2.membuat program pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat tinggal sekitar lahan gambut program ini harus disesuaikan dengan keterampilan masyarakat bisa dalam bentuk pertanian,perkebunan,peternakan dll.bila taraf hidup masyarakat meningkat mereka pastinya tidak akan membakar lahan untuk membuka lahan
3.memperbaiki kembali lahan gambut yang telah rusak proses ini akan lama sebab itu pencegahan lebih baik.
4.Mengembangkan ekoturisme.ekoturisme adalah wisata dengan memperhatikan perlindungan kepada alam Taman nasional tanjung Putting untuk Bekantan dan orang utan di Kalimantan Tengah ,Taman Nasional Bukit Lawang untuk orang utan di Sumatera Utara Taman Nasional Tangkahan untuk gajah di Sumatera Utara dan taman nasional lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia berperan sebagai tempat wisata dan tempat belajar pelestarian alam
Dengan menjaga kelestarian lahan gambut dan hutan sama dengan kita menjaga kelestarian alam dan kelangsungan hidup generasi mendatang .

#pantaugambut

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s