Museum Nasional Myanmar,Yangoon


museum nasional myanmar

Ingin mengetahui sejarah Myanmar mulai dari jaman kerajaan–kerajaan berdiri?

Ingin mengetahui dan melihat jenis alat musik suku-sukuMyanmar termasuk pakaian adat mereka ?

Maka museum nasional myanmar adalah tempat yang harus anda datangi ?

Gedung berlantai 4 ini terletak di jalan pyay bersebrangan dengan gedung gedung kementrian luar negeri. Salah satu ciri utama museum ini adalah patung raja anawarahta (8 maret 1015 M-23 maret 1078 M) pendiri kerajaan bagan yang berdiri tepat didepan museum

Sama seperti di museum Jenderal aung san kamera,video camera dan HP termasuk tas tidak boleh dibawa masuk kedalam museum harus pengunjung titipkan di loker yang ada di luar gedung museum.biya penitipan gratis setelah itu  pengunjung boleh masuk kedalam museum.

Didalam pengunjung akan membeli tiket masuk museum seharga USD 5/orang bisa juga dalam kyat 5000 kyat/orang

Kita mulai dari lantai 1 disini ada beberapa ruangan ruangan pertama bernama Myanmar Epigraphy And Calligraphy disini pengunjung melihat kertas,batu dan kayu yang bertuliskan alfabet Myanmar yang mirip tulisan sanskerta dari india,skrip tulisan tangan dari periode yang berbeda ada dari abad ke 5 -9 dan abad 16 termasuk yang ditemukan di istana kambawzathadi di bago

Dari ruang Myanmar Epigraphy And Calligraphy kita masuk ke ruang lion throne show room sesuai namanya diruangan ini pengunjung akan melihat singgasana singa yang dulu pernah digunakan raja Myanmar singsana ini ukurannya sangat besar dan tinggi hampir setinggi ruangan.menurut sejarah usia singsana ini umurnya lebih dari 150 tahun yang berarti merupakan peninggalan dinasti konbaung .

singgasana ini terbuat dari kayu yamanay yang seluruh bagian singgasana dilapisi dengan emas.sebenarnya ada 8 singsana lainnya peninggalan konbaung dinasti yang masih ada saat tentara inggris merebut kota mandalay tahun 1885 namun ke 8 singsana itu sayangnya hancur saat perang dunia kedua.singsana singa ini beruntung karena saat itu dipamerkan di museum Kolkata,india akhirnya ditahun 1948 pemerintah inggris mengembalikan benda-benda milik kerajaan yang telah mereka ambil salah satunya singgasana singa ini .fungsi singsana ini digunakan raja saat hendak memutuskan masalah hukum.

Ruang ketiga yang kita masuki adalah ruang periode yadanabon suatu periode yang dimulai sejak pemindahan ibukota kerajaan ke kota mandalay yang dilakukan raja mindon min (8 Juli 1808-1 oktober 1878) dan juga merupakan masa akhir kekuasaan dinasti konbaung

kita bisa menyaksikan tandu berlapis emas yang digunakan kaum bangsawan bepergian dari abad ke 19 M,pembatas ruangan dari gelas mosaik,sepatu milik bangsawan.Replika istana Myanansankyaw yang ada di kota mandalay tempat raja mindon min dan penerusnya raja thibaw min memerintah,foto-foto mandalay di abad 19 dan awal abad 20 ,furniture milik bangsawan, serta pakaian   yang akan dikenakan bangsawan saat upacara

Kita naik ke lantai 1 bisa melalui tangga atau lift diruang pertama yang kita masuki bernama Ruang Regalia Bangsawan sesuai namanya disini pengunjung dapat melihat benda-beda milik keluarga bangsawan benda-beda tersebut seluruhnya terbuat dari emas kualitas tinggi dan dipercantik permata serta batu berharga lainnya benda-benda tersebut digunakan para bangasawan dalam upacara-upacara khusus yang diadakan raja dan ratu saat menerima persembahan dari bawaehan meraka  3 kali dalm setahun .

Selesaia dari runagan ini kita beralih ke ruang pamer jaman sejarah Myanmar disini Batu dolomite,terracotta kopi lukisan mural didinding fot-foto ekskavasi, lukisan pagoda-pagoda di bagan,tulisan di atas batu dari abad 10-13 M dan barang-barang dari jaman pinyu hingga konbaung dipamerkan disini.

Ruang jaman prasejarah myanmar juga menarik dikunjungi disini benda- berusia lebih dari 10 ribu tahun yang ditemukan di gua padalin saat penggalian arkeologi,benda dari jaman perunggu,serta benda- benda dari periode piyu abad ke 5 -9 M benda –benda tersebut seperti paku besi dari srikhsetra abad 5 SM-1 M,kapak besi dari hanlin abda 5 SM -9 M

Disamping ruangan ini terdapat Ruang Pamer Sejarah Alam Fosil primata yang telah membatu dan berusia 40 juta tahun,fosil-fosil hewan bertulang belakang(vertebrata)  dan hewan tidak bertulang belakang(invertebrata)  baik yan g hidup di laut maupun didarat,untuk tumbuhan ada fosil biji-biji dan akar pohon dari seluruh penjuru Myanmar.

Kita naik ke lantai dua disini mari kita ke ruang pamer benda-benda yang bisa kita saksikan kipas yang terbuat dari bulu burung merak,lukisan yang menggambarkan pekerjaan yang dikerjakan rakyat myanmar seperti pandai besi,pandai emas dan perak,pandai tembaga,ahli ukir kayu maupun gading,pematung,replica kereta yang ditarik kerbau,miniature stupa dibuat dari cangkang kelapa dan ruangan kaca dengan boneka-boneka maronett didalamnya.

Dari sini kita beralih ke ruang seni pertunjukkan benda-benda yang dipamerkan disini adalah alat musik dari berbagai suku seperti xylophone besi berbentuk pancaharupa (binatang mistis)

Selesai di lantai dua kita naik ke lantai tiga ada 2 galeri berisi lukisan beberapa lukisan diantaranya lukisan jenderal maha bandula dibuat oleh u ba lon(1894-1944),keluarga Myanmar dimasa lalu oleh saya myoh abad 19 M ,air terjun oleh U ba nyan (1897-1945)

Di galeri kedua lukisan yang ada upacara pengangkatan raja oleh u saw maung dan lukisan perhisan yang digunakan kaum wanita di jaman pyu,bagan,inwa dan yadanabon,

bergeser sedikit kita sampai di ruang pamer perhiasa masa lalu disini kita bisa menyaksikan cincin emas bermaterai, kalung emas,cincin emas dengan dua sisi bergambar singa dengan wajah manusia.

Sekarang kita naik ke lantai terakhir lantai 4 ruang pertama kita masuki ruang lukisan Budha beberapa diantaranya lukisan sang budha oleh u ngwe gaing ( 1901-1967),lukisan biara batu bata ratu Me Nu Innwa abad 15 M

Ruang terakhir ruang pamer bagi kebudayaan suku-suku nasional Myanmar ruangan ini berisi boneka yang mengenakan pakaian suku masing-masing untuk alat musik berupa shan drum,kayin harp(nardain) dandrum perunggu,kayah flute,hiasan kepala yang dipakai wanita suku chin saat perayaan dan xylophone berbentuk buaya dari rakhine.

Alamat : jalan pyay 66/74 dagon township,yangoon

Tiket masuk : USD 2/orang atau 20 ribu kyat

Waktu buka : rabu-minggu jam 10.00-16.00 tutup hari senin,selasa dan libur nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s