Golden Rock (Kyaiktiyo) Myanmar


Image

Salah satu tempat suci di Myanmar yang selalu ramai dikunjungi peziarah dan wisatawan dan untuk mencapainya diperlukan perjuangan yang berat adalah golden rock (batu emas) di daerah kyaiktiyo.
untuk mencapai golden rock kita bisa berangkat dari kota yangoon maupun kota bago.yang lebih dekat bila kita dari kota bago sekitiar 2-3 jam sedang bila dari kota yangoon 4-5 jam semua tergantung jenis kendaraan yang kita gunakan bila kita menyewa taxi atau naik bis yang diarrange travel tentu lebih cepat dan nyaman namun biayanya tentu lebih mahal sekitar US150 untuk taxi sedang bis 12.000-15.000 Kyat.
saat kami ke kyaiktiyo kami menggunakan bis umum dari terminal bis yangoon hampir sama seperti di Indonesia setiap ada penumpang tiba para calo akan segera mengerumuni penumpang apalagi bila mereka tahu kita wisatawan mereka akan menanyakan tujuan kita dan menawarkan bis keberangkatan.kami membayar tiket 7000 kyat/orang dan naik bis umum yang tidak ada ac sehingga panas dan lama menungu hingga penumpang penuh baru jalan.
bila anda tiba siang hari di kota yangoon sekitar jam 12 keatas sebaiknya jangan naik bis dari terminal bis umum yangoon lebih baik minta bantuan pusat informaswisata di bandara yangoon untuk mencarikan bis menuju kyaiktiyo meski agak mahal namun lebih tepat waktu dan nyaman.dikarenakan saat tiba di kyaiktiyo nanti kita Masih harus menggunakan truk untuk naik keatas bukit (letak golden rock diatas bukit ) ya truk terbuka yang biasanya digunakan mengangkut pasir,hewan ternak disini digunakan mengangkut manusia.tidak ada moda transportasi lain untuk naik ke golden rock.truk terakhir berangkat pukul 5.30 pm lewat dari waktu ini tidak akan ada lagi truk keatas dan bila kita tiba di kimpun (tempat pemberangkatan truk) saat truk terakhir sudah berangkat kita harus menununggu pagi hari sekitar jam 7 untuk bisa naik keatas.
bila kita memaksakan diri hanya mungkin jalan kaki dan sepengetahuan kami saat malam hari tidak pernah ada yang berani berjalan kaki dari kimpun ke atas di malam hari disiang hari saja tidak pernah ada karena jarak yang jauh dan saat malam sangat gelap lampu penerangan jaraknya berjauhan.dari tempat pemberhentian bis di terminal kimpun kita berjalan sekitar 5 menit dan tiba di tempat keberangkatan.di tempat ini ada beberapa loket dalam bahasa mynamar ada 2 truk yang sudah menunggu saat kami datang para penumpang pun berdatangan tidak lama setelah kami
semua penumpang naik melalui tangga besi yang disandarkan ke badan truk.didalam berjejer bangku panjang untuk tempat duduk kami hitung ada sekitar 6 baris bagi yang membawa tas dan barang bawaan mereka dapat menaruh jang barang-barang mereka di bagian belakang truk .Karena kami menggunakan truk terakhir truk menunggu agak lama sehingga penuh terisi ketika tinggal dua tempat lagi tersisa seorang petugas datang dan mulai menarik pembayaran dari penumpang masing-masing ditarik 1500 kyat ketika langit sudah semakin merah truk mulai bergerak meninggalkan pul.
Truk berjalan makin lama makin cepat jalanan yang kami lalui semakin menanjak tentu saja penumpang yang duduk terguncang-guncang apalagi saat truk berbelok melintasi jalan-jalan di bukit yang berbelok-belok.untuk menjaga keseimbangan para penumpang berpegangan pada bangku maupun dinding truk.dalam perjalanaln truk yang kami tumpangi beberapa kali bertemu dengan truk lain yang juga mengangkut penumpang namun mereka dalam perjalanan pulang setelah berziarah ke golden rock diatas.pada suatu tempat truk yg kami naiki berhenti disini terdapat warung-warung penjual makanan dan minuman dan juga truk lain yang berhenti pedagang-pedagang mulai menawarkan makanan dan botol-botol minuman kepada penumpang agak lama juga kami berhenti sampai akhirnya truk kembali berjalan dan akhirnya sampai di tempat pemberhentian terakhir disini nampak terparkir ada sekitar 5 truk yang berhenti.penumpang pun mulai turun dari truk melalui jembatan besi yang disandarkan ke badan truk.
saat itu sudah malam para penumpang dengan barang bawaannya brdiri di tepi jalan.dari tempat pemberhentian ini kami harus jalan lagi keatas karena letak golden rock berada diatas bukit.kami memulai perjalanan bersama beberapa peziarah yang juga kemalaman bila ingin lebih nyaman dan tidak terlalu lelah ada orang-rang asli Myanmar yang menawarkan jasa membawa barang-barang kita ke atas. mereka membawa keranjang besar yang mereka letakkan di punggung mereka bentuknya seperti keranjang penangkap ikan di sungai yang terbuat dari ayaman rotan dengan bagian atas yang besar dan terbuka sedang bagian bawahnya tertutup dan mengerucut kita dapat tawar menawar harga dengan mereka setelah itu mereka akan menaruh barang-barang bawaan kita di keranjang mereka dan bersama-sama mereka kita akan menuju tempat tujuan kita.
Perjalanan sampai keatas membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih selama dalam perjalanan kami bertemu penjual makanan dan minuman yang membuka kios-kios kecil di pinggir-pinggir jalan.akhirnya kami sampai di hotel mountain top inn & restaurant tempat kami menginap di kyaiktiyo.setelah menaruh barang-barang bawaan kami di kamar hotel.kami keluar dan berjalan-jalan.
Tidak jauh dari hotel kami menginap terdapat batu terletak di pinggir tebing yang dilihat dari posisinya sudah hampir jatuh diatas batu tersebut berdiri sebuah stupa kecil didekat batu ini terdapat halaman yang dibatasi pagar beberapa umat berdoa didepan batu ini ada juga umat maupun yang menyalakan hio disini dan tentunya berfoto.batu dan pagoda ini berwarna keemasan dan anggapan kami sepertinya batu dan pagoda ini juga dilapisi emas awalnya kami mengira inilah golden rock yang dimaksud megingat posisinya yang mirip dengan yang ada di foto yang kami lihat selain itu pengunjung tempat ini juga cukup banyak.namun kami merasa agak heran karena di foto golden rock terlihat sangat besar dan kuil yang ada diatas batu juga sangat besar namun batu ini tidak sebesar itu.bila di foto yang kami lihat ada halaman luas didepan golden rock dan dibawah golden rock tempat dimana para umat berdoa hal inilah yang menyebabkan kami ragu namun sepanjang perjalanan kami tidak melihat ada batu golden rock selain dari tempat batu golden rock ini kami melihat ada bangunan-bangunan lain yang letaknya ada di ujung dan cukup luas dan sedang direnovasi
akhirnya kami memutuskan untuk berjalan dan menuju bangunan tersebut dalam perjalanan kami semakin sering berpapasan dengan umat yang juga menuju ketempat yang kami tuju.sebelum memasuki kawasan tersebut di sebelah kanan terdapat kantor badan arkeologi Myanmar di tempat ini wisatawan membeli tiket untuk masuk kedalam kawasan golden rock seharga USD 6/orang atau 6000 kyat/orang.
didepan gerbang besar berdiri patung dua ekor singa sebagai penjaga gerbang sedang diatas gerbang terdapat ukiran burung mitologi disini kita akan menaiki tangga dan meletakkan sepatu atau sandal yang kita pakai disini atau bila membawa plastik kita dapat meletakkan sepatu maupun sandal kita didalam plastik setelah itu membawanya masuk kedalam.
Tidak jauh kami melangkah masuk kami melihat penginapan yang dikhususkan bagi warga asli Myanmar yang hendak berziarah kami melihat beberapa penghuni penginapan duduk-duduk diteras.di kyaiktiyo selain ada hotel-hotel umum yang menjadi pilihan wisatawan juga ada penginapan-penginapan yang dikhususkan menampung warga lokal yang hendak berziarah namun kemalaman dan terpaksa menginap.
Kami sempat memasuki satu bangunan yang sepertinya merupakan tempat ibadah kami bertemu para peziarah yang baru saja selesai berdoa didalam ada 6 patung nat seukuran manusia sepasang patung nat wanita dan pria dalam posisi berdiri.patung nat pria mengenakan pakaiaan tradisional berwarna merah dan sarung sebagai terusan juga sewarna dengan tangan kanan memegang pinggang sedang tangan kirinya memegang cangklong cerutu dan gong kecil melilit diantara jari-jari tangannya patung juga mengenakan ikat kepala merah disampingnya berdiri nat wanita mengenakan pakaian tradisional berwarna hitam dan sarung sebagai terusan juga sewarna keduatangannya menggemgam bunga berwarna putih didepan kedua nat ini terletak meja yang diatasnya terdapat persembahan berupa keranjang rotan berisi buah kelapa dan pisang.kedua patung nat ini mengenakan ikat kepala yang sewarna dengan pakaian mereka masing-masing dan disela-sela ikat kepala terselip uang kertas dari peziarah.terdapat juga tumpukan kain sarung dan kotak amal dari kaca tempat dimana umat biasanya menaruh sumbangan mereka
disamping kedua nat ini terdapat 4 nat 3 nat lelaki dan 1 nat wanita ketiga nat lelaki ini duduk disamping nat wanita yang dalam posisi berbaring dan diselimuti terpal berwana biru kedua nat lelaki mengenakan pakaian tradisional berwarna merah sedang satunya lagi yang duduk ditengah-tengah mengenakan pakaian berwarna hitam seperti dua nat disampingnya ketiga nat ini juga mengenakan ikat kepala ang diselipi uang kertas dari peziarah.ketiga nat ini memegang keranjang rotan besar.sedang diatas nat wanita yang berbaring tersebar uang-uang kertas didalam ruangan ini terpajang foto-foto nat disini.
Dari tempat ini kamimeneruskan perjalanan hingga sampai dilapangan yang luas ditengah-tengah terdapat bundaran yang merupakan titik pusat tempat ini diatasnya berdiri tiang dengan patung 4 dewa di sisi-sisinya sesuai arah mata angin dan diujung tiang berdiri patung burung mitologi Myanmar burung hamsa di sekeliling tiang ini berdiri 6 buah tiang dimana diatas tiang-tiang itu terdapat patung-patung hewan seperti gajah dan lainnya tepat diseberang tugu ini terdapat bangunan yang sekilas mirip tempat ibadah dengan adanya batu yang bertengger diatas atap bangunan ini.
Kami memperhatikan sekeliling selain ramai oleh peziarah tempat ini juga ramai oleh pedagang yang menjajakan barang dagangan mereka ada yang berbentuk gorengan ada juga pedagang yang memanggang makanan dan mengipas-ngipasnya sehingga baunya tercium kemana-mana,pedagang mainan yang menunjukkan mainan yang mereka jual kepada anak-anak yang berjalan bersama orangtua mereka.suasana ditempat ini seperti pasar malam meriah semuanya berkumpul dan berbaur baik muda dan tua.disini juga bermunculan tenda-tenda darurat ya bagi para peziarah yang tidak mendapatkan tempat penginapan mereka membangun tenda darurat sebagai tempat menginap mereka disini.tenda-tenda itu ada yang berukuran besar maupun kecil untuk yang besar biasanya ditempati oleh keluarga ataupun rombongan mereka juga nampaknya penuh persiapan terlihat dari kompor kecil yang mereka bawa untuk memasak air dan membuat kopi maupun teh.bagi yang belum beristirahat mereka bercakap-cakap di sekeliling tenda yang mereka bangun.ada juga yang cukup membentangkan alas berupa koran atau sarung dan mereka tidur diatasnya.kami membayangkan betapa dinginnya tidur seperti itu suhu udara di kyaiktiyo(golden rock) sangatlah dingin meski sudah mengenakan jaket dan pakaian berlapis tetap terasa dingin apalagi ini tidur diruangan terbuka tanpa ada penutup beralaskan lantai keramik.bagi yang ingin berdoa mereka memasuki tempat-tempat ibadah disekitar sini
konsentrasi umat terbesar ada di depan golden rock yang sedang direnovasi bagi yang bepergian ke Myanmar di bulan ini seperti kami pergi ke golden rock memberikan pengalaman yang kurang menyenangkan sudah perjalanannya jauh dan disambung naik truk keatas bukit dilanjutkan berjalan kaki mendaki bukit saat kita datang ternyata golden rck sedang direnovasi.
kami terpaksa puas hanya menyakasikan golden rock yang yang sedang diselubungi lembaran-lembaran tikar yang menutupi keseluruhan tubuh golden rock. hanya sebagian kecil puncak pagoda emas yang kelihatan yang juga dikelilingi jalinan bambu-bambu.antara golden rock dan peziarah terdapat pagar besi.didepan pagar besi terdapat tempat membakar hio dan menaruh persembahan kita bisa melihat tumpukan keranjang-keranjang kayu berisi buah-buahan yang ada diatas meja tempat pembakaran yang meninggalkan bekas menghitam di dinding tembok.lilin-lilin yang menyala dan bau harum yang ditimbulkan dari pembakaran hio serta kekhidmatan peziarah yang tetap berdoa maupun membaca kitab suci Budha ditengah udara malam yang menusuk merupakan suatu pemandangan yang luar biasa.
Pagi harinya kami kembali kesini ternyata meski langit masih pagi umat yang berziarah jumlah lebih banyak dari kemarin malam saat kami kesini semakin mendekati pintu gerbang semakin banyak peziarah yang kami temui bahkan hingga berdesaka-desakan.kami juga berpapasan dengan rombongan biksu yang juga berziarah dengan jubbah biksu berwarna merah.ada juga peziarah yang dibawa memakai tandu oleh empat orang keatas bukit.peziarah yang kemarin bermalam dan mendirikan tenda pagi ini mereka sudah mulai merapikan tendanya ada juga yang sedang sarapan pagi.
Di pagi hari golden rock kelihatan lebih jelas ada beberapa titik spot untuk mengambil foto bisa dari depan batu golden rock tepat didepan tempat meletakkan persembahan dan menyalakan lilin maupun dari bagian bawah batu golden rock.biasanya pengunjung dapat menfoto tepat dari bawah batu golden rock namun karena dalam proses renovasi kita harus mengambil foto dari jarak lebih jauh terdapat bambu-bambu yang dipalangkan sebagai batas yang tidak boleh dilewati pengunjung terlihat pengunjung berdiri dan berfoto dipinggir pembatas besi maupun memanjatkan doa.menurut kami pemandangan disinilah yang paling bagus jika golden rock sedang tidak direnovasi tentu perjalanan ke golden rock akan menjadi perjalanan paling mengesankan
golden rock merupakan satu tempat suci tujuan umat budha Myanmar berziarah ysng selalau ramai peziarah selain shwedagon paya di yangoon dan mahamuni pagoda di mandalay apakah yang menyebabkan hal itu.
bila kita perhatikan lebih seksama keberadaan golden rock ini melawan hokum gravitasi bumi.dalam hukum gravitasi bumi dinyatakan semua benda akan jatuh kebawah tanpa terkecuali.khusus pada golden rock hal ini tidak berlaku batu golden rock berada tepat di pinggir tebing sangat tipis dan posisinya pun tidak kokoh menempel namun hampir jatuh ini bisa dibuktikan dari para peziarah yang sering mendorong batu ini batu ini bergoyang dan bergerak namun tetap tidak jatuh kebawah seperti ada suatu kekuatan besar yang menghalanginya jatuh kebawah tebing dan menahannya tetap berada di tempatnya semula.kita memaat bayangkan saat renovasi ada puluhan pekerja yang bekerja diatas batu selain itu kami juga menyaksikan para biksu yang melakukan upacara diatas pagoda yang dibangun diatas batu juga bambu-bambu dan kayu-kayu yang digunakan sebagai tempat pijakan bagi pekerja dan tentunya pagoda setinggi 7,3 m yang ada diatas batu tentunya memberiakn beban yang berat bagi batu ini namun tetap tidak membuat batu ini bergulir jatuh kebawah.
Ada legenda berkaitan batu golden rock yang mungkin bisa menjelaskan hal ini menurut legenda sang budha dalam salah satu kunjungannya memberikan satu helai rambutnya kepada seorang pertapa bernama taik tha.oleh taik tha sehelai rambut sang budha diletakkannya dalam wadah yang aman kemudian taik tha pergi menghadap raja yang berkuasa di kawasan ini.biksu taik tha berkeinginan helai rambut sang budha tersebut akan diletakkan dalam kuil yang dibangun khusus untuk rambut tersebut dan kuil itu sendiri dibangun diatas batu yang memiliki bentuk seperti kepala biksu taik tha
Sang raja merupakan orang yang memiliki kemampuan suprantural yang hebat karena ayahnya seorang zawgyi atau alchemist (orang yang dapat mengubah barang-barang yang tidak memiliki nilai tinggi menjadi emas maupun benda berharga lainnya atau membuat ramuan yang dipercaya memberikan keabadian maupun umur panjang bagi yang meminumnya mirip penyihir) dan ibu putri naga (makhluk mitologi berupa ular besar yang dapat terbang dan sering diasosiakan dengan penguasa).
akhirnya raja dan biksu taik tha menemukan batu yang sesuai keinginan biksu taik tha didasar laut.dengan bantuan raja thagyamin yang merupakan raja penguasa surga dalam ajaran budha mereka mendapatkan tempat yang tepat untuk meletakkan batu tersebut adalah di daerah kyaiktiyo.
setelah batu tersebut berhasil diletakkan ditempat yang dimaksud sebuah pagoda pun dibangun diatasnya didalam pagoda inilah helai rambut sang budha ini disimpan.adanya helai rambut sang budha inilah yang menyebabkan golden rock tidak jatuh menuruni tebing kebawah.sedangkan perahu yang digunakan raja dan biksu taik tha untuk membawa golden rock dari laut ketempat ini berubah menjadi batu.batu inipun juga menjadi tempat suci bagi peziarah letaknya sekitar 300 m dari golden rock tempat ini dibangun pagoda dan dikenal dengan nama kyaukthanban pagoda artinya pagoda perahu batu.legenda juga menyatakan peziarah yang yang melakukan trekking dari base kimpun sebanyak 3 kali berturut-turut akan diberkahi dengan kekayaan dan kehormatan
Ingin mencoba ?
Setelah berkeliling dan mengambil foto akhirnya kami kembali ke Mountain Top Hotel untuk mengambil barang-barang kami dan menuju tempat keberangkatan truk.tempat keberangkatan truk ini berbeda dengan tempat malam sebelumnya truk yang kami naiki berhenti.letak keberangkatan truk ini lebih dekat dengan hotel hanya dibutuhkan waktu 10 menit berjalan kaki untuk sampai di sini.dibanding kemarin yang membutuhkan waktu hingga 1 jam lebih berjalan kaki.
saat kami datang sudah banyak peziarah yang rupanya juga akan kembali ke tempat mereka masing-masing.truk-truk silih berganti datang dan keluar membawa para penumpang baik yang akan menuju keatas maupun sebaliknya.setelah beberapa lama menunggu kami bersama peziarah lain menaiki truk yang setelah seluruh penumpangnya naik beserta barang-barang yang mereka bawa langsung berangkat.
Bila dalam perjalanana kemarin truk yang kami naiki dikendarai dengan kecepatan penuh karena menaiki bukit maka kini kebalikannya truk yang kami naiki banyak mengerem dan memperlambat jalannnya terutama karena medannya berkelok-kelok.setelah beberapa kali berhenti di tempat pemberhentian akhirnya truk yang kami naiki sampai di terminal bis kimpun dari sini kami mencari bis yang menuju ke yangoon namun tujuan kami adalah kota bago.
Tempat Menginap
1.Mountain Top Hotel
Inilah hotel yang kami pilih saat berada di golden rock sesuai namanya hotel ini berada di puncak bukit yang sama tempat golden rock berada alasan kami menginap di hotel ini adalah lokasinya yang dekat dengan golden rock dengan berjalan selama 10 menit kita tiba disana.hotel ini tidak besar dari luar lebih terlihat sebagai rumah biasa.untuk ruang kamar hotel biasa saja.untuk pelayanan baik dan kami sempat makan malam disini dan harganya normal.
Tarif: deluxe USD 85

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s