kyauktawgyi paya kuil budha dengan patung singa berwajah wanita


kayutangi paya kuil dengan patung singa kepala wanita

kayutangi paya kuil dengan patung singa kepala wanita

Kyauktawgyi paya dibangun raja pagan min ditahun 1847 M untuk menemukan pagoda ini cukup sulit kami harus sering bertanya kepada warga desa dan setelah mencari beberapa lama akhirnya kami sampai juga di pagoda ini.letak pagoda ini agak masuk kedalam dari jalan desa selain itu papan penunjuk arah juga ditulis dalam bahasa Myanmar yang tentu saja tidak kami mengerti.akhirnya kami bertemu seorang warga yang faham dan menunjukkan tempat Kyauktawgyi Paya kepada kami.

dan sampailah kami didepan tembok tua yang tingginya sekitar 5 meter.tembok ini terlihat tua namun masih nampak kokoh.untungnya pintu pagar pagoda ini tidak dikunci nampaknya tidak banyak wisatawan yang mengunjungi pagoda ini.kami bejalan masuk dan melintasi koridor dan sampai di gerbang biara terdapat patung singa berwajah wanita di kiri dan kanan sebelum tangga naik ke pintu masuk dengan menaiki tangga kami memasuki ruangan pagoda ini.saat didalam mata kami memperhatikan dinding pagoda dan kami menemukan lukisan fresco didinding yang indah dan berwarna serta masih jelas terlihat.

salah satu lukisan menggambarkan lukisan Myanmar dimasa abad 19 M sayang tidak terdapat keterangan tulisan mengenai lukisan ini namun mengingat pagoda ini dibangun saat amarapura merupakan ibukota  kerajaan besar kemungkinan luisan-lukisan yang ada disini menggambarkan kondisi amarapura saat itu.di lukisan ini nampak dua bangunan utama sebuah pagoda besar yang menjulang tinggi yang berada didalam tembok yang mengelilinginya lengap dengan pintu gerbang dan bangunan-bangunan dan juga jembatan didalamnya nampak pejabat,biksu dan warga biasa dan dibagian belakang pagoda ini nampak deretan pegunungan sedang langit diatas pagoda nampak awan berarak dan diantara awan-awan tersebut nampak dewa-dewa terbang.sedang diseberang pagoda terdapat sungai dimana perahu-perahu berlayar diatasnya ada perahu yang ukurannya lebih besar dan nampak mewah yang merupakan perahu milik bangsawan dan perahu yang didayung dengan sampan milik rakyat biasa.dibagian lain sungai itu tepat berhadapan dengan pagoda nampak bangunan bertingkat yang merupakan istana kerajaan terlihat kumpulan pasukan berkuda didepannya.

beralih kelukisan berikut letak lukisan ini di langit-langit yang melengkung sehinga kepala kita harus mendongak lukisan ini menggambarakan lukisan dewa yang sedang duduk bersemedi disebelah kanannya lukisan kepala raksasa dan diantara lukisan dewa dan raksasa terdapat tapak kaki sang budha disekeliling mereka dilukis juga bunga-bunga lukisan dewa dan kepala raksasa ini sepasang.didepan lukisan dewa di sebelah kiri ada lukisan lingkaran dengan gamabar hewan-hewan didalamnya yang merupakan zodiak dalam kalender Myanmar.dan disisi bawah dan atas lukisan dewa-dewa mengendarai awan .

lukisan lain menggambarkan tapak kaki sang budha dan dua raksasa berada diantaranya warna dasar lukisan ini merah.

Lukisan istana Myanmar yang lebih lengkap ada di dinding lain lukisan ini lebih lengkap melukiskan komplek istana bersama tembok benteng,parit,pepohonan,pejabat istana,rakyat biasa namun sayang kurang begitu jelas terlihat warnanya sudah pudar.

didalam kami menemukan parasasti bertuliskan ajaran budha berjudul namo tassa bhagavato arahato sammasam buddhihasa dibawahnya tertulis damai selamanya dan ada 10 atauran didalamnya.

Sebuah patung budha besar dalam posisi duduk terdapat di dalam ruangan utama patung Ini duduk diatas singgsana.jubah yang dikenakannnya berwarna kuning dan nampak keemasan terkena pantulan dari cahaya lilin-lilin yang dinyalakan didepan patung ini.terdapat tangga naik di sisi kanan patung budha ini.ruangan ini nampak gelap cahaya matahari tidak masuk keruangan ini.

Setelah menyaksikan lukisan fresco di dinding dan langit-langit pagoda ini serta patung budha besar di ruangan utama kami keluar dari pagoda ini setelah kami perhatikan di tiap sudut pagoda terdapat patung singa besar berwajah manusia namun mengenakan mahkota i

Selesai dari pagoda ini kami kami menyebrangi jembatan u bein menuju ketempat awal kami datang untuk selanjutnya menuju biara budha lainnya Maha Ganayon Kyaung

Follow pecintawisat di @TMIrfan

galeri foto di fotokita.net/lukisanindonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s