Benteng Dan Istana Mandalay pertahanan terakhir kerajaan myanmar


 

istana dan benteng mandalay

istana dan benteng mandalay

Ingin melihat istana dan benteng terakhir dinasti konbaung yang merupakan dinasti terakhir yang merdeka di Myanmar sebelum akhirnya seluruh Myanmar dikuasai pemerintah inggris

Datanglah ke istana dan benteng mandalay atau dalam bahasa Myanmar disebut juga mya nan san kyauw

Sejarah istana dan benteng mandalay berkaitan erat dengan pemindahan ibukota kerajaan dari amarapura ke kota mandalay yang dilakukan di jaman pemerintahan raja mindon min pembangunan istana dan benteng ini diperkirakan berlangsung dari tahun 1857-1859 M.

Pembangunan istana dan benteng ini setelah kekalahan yang dialami Myanmar dalam perang anglo Burmese ke 2 ditahun 1852 dimana Myanmar kehilangan beberapa bagian wilayahnya di delta sungai irrawady seperti (yangoon,bago) dan daerah pantai meliputi rakhine dan Negara bagian mon).akibat peperangan ini kas kerajaan terkuras sehingga raja mindon min memutuskan untuk membongkar istana di amarapura dan membawa bahan-bahan bangunan istana yang masih dalam kondisi baik untuk dibawa ke ibukota yang baru di mandalay menggunakan gerobak yang ditarik gajah untuk digunakan kembali membangun istana baru ini.istana mandalay selesai dibangun di tahun haris senin 23 mei 1859.strategi yang digunakan raja mindon min sangat dipuji rakyatnya karena menghemat biaya dan tenaga kerja dan efisien dalam segi waktu pengerjaan dibanding membangun istana dari awal yang tentunya akan sangat besar biayanya dan menguras kas kerajaan dan semakin membebani rakyat.

Istana dan benteng mandalay terletak di pusat kota mandalay dan jalan raya yang berada didepannya merupakan jalan lalulintas utama yang selalu ramai dilalui kendaraan setiap hari.dari seberang jalan kita dapat melihat bangunan benteng yang terlihat megah yang berdiri ditepi sungai besar yang memisahkan benteng ini dengan jalan raya utama didepannya untuk menghubungkan benteng dengan jalan raya didepannya dibangun jembatan sebagai penghubung keduanya.jembatan yang ada sekarang merupakan jembatan beton yang permanen dan dilalui kendaraan sehari-hari sedangkan jembatan asli saat raja dinasti konbaung masih bertahta di sini adalah jembatan yang terbuat dari kayu yang dapat dibuka ketika kondisi aman dan ditutup ketika musuh menyerang masuk.

Bagi wisatawan yang ingin melihat benteng ini dari dekat tanpa masuk kedalamnya dapat berjalan-jalan diatas trotoar  yang dibangun ditepi sungai yang berhadadapan dengan benteng.selain mendapatkan titik-titik terbaik mengambil foto ddinding benteng di trotoar ini juga terdapat informasi dan foto-foto benteng dan istana mandalay sehingga wisatawan akan lebih memahami sejarah bangunan ini.

Melewati jembatan yang menghubungkan benteng dan jalan raya wisatawan akan memasuki gerbang besar.disini pemeriksaan keamanan agak ketat karena selain merupakan  komplek istana raja Myanmar tempat ini juga merupakan markas militer angkatan bersenjata Myanmar.wisatawan cukup datang ke loket pembayaran dan membayar tiket seharga US$5/orang bagi wisatawan juga persiapkan passport jika kemungkinan ditanya petugas

Selepas membayar tiket wisatawan dapat langsung berjalan menuju istana mandalay.jalan menuju kesana lumayan jauh.bagi yang ingin lebih cepat ada pengendara becak yang akan mengantar kita menuju istana dan saat kita berkeliling dia akan menunggu kita dan mengantarkan kita kembali ke tempat awal.dalam perjalanan menuju istana kita akan sering bertemu tentara mynamar yang sedang berjalan sendiri maupun berombongan.disebuah lapangan kai menyaksikan tentara Myanmar yang sedang berlatih alat musik untuk upacara kemiliteran.ada beberapa blok jalan yang yang diberi portal dan terdapat pos penjagaan disini dengan tentara berjaga disekelilingnya sebelum sampai ke istana mandalay kami melewati komplek makam raja mindon dan keluarga istana makam ini dipagari dan juga merupakan kawasan dilarang mengunjungi dan menfoto sama seperti tempat kawasan militer.

Akhirnya sampailah kami didepan istana bagian depan istana memiliki 3 bangunan dimana bangunan yang ditengah merupakan bangunan utama sedang bangunan yang dikiri dan kanan merupakan banguanan pendukung .dihalaman istana terdapat 3 buah meriam kuno 2 buah meriam yang ukurannya sama besar terletak didekat tangga naik meriam tersebut diletakkan diatas roda.terdapat tulisan dalam bahasa Myanmar dan inggris yang menjelaskan meriam ini dibeli dari pabrik pembuat senjata di inggris diabad 19 dan terbuat dari besi.awalnya meriam ini hanya bisa bergerak maju dan mundur saat pertempuran dengan kreativitas teknisi Myanmar mereka dapat membuat meriam ini bergerak dan berputar 180 derajat dengan meletakkan meriam ini diatas kereta.ada juga meriam yang diletakkan diatas kereta dengan 4 roda dimana kereta ini mudah bergerak bebas sehingg dalam pertempuran keberadaan meriam ini sangat menguntungkan bagi tentara yang menggunakannya.dari tulisan yang terdapat di badan meriam ini diketahui meriam ini diproduksi sendiri oleh pabrik senjata kerajaan Myanmar di mandalay dan terbuat dari perunggu dan diberi nama yan pon khwin yang berarti dapat menghancurkan semua musuh.

Ruangan pertama yang kami masuki bernama ruang masuk timur di ruangan ini pengunjung dapat melihat foto-foto sejarah istana ini.di sebuah kota kaca kami melihat foto-foto raja mindon min bersama para permaisurinya.setelah itu di kotak kaca lainnya terdapat patung raja mindon min berama ratu satkyardavi duduk diatas singgsana.didekat patung ini di kotak kaca lain terdapat koleksi barang-barang istana seperti kipas,bejana,cangkir,tempat menaruh kaki raja,sandal raja.belati raja,sepatu raja dan benda-benda lainnya.keluar dari ruangan ini kita memasuki ruang kemenanangan disini terdapat singgsana dengan raja mindon min duduk diatasnya.beralih ke ruangan lain kita sampai di tempat kediaman raja thibaw min dan ratu suphayalat kita bisa menyaksikan patung keduanya duduk diatas singgasana.dibagian paling belakang istana terdapat ruangan yang menyimpan koleksi kereta kuno namun kondisinya terkunci dan tertutup.

Bila ingin melihat keseluruhan komplek istana mandalay dengan jelas pengunjung dapat naik ke menara pengawas yang terletak di bagian depan komplek istana.dulunya menara pengawas berfungsi sebagai tempat mengawasi pergerakan tentara lawan yang menyerang istana.untuk naik keatas menara pengunjung akan menaiki tangga yang berputar setinggi 24 m.tempat ini juga ramai oleh pengunjung mereka bersandar di pagar kayu yang mengelilingi tempat ini dan berfoto.bagi mereka yang lelah dapat duduk dilantai belum ada kursi dan bangku ditempat ini.pemandangan disini memang luar biasa pengunjung dapat melihat benteng,komplek istana secara lengkap dan kawasan sekitar istana  dengan jelas kisah juga menyatakan menara pengawas juga lokasi favorit raja thibawa min dan ratu supayalat menikmati panorama kota mandalay dan ironisnya dari menara inilah ratu supayalat juga menyaksikan masuknya tentara inggris ke istana mandalay dan mengakhiri kekuasaan dinasti konbaung dan kemerdekaan Myanmar

Istana yang kita saksikan sekarang merupakan hasil restorasi tahun 1990 an yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar karena saat perang dunia ke 2 istana ini hancur dan terbakar akibat pemboman yang dilakukan pihak sekutu dari udara.karena pihak tentara jepang saat itu menjadikan istana mandalay sebagai markas militer mereka yang selamat dari pemboman iu hanyalah menara pengawas.

Follow pecintawisat di @TMIrfan

galeri foto di fotokita.net/lukisanindonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s