Mingun Pahtodawgyi bangunan suci terbesar di myanmar


mingun paya

mingun paya

Kesan yang pertama kali terucap saat melihat bangunan ini adalah luar biasa Melihat dari ukuran,besar dan tingginya pagoda ini membuat semua orang terkagum.sebagai gamabaran tinggi pagoda ini mencapai 50 m sedang luas pagoda ini sangat masif.

Mingun Pahtodawgyi lokasinya tepat diseberang sungai Ayeyarwaddy disalah satu sisinya. bila kita dapat berdiri di puncak pagoda ini kita dapat melihat dengan jelas aktivas dan lalu lalang perahu yang berlayar diatas sungai Ayeyarwaddy.pagoda ini terletak di dekat jalan besar  sehingga mudah dicapai selain itu bangunannya yang menjulang tinggi dan merupakan bangunan tertinggi dikawasan ini memudahkan kita menemukannya.

Melihat bentuknya Mingun Pahtodawgyi merupakan bangunan suci yang paling berbeda dari bangunan suci lainnya yang ada di Myanmar.bila bangunan lainnya merupakan pagoda,biara maupun kuil yang selama ini kita lihat

Mingun Pahtodawgyi bentuknya merupakan bangunan berbentuk kotak empat persegi panjang dengan batubata merah sebagai bahan bangunannya. tidak ada stupa maupun pagoda di Mingun Pahtodawgyi.yang ada adalah pintu gerbang seperti pintu-pintu gerbang yang ada di pagoda-pagoda lainnya dan tentunya patung budha didalamnya.pengunjung akan menaiki anak-anak tangga yang bertingkat-tingkat untuk sampai di pintu masuk pagoda.dari kita dekat kita bisa melihat dua retakan besar yang cukup dalam dan hampir membelah bangunan ini atap bangunan inipun terpapas dan ada bagian atap yang hilang hal ini terjadi akibat gempa bumi besar yang terjadi di tanggal 23 maret 1839 M.

selain itu disekeliling bangunan ini dulunya terdapat tembok-tembok tebal yang mengelilinginya ini kami ketahui ketika kami mengelilinginya sama seperti bangunan Mingun Pahtodawgyi tembok-tembok inipun juga ada yang hancur dan retak-retak. Memasauki Mingun Pahtodawgyi kita akan melihat patung budha dalm posisi berdiri dengan jubbah emasnya yang diletakkan khusus dalam ruangan kecil selesai dari melihat patung budha kita keluar dan mengelilingi bangunan ini.sampai dibagian belakang akan kita lihat retakan-retakan yang lebih banyak dibanding didepan dan melihat dari tanaman ilalang yang tumbuh subur dihalaman belakang bangunan ini terlihat jelas wisatawan maupun peziarah jarang kesini mereka biasanya hanya mengunjungi bagian depan saja setelah itu mereka meneruskan perjalanan mereka ke tempat lain.banyak batu bata berserakan disini dan sama seperti didepan kita juga bisa melihat adanya pintu masuk kedalam bangunan dimana didalamnya terdapat patung budha meski dari luar terlihat patung budha ini kecil dan diletakkan diatas meja namun sangat berbeda dengan patung di depan yang lebih besar dan banyak dikunjungi wiasatawan dan peziarah tidaka ada peziarah maupun wisatawan yang mengunjungi patung budha ini.perancang bangunan ini juga memperhatikan pengaturan air terutama saat hujan tiba agar air tidak menggenang dan menimbulkan banjir yang dapat merusakkan struktur bangunan terdapat pipa-pipa yang akan mengalirkan kelebihan air keluar uniknya pipa-pipa ini berbentuk kelapa buaya ada puluhan mungkin yang masih bisa kita saksikan yang terpasang di dinding-dinding batu batu bata yang mengelilingi bangunan ini.

Sejarah Mingun Pahtodawgyi dimulai.raja bodawpaya menginginkan suatu bangunan suci yang ukuran maupun besanya melebihi bangunan yang sudah ada.dengan menggunakan ribuan pekerja yang berasal dari tawanan perang dan budak yang diperoleh dari ekspansi militernya dimulailah pembangunan tempat suci ini di tahun 1790 M.pembangunan ini membutuhkan biaya yang amat besar sehingga timbul pertentangan dari rakyat myanmar sendiri.awalnnya sang raja menginginkan tinggi pagoda ini mencapai 150 m namun ramalan muncul di masyarakat yang menyatakan bila pagoda ii selesai dibangn maka dinasti konbaung akan berakhir ada juaga ramalan yang menyatakan begitu pagoda ini selesai dibangun maka sang raja pun juga akan wafat. Ramalan yang timbul ini menggelisahkan sang raja sehingga mulai sejak itu meski pembangunan terus berlanjut namun kemajuannya lambat dimana para pekerja cenderung menunda penyelesaian pembangunan pagoda ini dan sang raja pun juga tidak seantusias awal ketika memerintahakan pembangunan pagoda ini.pembangunan pagoda ini berhenti total saat raja bodawpaya meninggal di tahun 1819 M saat itu ketinggian pagoda sudah mencapai 50 m masih 1/3 dari yang direncanakan awal raja penerusnya raja bagyidaw juga tidak meneruskan pembangunan pagoda ini.sebenarnya terdapat jebatan dengan pegangan dari besi yang dari bawah menuju puncak pagoda namun karena kondisi pagoda yang banyak mengalami kerusakan akibat gempa bumi  dan usia siapapun dilarang menaiki tangga tersebut.tepat diseberang jalan Mingun Pahtodawgyi terdapat 2 buah patung chinthe besar yang juga tinggal reruntuhan

Follow pecintawisat di @TMIrfan

galeri foto di fotokita.net/lukisanindonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s