Hsinbyume paya bukti cinta sang raja kepada permaisurinya


Hsinbyume paya tempat permaisuri raja dimakamkan

Hsinbyume paya tempat permaisuri raja dimakamkan

Dari mingun paya dan patung chinthe kita menuju Hsinbyume Paya jaraknya tidak terlalu jauh masih satu kawasan juga.agak berbeda dengan mingun paya dan patung chinthe yang jalannya besar dan tidak banyak bangunan disekelilingnya.di sekitar kawasan Hsinbyume Paya selain jalannnya lebih sempit kondisinya juga lebih ramai dengan adanay biara-biara dan pagoda yang berdiri di kawasan ini turis-turis yang menggunakan bus travel maupun backpacking juga banyak berlalu lalang disini kita juga akan sering bertemu para biksu  dan biksuni serta samanera (calon biksu) berajalan disini dan tentunya para pedagang yang mendirikan lapak-lapak dagangan mereka disini.

Kamipun tiba di gerbang Hsinbyume Paya yang berwarna putih disamping kiri dan kanan pintu terdapat 2 patung chinthe yang juga berwarna putih.diatas pintu terpasang papan bertuliskan Mya Thein Dan Pagoda dan dibawahnya tertulis hsin pyu shin ceti dengan warna dasar coklat.wisatawan yang malas menenteng-nenteng sepatu dapat menitipkan sepatu mereka di tempat penitipan yang dijaga warga lokal atau meletakkan di depan pintu masuk sepanjang pengalaman kami meski menaruh sepatu maupun sandal diluar tidak pernah sekalipun kami maupun wisatawan lain yang masuk ketempat suci kehilangan sepatu maupun sandal mereka jadi tidak perlu khawatir kehilangan sepatu maupun sandal saat memasuki tempat suci di Myanmar.

Saat kami memasuki pintu masuk selain berpapasan dengan wisatawan asing juga bertemu  para biksuni yang mengenakan jubah warna merah muda.kami berjalan masuk pintu gerbang kemudian menaiki tangga dan setelah melewati pintu masuk yang lain kami tiba di tempat yang lebih lapang disinilah pagoda Hsinbyume berada saat kami datang nampak puncak pagoda ini sedang direnovasi namun wisatawan tetap dapat mengunjunginya.di jalan yang mengarah ke pagoda di bagian kiri terdapat kios yang menjual video akan pagoda ini dan ceramah agama budha.di bagian kanan jalan berjejer pot-pot berisi bunga dari sini kita bisa melihat bangunan pagoda yang sama seperti pintu didepan juga berwarna putih.melihat bentuk pagoda ini mirip seperti bentuk gunung melebar dari bawah dan mengerucut diatas.pagoda ini memiliki 5 lantai untuk sampai keatas.masing-masing lantai memiliki pintu dan tangga menuju ke lantai atas.pengunjung dapat berjalan menyusuri tangga ini.di lantai teratas bangunan utama pagoda yang kita lihat dari jauh tadi berada.pagoda ini memiliki satu pintu masuk besar yang tepat ditengah-tengah bangunan di pintu ini terdapat tangga naik keatas saat menaiki dan akhirnya tiba di atas kita akan berada di sebuah ruangan ditengah-tengah ruangan terdapat patung budha berukuran sedang dalam posisi duduk mengenakan jubah berwarna kuning duduk diatas singgasananya di kiri dan kanan nampak jambang berisi bunga segar disisi lain dari ruangan ini juga terdapat temat mebakar hio dari besi.ruangan tempat patung budha berada inilah merupakan ruangan utama dari pagoda ini.selain naik tannga dari pintu masuk utama pengunjung juga dapat naik dari tangga yang berada disisi kiri dan kanan pintu masuk utama menyusuri tangga tersebut kita malah dapat mengitari setiap lantai pagoda ini jumlah lantai yang mengelilingi pagoda ini berjumlah 5.setelah kita melihat patung budha ini dan keluar dari halaman yang mengelilingi pagoda kita juga bisa m elihat lapang keseluruhan wilayah ini.saat mengelilingi pagoda ini kita akan melihat adanya ruang-runag kecil sekeliling pagoda yang berisi patung budha maupun patung naga.nama yang pas  untuk pagoda ini mungkin adalah pagoda putih karena seluruh tubuh pagoda ini termasuk pintu gerbang yang berada di luar berwarn putih.

Menurut sejarahnya pagoda ini dibangun oleh raja bagyidaw ditahun 1816 sebagai pengingat atas permasurinya yang juga merupakan sepupunya putri hsyinbume atau putri gajah putih (1788-1812) yang meninggala saat melahirkan bayinya.akibata gempa bumi besar yang juga merusakkan pahtodawgyi paya dan patung chinthe besar pagoda ii juga mengalami kerusakan hebat namun di masa pemerintahan raja mindon min pagoda ini diperbaiki di tahun 1874 M dari Hsinbyume Paya kita bisa langsung menuju mingun bell jaraknya cukup dekat bisa dengan berjalan kaki.

Follow pecintawisat di @TMIrfan

galeri foto di fotokita.net/lukisanindonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s