Melihat Sekolah Laskar Pelangi


langit cerah diatas SD Laskar Pelangi

Laskar pelangi takkan terikat waktu

Jangan berhenti mewarnai bumi

Jutaan mimpi di bumi

Lirik diatas adalah petikan lagu laskar pelangi yang dinyanyikan salah satu band terkenal di tanah air band Nidji dan menjadi soundtrack film dengan judul yang sama dimana ide film ini berasal dari novel laris berjudul laskar pelangi yang ditulis Andrea Hirata yang menjadi best seller.

Film laskar pelangi tidak saja menjadi film box office dimana selalu ramai saat pemutarannya di bioskop-bioskop tanah air namun juga membuat Belitung tempat dimana kisah ini terjadi dan juga merupakan tempat syuting film menjadi tujuan wisata baru yang terkenal

Meja dan kursi lasakar pelangi

sepanjang film laskar pelangi kita disajikan keceriaan tokoh dalam novel ini ikal,lintang sahara,mahar,a kiong,syahdan,kucai,borek,Trapani,harun yang dibimbing guru mereka bernama Ibu Muslimah termasuk keindahan pantai-pantai di Belitung dengan pasirnya yang putih dan halus dan batu-batu besar yang mencuat dari dasar laut maupun bertebaran di pinggir pantai.

Kisah laskar pelangi terjadi di desa gantung,kecamatan manggar,kabupaten Belitung Timur,Propinsi Bangka Belitung (Babel)

di bulan juni tahun 2011 lalu kami mengunjungi desa gantung dari kami menuju ke desa gantung dari kota tanjung pandan lama perjalanan menuju ke desa ini sekitar 2 jam.tempat pertama yang kami kunjungi adalah replika sekolah SD laskar pelangi.replika ini dibuat berdasarkan gambaran SD Muhamadiyah tempat kesepuluh tokoh dalam novel bersekolah yang diberikan Andrea Hirata sang penulis novel dan juga tokoh Ikal dalam kisah laskar pelangi.SD Muhamadiyah yang asli sudah dirobohkan sejak lama sehingga dibangunlah replikanya yang menjadi tempat syuting film ini.

ruang kelas SD Laskar pelangi

Untuk menuju replica SD ini kami melewati jalan-jalan yang berpasir putih dan pemukiman warga.kami menemukan letak SD replica ini diatas tanah yang lebih tinggi dari sekitarnya mirip gundukan.mobil yang kami sewa kami parkir dibawah dan kami melanjutkan dengan berjalan kaki naik keatas.

Setiba diatas dihadapan kami bangunan dengan dinding dari kayu yang sudah lapuk dan atap seng yang berkarat akibat cuaca.di pintu masuk kelas masih terdapat papan bertuliskan SD laskar pelangi.kami memasuki kedalam kelas dan terdapat lemari kayu yang dulunya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku-buku dan dokumen berkaitan dengan siswa.dengan meja kecil dan kursi didepannya merupakan tempat duduk guru yang mengajar.dan papan tulis hitam yang disalah satu sisinya sudah rusak.kursi dan meja tempat lascar pelangi belajar tersusun didepan meja guru dan papan tulis.ruangan kelas ini memang kecil hanya bisa menampung 10 siswa sesuai gambaran dalam buku dimana SD ini hampir dibubarkan karena kekurangan murid.kami sempat duduk di kursi guru dan kursi murid dan membayangkan kisah yang terjadi puluhan tahun yang lalu saat Ibu Muslimah dan guru lain dengan keterbatasan sarana tetap bersemangat mengajar ke 10 laskar pelangi dan hingga akhirnya mereka menjadi orang-orang yang berhasil di kemudian hari.

Setelah 20 menit berada di SD laskar Pelangi kami meninggalkan tempat ini dan teringat ungkapan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan itu benar adanya kisah laskar pelangi telah membuktikan itu.di pelosok tanah air dimana akses jalan sulit dan kondisi sekolah yang kurang memadai akan selalu ada kisah anak-anak yang bersemangat bersekolah dan guru-guru yang dengan penuh cinta mengajar anak-anak tersebut mencapai cita-cita mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s