Pesona Desa Adat Waerebo,NTT


Selama ini tujuan utama turis saat berkunjung ke Flores,NTT adalah ingin melihat langsung komodo kadal raksasa yang hidup di pulau Komodo dan pulau Rinca satu-satunya hewan pasejarah yang masih hidup hingga sat ini
Padahal selain komodo masih ada obyek wiasat lain yang juga sama menariknya baik kekayaan alam maupun budaya yang bila dikelola secara baik akan menjadi tujuan wisatawan
Kali ini kita akan membahas desa waerebo salah satu desa tradisional yang ada di pulau Flores
Perjalanan kami ke desa waerebo dimulai dari kota Labuan Bajo setelah sebelumnya kami mengunjungi pulau Komodo dan Pulau Rinca
Kami berangkat dari kota Labuan Bajo pagi hari dan tiba di desa dinge titik terdekat menuju desa waerebo malam hari

DSC_4960
Kami menginap di rumah Bapak Blasius Monta yang juga digunakan sebagai tempat penginapan bagi wisatawan yang hendak menuju desa waerebo
Bapak Blasius Monta sudah lama menyewakan ruangan di kediamannya kepada wisatawan terdapat foto-foto wisatawan dan tulisan-tulisan berisi kesan-kesan selama mereka tinggal disana
Pagi harinya setelah makan pagi kami memulai trekking menuju desa adat waerebo dengan dibantu seorang guide
Sebelum berangkat kami sudah mendapat penjelasan bahwa untuk sampai ke desa waerebo kami akan memerlukan waktu sekitar 4-5 jam
Ada 3 pos yang kami lewati

DSC_4549
pos pertama terletak di dekat sungai kecil belum terlalu jauh memasuki hutan
kemudian melewati kerimbunan hutan dan jalan yang longsor akibat hujan serta jalan yang naik turun serta berkelok-kelok mengikuti alur bukit kami tiba di pos kedua yang terletak didataran tinggi disini satu-satunya lokasi tempat kita bisa mendapatkan sinyal telefon
sepanjang perjalanan kami kadang berpapasan dengan penduduk desa waerebo yang sedang menuju ke bawah maupun ke atas
penduduk desa waerebo yang ke bawah umumnya membawa hasil kebun seperti kopi,cokelat,madu dll untuk dijual dan juga jerigen-jerigen kosong untuk diisi minyak tanah
sedangkan bagi warga yang kembali ke desa umumnya mereka membawa beras serta minyak tanah
kami tiba sekitrar jam 12 siang di desa adat waerebo
desa adat waerebo terletak di daerah mirip cekungan dari tempat kami berdiri kami bisa melihat 7 buah rumah berbentuk runcing keatas dengan atap dari daun dan struktur bangunan dari kayu
kami disambut Bapak Isidorus Ongkol bersama para pemimpin masyarakat lainnya dari pembicaraan kami dengan beliau kami mendapat informasi penerangan di desa waerebo masih menggunakan minyak tanah untuk menyalakan genset dan menyalakan lampu-lampu yang menerangi desa
listrik belum masuk di desa ini namun ada sudah ada rencana mahasiswa dari satu Universitas negeri hendak membangun pembangkit listrik tenga hidro memanfaatkan aliran air semoga bisa cepat terwujud
rumah di desa waerebo terdiri dari
rumah gendang (tempat menyimpan gendang yang akan digunakan dalam acara-acara kebudayaan) rumah menerima tamu (rumah yang dibangun untuk menerima tamu yang menginap) dirumah ini juga Pak Isidorus beserta pemimpin desa lainnya menyambut kami dan juga tempat kami menginap )
5 rumah lainnya merupakan rumah warga yang sudah ada sejak dahulu sedang 2 rumah lainnya belum lama dibangun
Untuk rumah di desa waerebo merupakan milik bersama satu rumah dapat dihuni oleh 7 keluarga dan rumah itu tidak boleh dijual.
Seperti desa tradisional lainnya di Flores terdapat compang lingkarang tersusun dari batu-batu berbentuk melingkar yang menjadi tempat berkumpulnya warga saat ada acar pesta maupun acara keagamaan menyambut natal maupun tempat pertunjukkan budaya seperti tari ca ci
Untuk pendidikan klanjutan SLTP,SMU dan Universitas anak-anak desa waerebo akan tinggal bersama saudara-saudara mereka di kota sedang untuk sekolah dasar terdapat di Desa Dinge
Tinggal di desa Dinge menyenangkan udara pegunungan yang bersih dan sejuk serta dingin serta masyarakat yang ramah merupakan alasan para wisatawan senang mengunjungi desa ini
Kami hanya bermalam 1 malam di desa waerebo pagi harinya kami berpamitan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s