Pekan Budaya Ragam Budaya Papua Orang Kamoro


Papua yang merupakan propinsi yang terletak paling timur dari NKRI selain memiliki kekayaan alam yang luar biasa baik mineral maupun keragaman hayati baik flora maupun fauna Burung Cenderawsaih burung cantik yang hidup di wilayah papua meruapakan ikon papua dan juga kebanggaan nasionalkeindahan alamnya juga sangat memukau kita tentu mengenal raja ampat sebagai mutiara wisata papua bahkan dinobatkan oleh banyak para diver internasional sebagai tempat diving terbaik didunia Untuk budaya kita pastinya terpukau dengan keindahan seni ukir suku asmat diamna hasil ukiran mereka dicari banyak penikmat seni baik dalam maupun luar negeri

Tanggal 5 Agustus 2012 lalu kami datang ke BBJ (Bentara Budaya Jakarta) yang terletak di Jl.palmerah raya kantor KOMPAS untuk melihat pameran pecan ragam budaya papua orang kamoro tinggaln budaya maramowe event ini sendiri berlangsung di BBJ dari tanggal 31 Juli-5Agustus 2012 edtelah sebelumnya acara ini diadakan di BBB (Bentara budaya Bali) 22 Juni-1 juli 2012 acara ini terselenggara oleh papua center fakultas Ilmu social (FISIP) Universitas Indonesia (UI) acara ini juga didukung kalman karl muller yang mengumpulkan dan memilih segenap benda budaya masyrakat komoro di Timika ,kabupaten Mimika,propinsi papua serat keterlibatan Rudy badil

Seperti yang sudah kami duga sebelumnya pameran ini seperti pengunjung bahkan awal melihat kondisinya kami pikir pameran ini sudah selesai

Kami melewati gerbang dengan dimana terdapat patung dari kayu karya budaya marowame dan mendaftar di penerima tamu kami mendapat majalah bertuliskan KAMORO tinggalan budaya yang berisi informasi  kehidupan suku Komoro

Terdapat 3 ruang pameran dalam gedung ini

Di ruang pameran ke 1 yang merupakan ruang pamer terbesar kami melihat

  1. foto rumah tempat tinggal suku komoro
  2. foto para pematung suku komoro dengan hasil karyanya
  3. patung berukir ukuran kecil
  4. patung berukuran menengah
  5. patung berukuran besar bahkan lebih tinggi dari penulis sesndiri
  6. pakaian perang

P1000171

  1. kendang
  2. ukiran-ukiran kayu berbentuk dan bermotif hewan seperti ikan,burung,buaya maupun manusia
  3. perisai perang dengan berbagai pola dan bentuk dan berukir indah

10. anak panah

11. busus panah

12. pakaian warga komoro dengan daun rumbia

13. dayun g-dayung perahu

Ruang pameran 2

Ruangannya lebih kecil dari yang pertama koleksinya hampir sama dengan di rungan yang pertama mayoritas koleksinya adalah

  1. ukiran-ukiran ukuran kecil hingga menengah yang sangat cociok diletakkan di atas meja maupun digantung di dinding
  2. Disini juga ada patung besar mirip yang kami temui di pintu gerbang dan patung-patung berukuran langsing namun setinggi manusia
  3. Setelah menyaksikan seluruh koleksi diruangan kami keluar dan sempat berfoto bersama warga asli suku Komoro yang ikut dalam dalam pameran itu

Ruang pameran ke 3

Ruang pameran ini lebih besar disbanding runag pamer ke 2 namun lebih kecil disbanding ruang pamer ke 1

Di ruang pamer ke 3 benda-benda yang ditampilkan adalah

  1. peralatan rumah tangga
  2. tombak yang digunakan untuk berburu ikan di sungai
  3. jaring menagkap ikan
  4. tunu alat tiup yang terbuat dari kerang atau bambu kebetulan yang di pamerkan di pameran ini terbuat dari kerang yang memiliki satu lubang untuk meniupnya.tiupan tunu digunkanan memulai upacara adat maupun mulainya satu peperangan
  5. panah dan busur untuk berburu
  6. kapal dari kayu untuk melihat dari ukurannya yang kecil dan hanuya cukup untuk 2 orang saja kapal ini digunakan untuk transportasi melalui sungai-sungai yang banyak terdapat di komoro dan mencari ikan terdapat dayung untuk menggerakannya namun tentunya diperlukan keterampilan untuk mengendarai kapal sekecil  ini

sekitar jam 12.30 kami meninggalakan BBJ sejak kami masuk pukul 11.46 ada waktu 45 menit kami berkeliling disana kami bertemu beberapa pengunjung di pameran ini baik warga Indonesia maupun warga asing

secara keseluruhan pameran ini sangat baik dalam penyelenggaraannya ini terlihat dari pengaturan koleksi yang rapid an setiap koleksi yang ditampilkan diberi catatan nama alat dan kegunaannya

Informasi suku Komoro dari buku yang kami dapat

  1. dalam pengucapan sering disebut komoro atau mimika namun para tetua lebih suka disebut orang mumuika
  2. wisatawan akan mendarat di bandara kokonao yang terletak di kota tua kokonao
  3. transportasi mencapai daerah ini bisa melalui udara maupunmelalui laut
  4. seperti masalah yang umumnya dihadapi daerah lain biaya bahan bakar dan pangan mahal karena masalah transportasi
  5. seni ukir kamoro menghadapi tantangan di masa depannya kareana pemuda-pemuda komoro kini lebih tertarik mengadu nasib di kota walau menjadi tenaga kasar disbanding menjadi pengkukir kayu.hal ini disebabkan lebih mudahnya mendapat uang dibanding menjadi pengukir kayu yang membutuhkan waktu bertahun-tahunberbeda dengan wilayah lain di Indonesia dimana setiap orang dapat menjadi pengukir kayu siapapu  dia asalkan memiliki bakat dan minat di masyarakat kokonao ada pembagian dimana hanya kaum lelaki yang bisa menjadi maramowe (pengukir) dalam bahasa komoro namun tidak semua lelaki bisa menjadi maramowe karena status ini diturunkan turun-temurun inipun dibagi lagi dimana tiap kelompok maramowe hanya diijinkan mngukir motif-motif tradisional tertentu dan tidak boleh mengerjakan motif milik kelompok lain

marilah kita merndukung kelangsungan budaya komoro dengan membeli hasil ukiran kayu mereka dan mengunjungi komoro

masih banyak sekali keindahan alam & budaya papua yang harus kita telusuri

jika bangsa lain kagum dan mencintai budaya mengapa kita sebagai orang Indonesia tidak bisa bersikap sama

Muchamad Irfan

2 thoughts on “Pekan Budaya Ragam Budaya Papua Orang Kamoro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s