Sawarna 19-21 Agustus


Sebenarnya niat mengunjungi desa sawarna yang terletak di bayah,Jawa barat sudah lama direncanakan Baru pada libur hari raya idul fitri tahun ini bisa terlaksana.Setelah selesai melaksanakan shalat Idul Fitri dan bersilaturahmi dengan tetangga sekitar
Akhirnya pukul 8.47 WIB kami berangkat jalan-jalan di ibukota Jakarta yang biasanya ramai dan macet hari itu telihat lengang hanya tidak banyak kendaraan yang terlihat hal itu mungkin karena sebagian besar warga masih bersilaturahim dengan tetangga dan.
Rute perjalanan yang kami ambil adalah masuk ke Tol Jagorawi-Tol Ciawi-Cibadak-kota sukabumi –pelabuhan ratu-bayah-desa sawarna
Berbeda dengan kota Jakarta yang lenggang lalu lintas di cibadak dan kota sukabumi cukup ramai dan dibeberapa titik terjadi kemacetan meski tidak terlalu lama.
Di pelabuhan ratu kami beristirhat sejenak dan makan siang di tempat ini Perjalanan kami lanjutkan dan setelah berungkali bertanya kepad setempat akhirnya kami tiba di desa sawarna sekitar pukul 14.20 disini cukup ramai ternyata banyak keluarga-keluarga di Jakarta yang berlibur disini terlihat dari pelat kendaraannya.Bagi yang membawa kendaraan tersedia area parkir yang cukup luas
Untuk memasuki desa sawarna pengunjung akan melewati jembatan gantung dari kayu.melalui jembatan kayu pengunjung akan merasakan jembatan bergoyang-goyang saat dilewati teruatama saat banyak pengunjung yang melintas terutama bila sepeda motor ikut lewat .


Lepas dari jembatan kayu kami berjalan selam sekitar 5 menit dan tiba di penginapan clara yang telah kami pesan sebelumnya yaitu Pondok Clara.Pondok clara memiliki sekitar 5 rumah yang bisa disewa dan menggunakan bahan-bahan dari alam seperti kayu dan bambu.
Sekitar jam 4 sore kami menuju pantai pasir putih.letak pantai pasir putih hanya beberapa ratus meter dari penginapan sekitar 8 menit berjalan kaki kamipun tiba di pantai pasir putih.


Di pantai banyak pengunjung bersama keluarga berjalan-jalan di pinggir pantai menikmati kelembutan pasir .atau duduk-duduk di warung-warung yang ada di sekitar pantai khusus untuk pantai pasir putih serta pantai di karang layar terlarang bagi pengunjung untuk berenang dikarenakan arusnya yang besar dan adanya karang-karang tajam sehingga berbahaya.Sudah ada beberapa pengunjung yang hilang tersapu ombak sebab itu terdapat papan pengumuman dilarang berenang di kawasan ini
Sambil berjalan di atas pasir pantai pasir putih kami melanjutkan perjalanan ke Karang layar Untuk perjalanan menuju karang layar agak jauh sekitar 1 Km lebih membutuhkan waktu sekitar 30 menit.Untuk jalan yang diambil kita bisa menyusuri pantai atau mengambil jalan melewati tanah lapang Bagi yang lebih ingin cepat tersedia ojek yang dapat mengantar ke tujuan
Dari kejauhan terlihat 2 bukit berbentuk runcing berdampingan itulah yang disebut karang layar Letak karang layar menjorok ke laut disekitarnya terdapat batu-batu karang yang landai mirip sebuah lapangan sehingga kita bisa berjalan diatasnya dan dibeberapa tempat terdapat cekungan-cekungan berisi air dimana kadang-kadang terdapat ikan dan tumbuhan air didalamanya.


Karang layar yang terdiri dari 2 buah puncak runcing letaknya agak menjorok dari bibir pantai di sekelilingnya terdapat batu-batau karang berwarna hitam yang menjadi pagar penghalang ombak banyak pengunjung yang mengambil foto berlatar belakang karang layar bahkan ada beb erapa yang naik meski sudah ada larangan bagi pecinta fotografi selain karang layar ,deburan ombak yang menghantam karang juga merupakan obyek foto yang menarik.


Dibanding pasir putih karang layar lebih menarik pengunjung di sore hari karena mereka ingin menyaksikan sunset disini bila sedang beruntung kita dapat menyaksikan mathari tepat terbenam di air laut bila cuaca tidak mendung tentunya
Hari itu kami matahari kadang muncul dan kadang hilang meski kami menunggu hingga langit gelap momen matahari terbenam di air tidak kami dapatkan.Kami meninggalkan karang layar saat langit sudah gelap dan kembali ke penginapan Di penginapan kami berbicara dengan guide yang akan mengantrkan kami ke 3 obyek wisata pari lagoon,Goa lalay dan pantai manuk.

Hari 2
Pagi ini kami bangun jam 4.30 tidak beberapa lama guide yang akan mengantar kami pun tiba masing-masing membawa senter selain untuk menerangi jalan ke pari lagon juga untuk caving di goa lalay Sebelum kami berangkat rombongan besar lain datang dari Jakarta suasana pagi segera berubah menjadi semarak dengan kedatangan mereka.vila-vila segerea terisi penuhKami berjalan menembus kegelapan malam beruntung langit cerah dan bintang bersinar pertanda kemungkinan esok hari juga akan cerah


Setelah berjalan lebih kurang 1 jam kami tiba di lagon pari Dinamakan lagon pari karena melihat bentuknya pantai ini mirip cekungan yang diapit bukit di kedua sisinyasehingga posisinya terlindung dan ombak disini tidak sebesar di pantai pasir putih karang layar sehingga lebih aman untuk berenang Lokasi yang aman untuk berenang terletak di tempat bibir pantai yang landai tempat berlabuhnya kapal-kapal nelayan Matahari terbit dari balik bukit yang terletak disebeklah sisi kiri kami segera saja seluruh pengunjung yang ada segera membidikkan kameranya


Sekitar pukul 7 pagi kami meninggalkan klagon pari kembali ke penginapan untuk makan pagi dan beristirahat
Setelah semuanya siap bersama guide kami menuju goa lalay bagi yang membawa mobil dapat dititipkan di halaman penduduk setelah itu berjalan kaki sekitar 20 menit dan melintasi jembatan kayu sedang bagi rekan-rekan yang ingin praktis lebih baik menggunakan jasa ojek kareana jaraknya yang jauh dari penginapan

goa lalay terleatka dikaki bukit cukup banyak juga pengunjung yang datang sepanjang perjalanan kedalam goa kami berpapasan dengan merekabila ingin memasuki goa lalay disarankan membawa senter yang sinarnya terang karena kondisi didalam gelap dan bagi siapapun yang masuk kedalam goa lalay juga harus memakai guide demi keamanan dan keselamatn diri karena meski nampaknya air didalam goa lalay tidak tinggi hanya sekitar mata kaki-dengkul tingginya kewaspadaan dan kehati-hatian tetap harus dijaga


kegunaan senter selain menerangi jalan dalam goa juga sebagai sumber cahaya untuk membantu kamera dalam mengambil obyek foto dalam beberapa kasus menggunakan kamera SLR tidak dapat mengambil foto karena cahaya yang terlalu minim dari obyek foto ataupun bila bisa mengambil hasil fotonya gelap dan tidak bagus dalam menjelajahi goa selain bertemu stalagtit dan stalagmite beberapa kali kami juga harus melalaui jalan yang berlumpur dan licin semakin kedalam tercium bau kelelawar tidaklah mengherankan kareana goa ini meruapakan kediaman ratusan ekor kelelawar
menurut guide yang memandu kami selain goa lalay ada 2 goa lagi yang memiliki potensi wisata lebih bagus dari goa lalay anmun belum dibuka untuk umum menunggu penelitian dari para ahli apakah aman untuk dijelajahi atau tidak semoga saja dalam waktu dekat ke 2 goa tersebut sudah dinyatakan aman dan dibuka untuk tujuan wisata
selepas goa lalay kami langsung menuju pantai manuk ternyata di luar dugaan kami ketika kami tiba sekitar pukul 11.00 pantai manuk penuh dengan pengunjung hampir tidak ada bagian pantai yang tidak ada pengunjungnya
pengunjung memadati warung-warung di sekitar pantai pengunjung ada yang berenang-renanag maupun berjalan-jalan dan duduk di sekitar pantai bahkan mencari tempat parkir pun susah arus lalu lintas juga sangat ramai tidak henti-hentinya sehingga terjadi kemacetan
melihat kondisi pantai seperti ini kami tidak begitu lama disini rencana menuju ke pukau manuk tempat dimana sering burungburung beterbangan di antara karangnya pun kami batalkan setelah melihat arus air semakin dalam dan kekhawatiran terjadainya pasang yang akan memutuskan jalan antara pantai manuk dengan pulau manuk
setelah kembali ke penginapan dan beristirahat jam 4 sore kembali kami menuju karang layar dan akali ini kami beruntung kami bisa menyaksikan matahari bulat berwarna merah menyala di senja hari yang perlahan-lahan tenggelam
pagi harinya setealah merapikan barang-barang untuk pulang kembali ke Jakarta kami sempatkan lagi menuju pulau manuk kali ini karena masih pagi pantai masih sepi sehingga kami segera memarkir kendaran dan berjalan di pasir pantai manuk dan berjalan diatas batu-batu dibawah permukaan air laut yang membentuk jalan menuju pulau manuk
pulau manuk sendiri sebenarnya bisa dikatakan daratan yang memiliki bukit karang yang letaknya terpisah dari pantai di pulau manuk kadang terlihat burung-burung beterbangan terutam burunng-burung laut akhirnya setelah mengambil beberapa foto disini kami memutuskan segera kembali ke penginapan


tepat pukul 9.30 kami meninggalkan desa sawarna saat kami meninggalkan desa sawarna.saat kami pulang semakin banyak pengunjung yang datang sehingga terjadi kemacetan
akhirnya setelah lebih 8 jam berkendara kiami tiba di Jakarta seperti sudah diprediksi kemacetan terjadi diman-mana jalur pelabuhan ratu sangat penuh dengan kendaraan baik mobil pribadi,bus,motor b hkan truk dan mobil bak terbuka yang di penuhi penumpang walau itu sebenarnya sangat berbahaya bagi keselamatan mereka sendiri dan pengguna jalan lainnnya.bahkan karena padatnya arus lalulintasyang mengarah ke pelabuhan ratu dari Sukabumi maka arus kendaraan yang melalui pelabuhan ratu yang mengarah ke Sukabumi dialihkan ke jalur lain tidak melalui kota namun melalui pinggiran kota
Ringkasan
1.perjalanan ke desa sawarna cukup jauh perlu waktu sekitar 6-8 jam berkendaraan dari Jakarta tergantung kondisi lalulintas
2.kondisi jalan menuju ke desa sawarna umumnya bagus meski ada beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan namun tidak banyak
3.tersedia banyak penginapana maupun rumah yang disewakan warga harganya pun relatif terjangkau sekitar Rp 200.000,00-Rp 300.000,00
4.bagai para pengunjung dianjurkan mematuhi larangan seperti berenang di pantai pasir putih dan karang layar karena arus dan ombaknya yang kuat sudah beberapa pengunjung yang hilang dan tewas akibat tenggelam maupun tersapu ombak
5.jarak pantai pasir putih dari tempat menginap tidak terlalu jauh jadi bisa berjalan kaki sedang tujuan wisata lainnya seperti karang layar,pari lagon,goa lalay dan pantai manuk agak jauh.Bagi pengunjung yang suka berjakan kaki pari lagon dan karang layar masih nyaman sedang goa lalay dan pantai manuk lebih baik menggunakan kendaraan pribadi atau sewa ojek kareana jaraknya yangjauh dan perjalanan kesana melalaui jalan raya yang cukup ramai arus lalu lintasnya
6.tempat terbaik menyaksikan sunrise adalah pari lagon bila ingin menyaksikannya harus bangun pagi-pagi sedang untuk sunset adalah karang layar selain itu sunset juga bisa dinikmati di pantai pasir putih dan sunrise di pantai manuk tapi tidak sebagus di pari lagon maupun karang layar
7.bila ingin menyeberang melalui jalan di bawah air dari pantai manuk ke pulau manuk sebaiknya pagi hari jangan terlalu siang bahkan sore guna menghindari pasang air laut
8.terakhir jagalah lingkungan dengan tidak membuang samaph sembarangan dan jangan merusak apapun

Selamat berlibur dan sampai bertemu di perjalanan selanjutnya

Muchamad Irfan

2 thoughts on “Sawarna 19-21 Agustus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s