Wisata Citalahab


Citalahab hari ke satu 7 Juli

Menyukai liburan ke kawasan pegunungan dan menyaksikan matahari terbit dan terbenam dibalik gunung ?

Ada banyak tempat wisata yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakarta.namun masih belum banyak dikenal orang.Hal ini disebabkan infrastruktur jalan menuju lokasi masih kurang bagus dan informasi tempat wisata ini umumnya hanya melalui mulut ke mulut dan tulisan-tulisan di Blog pecinta traveling.

Salah satu tempat yang Irfan maksud adalah Citalahab yang masuk di kawasan taman nasional Gunung halimun Jawa barat.

Sabtu 7 Juli kami berangkat menuju Citalahab. rute yang kami tempuh dari tol jagorawi ke arah puncak lalu masuk kearah sentul selatan –Bubulak IPB –Dramaga Bogor-Jl.tanah Baru-Jl.Leuwiliang-Kacamartan Nanggung-desa Malasari-Taman nasional Gunung Halimun-CitalahabTotal lama perjalanan hingga 4 jam kami berangkat jam 8.00 pagi tiba jam 12.00 WIB

Sepanjang perjalanan lancar hanya melewati pasar Leuwiliang perjalanan tersendat dan saat lepas dari gerbang taman nasional gunung halimun jalanan berbatu-batu sehingga tidak nyaman berkendara. dan kami harus pelan-pelan mengendarai kendaraan dan bila Dari seberang ada kendaraan lain yang meluncur salah satu harus member jalan agar kendaraan diseberangnya bisa lewat.Tapi hal itu akan terbayar saat kita menyaksikan keindahan perkebunan the,air terjun dan hutan di Citalahab serta keramahan penduduk Citalahab.

Kami disambut Pak Suryana dan menginap malam itu di penginapan yang disediakan Malamnya kami dengan Pak Ade sebagai Guide menyusuri jalan melihat jamur yang bercahaya di malam hari karena bukan musim hujan tidak banyak yang Nampak .

Citalahab hari kedua

Sesuai rencana sebelumnya pukul 6.00 pagi setelah shalat isya kami berangkat ke bukit perkebunan teh yang letaknya paling tinggi dan terdapat lapangan bola diatasnya. Menurut Mang Ade tempat menyaksikan sunrise paling baik adalah ditempat ini.di homestay yang kami tempati yang juga merupakan kediaman Mang Ade terdapat foto-foto wisata kawasan citalahab termasuk sunrise dengan latar belakang pegunungan.

Selama dalam perjalanan menuju bukit kami juga sempatkan mengambil beberapa foto perkebunan teh dibawah lengkap dengan jalan berkelok-kelok dan rumah-rumah warga. Bukit tempat lapangan bola cukup luas setelah menyaksikan sunrise disini kami kembali kepenginapan untuk makan pagi,mandi dan

jam 8.00 pagi bersama mang Ade selalu guide tour di Citalahab. kami memulai trekking ke hutan di kawasan taman nasional Gunung halimun. Selama dalam perjalanan kami melihat keanekaragaman satwa dan tanaman disini. dari tanaman yang batangnya ketika dipotong berwarna merah dan dapat dimakan dan rasanya asam karena mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup besar,pohon rasamala yang merupakan jenis pohon keras dan kekuatannya setara dengan pohon jati namun sulit untuk dibudidayakan seperti pohon jati karena pertumbuhannya yang lambata dalam beberapa tahun hanya bertambah beberapa cm saja.disini ada pohon rasalam tertinngi yang usianya diperkirakan sudah ratusan tahun dan tetringgi di kawasan ini setinggi 45 m.ada juga pohon yang ketika terkena sabetan senjata tajam mengeluarkan cairan merah mirip darah yang sebenarnya merupakan getah pohon tersebut.

Sebenarnya ada canopy trail (jalan melalui pohon-pohon di hutan ) namun sayang tidak bisa digunakan lagi karena sudah rusak.canopy trail ini dulunya dibangun JICA saat mereka melakukan penelitian flora dan fauna di kawasan nasional Gunung Halimun. sampai sekarang kita masih bisa melihat canopy trail dan juga prasasti dari JICA untuk pembuatan canopy trail ini.

Kawasan taman nasional gunung halimun merupakan tempat tinggal owa (sejenis kera yang dilindungi),elang jawa (satwa dilindungi juga),macan tutul jawa (satwa dilindungi) dan hewan-hewan jensi lainnya Khusus untuk elang jawa dan owa mereka biasanya aktif di pagi hari saat mencari makanan namun sayang kami tidak berhasil menemui mereka kali ini. Sedang macan tutul jawa dari foto-foto yang kami lihat di kantor pengelola taman ansional gunung halimun umumnya foto didapat saat malam hari Warga sekitar juga jarang bertemu langsung dengan elang jawa,owa,maupun macan tutul jawa mapun hewan lainnya foto-foto yang didapat merupakan foto dari kamera tersembunyi yang diletakkan didalam hutan

Selesai dari trekking dihutan kami menuju Curug Cimacan Didepan curug Cimacan terdapat sungai kecil cobalah membasuh wajah disini kita akan merasakan kesegarannya. Curug Cimacan sendiri tidaklah terlalu tinggi myngkin sekitra 10 m kurang tingginya namun pemandangan disini menarik Selesai dari Curug Cimacan dan mengambil foto kami mengambil arah melalui jalan perkebuna the kembali ke penginapan

Kami tiba di homestay jam 11.00 kami bersipa-siap dan akhirnya pamit kepada Mang Ade dan Mang Suryana Mang Surya dan mang Ade berharap kedepannya jalan menuju Citalahab semakin baik selama ini karean kondisi jalan yang berbatu-batu sepanjang 8 Km setelah Gerbang kawasan nasional Gunung Halimun menyebabkan tidak banyak wisatawan yang datang. bagi masyarakat yang tinggal dikawasan itu sendiri kondisi jalan yang berat menyebabkan mereka jarang keluar dari kawasan tempat mereka tinggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s