Monumen Gerbang Maut


Gerbong Maut apakah itu salah satu film horor baru .
karena banyaknya film-film horror yang banyak ditayangkan saat ini ada kemungkinan kita menganggapnya sebagai salah satu judul film horor apalagi berapa tahun belakangan ini banyak film horor mengambil kisah dari KA.
padahal gerbonmg maut yang ini tidaka ada hubungannya dengan film horor bahkan menceritakan kisah nyata perjuangan pendahulu kita merebut kemerdekaan
Kota banyuwangi yang terletak di provinsi jawa timur selain memiliki pemandangan alam yang indah seperti gunung Ijen yang juga bagian dari Bondowoso,Gunung Raung ,Taman Nasional Meru Betiri,Pantai Sukamade yang meruapakan kawasan pengembangan penyu dan tentunya Taman Nasional Alas Purwo dan juga kulinernya yang terkenal seperti Rujak Soto.
di pusat kota Banyuwangi tepatnya di alun-alun kota banyuwangi terdapat monumen dalam sebuah taman kecil berupa 1 gerbong kereta dengan patung para pejuang membawa senapan,panah,memegang bendera dalam berbagai posisi disekitarnya dibawah monument itu terdapat tulisan monument Gerbong maut dengan dasar cat warna putih.
Monumen Gerbong merupakan bukti sejarah pengorbanan pendahulu kita dalam perjuangan kemerdekaan 1945-1949 walau gerbong yang ada di Banyuwangi ini adalah replica karena sebenarnya gerbong yang asli berada di tempat lain 1 gerbong itu berada di museum Brawaijaya di kota Malang
Kisah gerbong maut bermula saat tentara Belanda yang kewalahan akan siasat perang gerilya yang dijalankan tentara Republik Indonesia bekerjasama dengan rakyat menjalankan tindakan yang keras terhadap tentara Republik Indonesia yang tertangkap maupun tokoh masyarakat dan rakyta sipil yang dianggap mendukung perjuangan walau belum terbukti kebenarannya.
Akibat penangkapan yang semabarangan itu penjara di Bondowoso akhirnay menjadi penuh sesak.pemerintah Belanda khawatir denga semakin banyaknya tahanan akan memicu pemberontakan tahanan sehingga memutuskan memindahkan sebagian tahanan ke penjara kalisosok di surabaya karena lebih luas dan lebih kuat pertahanannya.
Pagi hari tanggal 23 November 1947 pukul 4.00 kepala penjara mengumpulkan tahanan atas perintah komandan J Van der Torpe.para tahanan dikumpulkan di depan penjara lalu dibawa menuju stasiun KA Bondowoso mereka tiba pukul 05.30.
Di stasiun KA Bondowoso tahanan dimasukkan ke 3 gerbong yang tersedia sebanayak 32 orang masuk ke gerbong pertama bernomor GR 5769,30 orang ke gerbong kedua bernomor GR 4416 dan sisanya 38 orang ke gerbong ketiga bernomor GR 10152.
Pukul 07.00 lokomotif dari stasiun KA Situbondo tiba maka ketiga gerbong berisi tahanan tadi digandeng.berbeda dengan keberangkatan 2 rombongan sebelumnya di keberangkatan ketiga ini seluruh ventilasi ditutup sehingga udara dalam gerbong menjadi pengap dan gelap.
Pukul 07.30 kereta bersama gerbong diberangkatkan dan sampai di KA Kalisat,Jember sekitar pukul 08.30 distasiun KA Kalisat kereta berhenti sekitar 2 jam kareana menunggu ka Dari banyuwangi akhirnya pukul 10.30 kereta diberangkatkan menuju ke stasiun KA Probolinggo.
Kondisi gerbong yang penuh sesak serta ventilasi yang tertutup rapat dan panas terik matahari yang ikut memanaskan gerbong yang terbuat dari besi merupakan penderitaan yang kejam bagi para tahanan mereka bagaikan berada didalam neraka .
selama perjalanan tidak ada makanan maupun minuman sedikitpun yang diberikan kepada tahanan dan mereka tidak diperbolehkan keluar sebentar pun walau untuk menghirup nafas segar .
gedoran-gedoran dan teriakan serta permohonan para tahanan untuk meminta sedikit bahan makanan dan minuman dan membuka ventilasi udara di gerbong agara mereka bisa sedikit mendapat udara segar selalu dibalas Tentara Belanda dengan ucapan “disini tidaka ada makanan dan air minum yanga da Cuma peluru”
kondisi ini menyebabkan banyak tahanan yang pungsan,sakit maupun gugur.
beruntung saat KA memasuki stasiun jatiroto hujan turun dengan derasnya kondisi ini digunakan para tahanan yang masih hidup untuk menjilat tetesan-tetesan air hujan yang jatuh melalui lubang gerbong yang agak keropos hal ini hanya bisa dirasakan di Gerbong 1 dan gerbong 2 yang merupakan gerbong lama sedang di gerbong 3 yang merupakan gerbong baru hal ini tidak terjadi karena semuanya terkunci rapat
setelah menempuh perjalanan selama 16 jam akhirnya menjelang tengah malam KA tiba di stasiun Wonokromo,Surabaya.setelagh dilakukan pendataan didaptkan hasil di gerbong 1 seluruh penumpangnya sebanyak 32 orang hidup namun 5 orang sakit keras dan 27 orang kelelahan amat parah .di gerbong ke 2 ada 8 orang yang gugur dan sisanya masih hidup namun kondisinya memprihatinkan sedang di gerbong ke 3 seluruh penumpangnya gugur
meski sudah malam dan lelah serta kelaparan akibat perjalanan yang lama dan kondisi gerbong yang yang tidak manusiawi para tahanan yang masih hidup tetap harus mengangkat rekan-rekan mereka yang gugur dalam perjalanan
Untuk mengenang peristiwa itu maka di alun-alun kota banyuwangi dibuatlah monumen untuk memperingati peristiwa tersebut dan pelajaran bagi generasi muda bahwa dalam usaha merebut kemerdekaan negera tercinta tidak terhitung jumlah para pahlawan yang telah gugur.

2 thoughts on “Monumen Gerbang Maut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s