Monumen Proklamator dan Museum perumusan Naskah Proklamasi


Menjelang perinagatan kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ke 66 kami mengunjungi dua tempat yang menjadi saksi kemerdekaan bangsa indonesia yaitu Monumen Proklamator dan museum perumusan naskah proklamasi.
Tepat pagi saat jarum jam menunjukkan pukul 8.00 WIB kami berangkat kesana tujuan awal adalah monumen proklamator.


Monumen proklamator terletak di Jl.Pegangsaan Timur no.56 Jakarta Pusat dilokasi inilah pada tanggal 17 agustus 1945 dwitunggal proklamator Bapak Ir.Sukarno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia didampingi Bapak drs.Mohammad Hatta yang akhirnya menjadi presiden dan wakil presiden pertama RI.ditempat inilah 66 tahun lalu bendera kebangsaan Indonesia yang dijahit Ibu Fatmawati Soekarno dikibarkan pertamakali.kawasan ini dulunya merupakan rumah tinggal Bapak Ir.Sukarno bersama keluarga.sayangnya rumah bersejarah ini yang disebut dengan Gedung Proklamasi sudah tidak ada lagi semenjak tahun 1960.akhirnya 17 agustus 1980 Bapak Soeharto presiden RI ke-2 meresmikan monumen soekarno-hatta membacakan naskah proklamasi.
Saat kami datang belum ada pengunjung lain yang datang kawasan ini nampak asri dengan taman dan pepohonan yang rindang bisa dikatakan 70 % kawasan ini merupakan kawasan terbuka hijau monumen proklamator terletak tepat di tengah-tengah sehingga bila dilihat dari atas posisinya sentral.saat itu hanya ada beberapa anak-anak kecil yang bermain di sekitar monumen memang monumen proklamator menjadi tempat berkumpul keluarga dan saat-saat menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia sering diadakan kegiatan disini.
Monumen Proklamasi terdiri dari 17 pilar tepat dibelakang patung proklamator yang menggambarkan tanggal kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 patung Ir.Sukarno yang sedang membaca naskah proklamasi dan diseberangnya patung Drs.mohammad hatta dan tepat di tengah-tengah mereka terdapat tulisan naskah proklamasi diatas batu marmer hitam tepat dibawah batu marmer tersebut terdapat piagam persmian monumen proklamator oleh Bapak Soeharto presiden ke-2 bangsa Indonesia dalam marmer putih.


selain monumen diatas disudut lain juga terdapat tugu berbentuk obelisk yang bernama Tugu Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia.tugu yang dibangun tepat 1 tahun kemerdekaan Indonesia ini diresmikan pada 17 Agustus 1946 saat dimana perjuangan kemerdekaan Indonesia sedang menghebat suatu usaha yang berani yang ditunjukkan bangsa Indonesia.di sisi tugu ini tertulis tulisan yang dipahat di marmer berbunyi atas oesaha wanita Djakarta.sedang disisi lainnya terdapat tulisan naskah proklamasi dalam marmer dan peta indonesia dalam marmer.


Tepat ditengah-tengah lapangan terdapat tiang bendera tinggi dengan hiasan petir diatasnya inilah mengapa tempat ini diebut juga tugu petir.
Setelah mendokumentasikan monumen proklamator kami menuju ke museum perumusan naskah proklamasi yang berlokasi di kawasan Menteng lokasinya tidak jauh dari taman suropati dan Gedung dan gereja.tepatnya di Jl.Imam bonjol No.1 jakarta pusat 1030.


Menurut sejarahnya Gedung ini dibangun tahun 1920 sempat menjadi kantor perusahaan asuransi Pt Jiwasraya saat Tentara Jepang memasuki Indonesia gedung ini menjadi kediaman seorang laksamana angkatan laut kerajaan Jepang Laksamana Maeda setelah Indonesia merdeka gedung ini seperti gedung-gedung lainnya dinasionalisasi dan sempat menjadi kantor pemerintah dan kedubes Inggris hingga akhirnya dengan mempertimbangkan nilai historis maka pemerintah mengubahnya menjadi museum perumusan naskah proklamasi.
Sebelum kami memasuki museum ini kami mengambil foto-foto gedung ini yang bergaya art deco dengan dominan cat warna putih.gedung ini memiliki beberapa ruangan.

ruangan yang pertama kali kami masuki adalah ruangan perumusan naskah proklamasi yang merupakan ruangan terbesar di gedung ini.di ruangan ini terdapat 11 kursi dan 1 meja panjang dari jati ditengah-tengah dan terdapat nama-nama peserta sidang yang ikut menyusun naskah proklamasi di dinding tengah ruangan terpasang foto-foto peserta sidang dan marmer putih besar bertulisakan anskah proklamasi dan disisi lain ada foto Bapak Ir.Sukarno membacakan naskah proklamasi dan tulisan pidato yang dibacakan beliau saat proklamasi.

terdapat sebuah ruangan kecil yang hanya cukup 2 dimasuki orang dimana di rungan ini terdapat patung bapak sayuti Melik sedang mengetik naskah proklamasi diawasi patung Bapak B.M Diah yang berdiri tepat disampingnya inilah ruangan pengetikan naskah proklamasi.

diruangan lain nampak patung Bapak Ir.sukarno,Bapak drs.Mohammad Hatta dan tokoh pergerakan lainnya inilah yang disebut ruang pengesahan/penandatanganan naskah proklamasi tempat dimana Bapak Ir.sukarno dan bapak drs.Mohammad hatta menandatangani naskah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia atas nama Bangsa Indonesia.peristiwa penandatangan ini berlangsung pada pukul 2.00 WIB dini hari tanggal 17 Agustus 1945.


Dari lantai satu kami naik ke lantai 2 di lantai 2 terdapat patung setengah badan bapak I Goesti Ketut Poedja dan pakaian serta peninggalan lain peserta pertemuan.terdapat juga foto-foto berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia seperti foto pertemuan mengharukan Bapak Jenderal Besar Soedirman dengan Bapak Ir.Sukarno di Yogyakarta tahun 1949,foto perundingan dll.


Kebetulan saat itu sedang ada pameran mengenai Dr.K.R.T Radjiman Wedyodiningrat ketua PPKI (Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia) dan salah satu pejuang yang diadakan di bangunan tepat disamping bangunan utama musium jadi setelah selesai mengambil dokumentasi di museum Perumusan naskah proklamasi kami langsung kesana.
Dalam pameran dipamerkan peninggalan bapak dr.KRT. Radjiman Wedyodiningrat seperti blangkon,Tongkat,Buku-buku beliau,surat-surat dan perjalanan hidup beliau dimana selain sebagai tokoh perjuangan beliau juga merupakan dokter yang sangat peduli akan kesehatan masyarakat terutama mereka yang tidak mampu sehingga beliau disebut sebagai dokter rakyat sebagai wujud penghormatan dan kecintaan rakyat kepada beliau.
Berakhirlah perjalanan kami hari ini banyak hal yang bisa kita pelajari dari pejuang-pejuang kita dimasa lalu yang berjuang tidak hanya untuk kemerdekaan bangsa Indonesia tetapi juga untuk masa depan yang lebih baik bagi rakyatnya
Sesuai pepatah gajah mati meninggalkan gading,harimau mati meninggalkan kulit belangnya sedang manusia mati meninggalkan budi dan kenangan.

8 thoughts on “Monumen Proklamator dan Museum perumusan Naskah Proklamasi

  1. Pingback: Taman Proklamator

  2. Pingback: Wajah Jakarta

  3. Hai, salam kenal.
    saya tertarik untuk menggunakan 2 dari foto yang kamu upload di sini. Apakah saya bisa menggunakan foto-nya?
    Mohon kabar secepatnya dan kalau bisa kirim emailn ke saya.

    Trimakasih sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s