Bukittinggi kota lama yang mempesona


Selain Ibukota DKI Jakarta ada dua kota lain yang pernah menjadi Ibukota RI saat perjuangan kemerdekaan yang pertama adalah Yogyakarta dan kedua adalah Bukittinggi.sesuai dengan namanya kota ini terletak di dataran Tinggi dan merupakan bagian dari rangkaian bukit barisan yang merupakan rangkaian pegunungan dan perbukitan yang membujur di sepanjang pulau sumatera sehingga untuk mencapainya wisatawan akan melalui jalan yang berkelok-kelok dan mendaki duntuk sampai kesini.
Bukittinggi merupakan kota yang amat bersejarah bagi bangasa Indonesia disinilah pada tahun 1948 didirikan PDRI (Pemerintahan darurat Indonesia) karena Ibukota Di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda dan Bapak Ir.Mohammad hatta wakil presiden Pertama RI juga dilahirkan di kota ini.
Dengan pemandangan alam yang indah dan cuaca yang sejuk tidaklah mengherankan Bukittinggi menjadi pilihan wisatawan untuk berlibur bahkan sejak jaman kolonial Belanda
Wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi dapat dapat mengunjungi beberapa tempat wisata pilihan diantaranya
1.Jam Gadang


Bicara mengenai landmark kota bila kota London terkenal dengan menara big ban berupa jam besar sebagai penunjuk waktu bagi warga kota maka jam gadang merupakan landmark kota Bukittinggi.bangunan setinggi 26 meter dengan rumah gadang sebagai atapnya dan 4 buah jam besar yang ada disetiap sisinya ini dibangun tahun 1926 oleh arsitek Yazid Sutan gigi ameh merupakan hadiah dari Ratu Belanda untuk Rook maker yang menjabat sebagai sekretaris Kota Bukittinggi pada saat itu.Gadang sendiri dalam bahasa Minangkabau berarti besar jadi bisa diartikan jam gadang sebagai jam besar.Bagi warga Kota Bukittinggi jam Gadang merupakan titik nol Kota Bukittinggi yang berarti pusat kota.dahulu wisatawan diperbolehkan naik hingga keatas puncak jam gadang tetapi mengingat usia jam gadang dan efek gempa Bumi yang melanda sumatera barat sehingga ada bagian jam gadang yang rusak maka ketika penulis kesana jam gadang sedang diperbaiki dan wisatawan tidak diperbolehkan lagi naik keatasnya.pada hari minggu atau hari libur masyarakat sering berolahraga atau mengadakan kegiatan di taman kota tempat jam gadang berada.bila diperhatikan jam gadang memiliki satu keunikan angka penunjuk di jam gadang dalam bentuk Romawi harusnya untuk angka 4 ditulis IV tapi di jam gadang ditulis dalam bentuk IIII tidak jelas alasan mengapa angka yang ditulis seperti itu tapi yang pasti hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan mengunjungi jam gadang.bagi wiastawan yang ingin berbelanja dan menikmati masakan khas Minang dari jam gadang kita tinggal berjalan beberapa puluh meter sudah tiba di pasar atas bagi yang ingin mengetahui data tempat pariwisata,peta,Rumah makan dan hotel di Bukittingi mereka dapat mengunjungi pusat informasi pariwisata Kota Bukittinggi yang berada tepat diseberang jam gadang
2.Lubang Jepang


Bagi yang menyukai wisata yang berbeda dapat mengunjungi lubang Jepang.sebenarnya kurang tepat bila menyebutnya sebagai lubang mungkin lebaih tepat goa pertahanan Jepang.Lubang Jepang terletak berdekatan dengan ngarai sianok.Lubang Jepang buka setiap hari dan bila ingin menjelajahi lubang ini akan lebih aman menggunkan jasa guide karena seperti goa-goa pertahanan Jepang lainnya yang juga dibangun di beberapa tempat lain di Indonesia selain panjang goa ini juga memiliki banyak lubang sehingga pengunjung dapat tersesat didalamnya selepas membayar tiket pengunjung akan memasuki lubang setinggi 2 meter dan menuruni ratusan anak tangga kebawah sepanjang 40 meter menurut guide tempat ini dibangun Tentara Kekaisaran Jepang di tahun 1944 sebagai tempat pertahanan dan persembunyian dalam menghadapi tentara sekutu yang akan memasuki kota Bukittinggi dalam perang dunia Ke 2 namun lubang ini tidak pernah dipergunakan karena Tentara jepang sudah menyerah terlebih dahulu di Bulan Agustus 1945 akibat dibom atomnya kota Hiroshima dan Nagasaki.lubang ini sendiri baru diketahui keberadaannya oleh rakyat Bukittinggi di tahun 1950.dalam perjalanan menyusuri Lubang Jepang pengunjung akan menemui ruang pengintaian yang digunakan untuk memantau kondisi di luar,Ruang penyergapan untuk menyergap lawan yang datang,ruang penjara bagi romusha yang melawan,gudang senjata,ruang amunisi,dapur serta ruang tidur bagi tentara Jepang dan Romusha.lubang Jepang memiliki beberapa pintu keluar ada pintu yang sekarang tepat berada di samping jalan raya yang menghubungkan kota bukittinggi dan ada juga yang tepat di atas jurang ngarai sianok kita tentu bertanya bagaimana mereka meloloskan diri bila dibawahnya jurang pertanyaan itu terjawab karena banyaknya pohon-pohon merambat yang bisa dijadikan alat melarikan diri menuju kebawah jurang.saat ini belum seluruh bagian lubang Jepang yang dibuka untuk umum dan dari lubang keluar yang ada hanya 1 yang dibuka untuk umum sedang yang lain ditutup dan dikunci.
3.Ngarai sianok


Belum ke Bukittinggi bila belum ke ngarai sianok ungkapan ini tepat rasanya bila kita menyaksikan keindahan ngarai sianok.ngarai sinaok merupakan jurang dengan kedalaman dan panjang yang membentang di sepanjang kawasan Bukittinggi dinding-dinding batu yang menjulang tinggi dan aliran sungai yang berada dibawahnya menambah keindahannya wisatawan dapat menyaksikan panorama ngarai sianok dari tempat-tempat pengamatan yang ada disini juga terdapat patung 2 orang tentara jepang dalam sikap menunjuk ke arah ngarai sianok.
4.Museum Ekasatriya Mandala


Tepat diseberang ngarai sianok dan Lubang Jepang terdapat museum Ekasatriya Mandala dimuseum ini pengunjung dapat menyaksikan koleksi senjata dan peninggalan lainnya terutama yang ditemukan dari Lubang Jepang dihalaman museum ini terdapat sebuah pesawat tempur kuno yang pernah dimiliki RI
5.Jembatan Limpapeh


Bagi anda yang sudah mengunjungi Benteng Fort De Kock dapat mengunjungi kebun binatang yang terdapat diseberanganya melalui jembatan Limpapeh.jembatan Limpapeh
6.Benteng Fort De Kock


Dalam pelajaran sejarah kita mengetahui perang Paderi yang dikobarkan tuanku Imam Bonjol dan sahabat-sahabatnya merupakan salah satu peperangan terdahsyat dan terlama serta menimbulkan kerugian yang amat besar bagi pihak Belanda salah satu peninggalan berkaitan perang tersebut dapat kita saksikan adalah monumen Benteng Fort De Kock.sejatinya benteng Fort De kock telah hancur yang dapat kita saksikan sekarang adalah monumennya sebagai bukti bahwa pada masa lalu disinilah tempat berdirinya Benteng tersebut dan juga replika beberapa meriam kuno

4 thoughts on “Bukittinggi kota lama yang mempesona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s