Kawasan berastagi dan sekitarnya


Kota berastagi yang terletak diatas ketinggian telah lama menjadi magnet bagi wisatawan baik asing dan domestik untuk mengunjunginya di kawasan berastagi yang berkontur pegunungan dan perbukitan wisatawan dapat menikmati rimbunnya pepohonan di kiri-kanan dan pemandangan pegunungan yang menghijau dikejauhan.
Bila kita mengunjungi berastagi jangan lupa mengunjungi juga obyek wisata lain yang terletak berdekatan diantaranya

1.Rumah adat Lingga dan museum Lingga


Masyarakat batak yang terbagi atas merga-marga yang berbeda menghasilkan keragaman yang dapat dilihat dalam bentuk rumah adat salah satunya adalah rumah adat lingga yang terletak di desa adat lingga.desa adat lingga sendiri merupakan bagian dari kabupaten karo dan terletak hanya 15 km dari berastagi sehingga sayang bila dilewatkan begitu saja.di sisis kiri dan kanan jalan sebenarnya terdapat penunjuk jalan untuk memandu wiastawan sampai ke tempat tujuan tapi kadang letaknya agak sulit dilihat tapi hal itu bisa diatasi dengan bertanya kewarga sekitar karena umunya warga tahu.

ketika penulis tiba disana diantara deretan ruah-rumah modern penduduk kami melihat rumah dengan arsitektur batak yang agak unik karena bentuk atapnya berbeda dengan rumah adat batak lain yang pernah kami lihat kalau biasanya rumah adat lain seperti yang berada di pulau samosir mirip tanduk kerbau maka ini samasekali berbeda.

bangunan ini kini difungsikan menjadi museum karo lingga dan berada dibawah pengelolaan yayasan museum karo lingga. saat penulis datang kesana sayangnya museum ini sedang tutup dan tidak dapat menemukan pengurus museum yang berwenang sehingga tidak dapat melihat dan mendokumentasikan koleksi yang disimpan didalam musium tersebut.
Tidak jauh dari musium Karo Lingga kita akan sampai di desa tempat beberapa rumah adat Karo lingga masih berdiri hingga saat ini.

Rumah adat karo Lingga

rumah adat lingga berdiri berdampingan dengan rumah-rumah warga sekitar .kami melihat bangunan bertuliskan tempat informasi rumah adat lingga tetapi sayang tidak ada petugas yang berjaga disana selain itu meski bangunan itu sendiri terbuka seperti counter tempat informasi pariwisata di bali dimana meski tidak ada petugas yang berjaga wisatawan dapat dengan mudah dan gratis mendapatkan brosur maupun peta pariwisata yang tersedia di rak-raknya.counter informasi pariwisata rumah adat lingga ini benar-benar kosong.

Masuk lebih kedalam kami menemukan sekitar 7 rumah adat karo lingga sebenarnya bila dirawat dengan baik Rumah adat karo lingga akan menjadi obyek wisatawan yang sangat menarik bagi para wisatawan tetapi sayang selain sudah berbaur dengan rumah-rumah warga yang berasitektur modern bahkan kami lihat ada rumah adat karo lingga yang memiliki antena parabola diatasnya sehingga mengurangi nilai sejarah dan artistiknya.dan hal yang paling disayangkan adalah kondisi rumah adat karo lingga ini dalam kondisi yang tidak terawat ada rumah yang difungsikan sebagai kandang hewan dan banyak bagian-bagian rumah adat karo lingga yang berlubang bahkan hampir roboh padahal umur rumah adat karo lingga ini sudahlah amat lama ada yang berumur lebih dari 250 tahun melihat kondisi ini tentu wisatawan yang mengunjungi rumah adat karo lingga ini akan merasa kecewa dan bila hal ini dibiarkan terus tanpa ada perbaikan dan perhatian dikhawatirkan dalam beberapa tahun mendatang seluruh rumah adat karo lingga yang ada akan hilang dimana bila hal ini terjadi merupakan suatu kerugian yang amat besar bagi masyarakat Batak dan bangsa indonesia karena hilangnya satu kekayaan budaya.

2.Air terjun sipiso-piso


Sipiso-piso dalam bahasa Batak berarti pisau-pisau asal julukan ini karena air terjun yang terletak didesa tongging ini airnya yang deras mengalir membelah bukit tinggi lalu terjun setinggi ratusan meter dari atas bukit kedasar sehingga nampak seperti pisau-pisau tajam berwarna putih yang menghujam kedasar bumi.

Air terjun sipiso-piso merupakan salah satu tujuan wisata yang amat terkenal di sumatera utara ketika penulis tiba disana penulis bertemu dengan banyak bus-bus,kendaraan-kendaraan pribadi yang mengangkut wisatawan asing maupun wisatawan domestik bahkan karena saat itu merupakan hari libur nasional banyak anak-anak sekolah yang juga berlibur di sini bersama guru-gurunya.seperti pada tempat wisata umumnya akan mudah bagi kita menemukan pedagang penjual makanan maupun souvenir disini dari tempat parkir mobil kita sudah dapat melihat air terjun sipiso-piso yang yang legendaris.
Wisatawan dapat mengabadikan foto air terjun sipiso-piso dari atas atau bila ingin tantangan dapat juga turun kebawah tempat dimana aliran air terjun sipiso-piso berakhir.
Untuk keamanan wisatawan telah dibangun pagar pembatas disekeliling air terjun yang akan terus melingkar hingga kebawah.untuk turun kebawah wisatawan akan meniti ratusan anak kecil tangga dengan berpegangan pada pagar besi pembatas.

bagi wisatawan yang memutuskan turun hingga kebawah mereka akan dihibur oleh indahnya pemandangan dari hijaunya pepohonan yang tumbuh disekeliling serta suara-suara burung yang banyak berada disana.dan jangan ragu untuk membidikkan kamera yang anda bawa karena setiap kita bergerak kita akan mendapatkan foto-foto indah yang berbeda-beda.bila anda merasa lelah silahkan beristirahat dulu di pos-pos pemandangan dari pos-pos pemandangan ini kita juga akan mendapatkan pemandangan yang menakjubkan lain yaitu pemandangan danau toba disisi yang berseberangan dengan air terjun sipiso-piso.setealah anda merasa segar kembali lanjutkan perjalanan lagi kebawah semakin kebawah perjalanan akan semakin berat dan kondisi jalan juga tidak sebagus diatas dimana sudah bercampur dengan tanah maka kehati-hatian sangat diperlukan disini dan bila kondisi sedang hujan wisatawan dilarang untuk turun kebawah karena ada kemungkinan air sungai akan meluap dan banjir sehingga membahayakan jiwa wisatawan sendiri.

setelah tiba di bawah seluruh kelelahan kita akan terbayar lunas menyaksikan dari dekat air terjun sipiso-piso yang begitu gagah dan mengalirkan air yang begitu deras yang menghantam batu-batuan dibawahnya.wisatawan dapat mandi atau sekedar membasuh wajah dan menyegarkan diri disini air disungai tepat dibawah air terjun sipiso-piso sangat jernih.bagi yang suka mengekspresikan diri naiklah ke batu-batu yang berada di sekitar air terjun dan ambillah foto dari berbagai sisi dan dapatkan hasil foto yang mengangumkan bagi yang membawa kamera terutama tipe SLR sebaiknya melindungi lensa saat mengambil foto karena hempasan air terjun yang jatuh kebatu-batu mencipratkan air kemana-mana.

3.Rumah Bolon


Setelah menikmati keindahan air terjun sipiso-piso ada baiknya kita mengarahkan perjalanan kita menuju Rumah Bolon.hanya diperlukan berkendara selama 2 jam untuk tiba di Rumah Bolon.
Rumah Bolon berlokasi di Kecamatan Purba,Simalungun sebagai kawasan wisata rumah bolon bisa dikatakan cukup terawat selain papan penunjuk arah yang ada di sepanjang jalan jalan menuju kesana juga cukup bagus selain terdapat taman-taman yang sengaja dibuat untuk memperindah lingkungan dan dalam kawasan rumah bolon hanya ada rumah Bolon dan beberapa rumah adat pengiringnya dan lokasi ini terpisah dengan permukiman warga sekitar sehingga keaslian suasan tetap terjaga.

Bagi yang ingin mengetahui sejarah rumah Bolon terdapat petugas yang akan senang hati memandu kita .menurut keterangan petugas Rumah Bolon Sendiri sudah berumur ratusan tahun.hal ini bisa diketahui dari sebuah prasasti yang terdapat di pintu masuk rumah bolon yang berisi silsilah raja-raja yang pernah memerintah di kawasan Purba ini.total ada 14 raja yang pernah memerintah dimulai dari Tuan Pangultop Ultop dari tahun 1642-1648 hingga ke raja ke 14 Tuan Mogang 1933-1947 dimana akhirnya ketika bangsa indonesia memproklamirkan kemerdekaan di 17 Agustus 1945 Tuang Mogang sebagai raja ke 14 dengan keikhlasan hati menyatakan bergabung dengan NKRI semenjak itu keturunan beliau tetap menjadi raja secara adat tapi tidak memiliki daerah kekuasaan dan pemerintahan sendiri seperti sebelumnya.Rumah Bolon merupakan kediaman raja sesuai dengan sistem masyarakat Batak dimana dalam satu rumah akan berkumpul lebih dari satu keluarga begitu juga dengan rumah Bolon di istana raja ini terdapat beberapa tungku perapian dimana dalam adat batak 1 tungku perapian berarti 1 keluarga.

pengunjung diperbolehkan masuk kedalam rumah Bolon dan melihat isi dari rumah bolon meliputi peralatan rumah tangga,alat musik,alat menenun dll.sebelum meninggalkan rumah Bolon silahkan mengambil foto bagian dalam rumah bolon dengan latar belakang tumpukkan tanduk kerbau atau obyek menarik lainnya.selain rumah bolon juga ada balai huttu tempat bermusyawarah,dan tempat menjamu tamu dan pertunjukkan tari-tarian.dibelakang rumah bolon terdapat makam para raja-raja yang pernah memerintah daerah purba.

4.Rumah Adat Jongko Dolok

Rumah adat Jongko Dolok merupakan rumah adat bagi marga manurung salah satu marga dalam suku batak sama dengan rumah adat lain di Batak rumah adat Jongko Dolok juga telah berusia tua bahkan menurut beberapa sumber rumah adat ini telah berumur sekitar 300 tahun.di kawasan ini ada beberapa rumah adat Jongko Dolok yang meski usianya sudah tua namun masih tetap terlihat kokoh meski tidak bisa dipungkiri ada beberap rumah yang atapnya sudah bocor dan bangunannya agak sedikit miring namun bila pemerintah serius dan melaksanakan perbaikan-perbaikan kelangsungan rumaha dat Jongko Dolok akan tetap bisa dipertahankan hingga ke generasi mendatang.

saat penulis datang kesana sedanga ada acara keluarga besar marga manurung yang dipusatkan di lokasi tempat rumah adat Jongko dolok berada sehingga kami tidak enak untuk mengganggu acara tersebut dan mengurungkan niat kami untuk bertamu ke rumah adat tersebut meski sebenarnya tidak apa-apa dan sudah diijinkan pemilik rumah.
Dari pelaksanaan acara tersebut kita dapat melihat hubungahn kekerabatan yang amat akrab dari marga manurung dimana marga manurung walau tinggal di kota lain saat acara ini berbondong bondong datang suatu hal yang jarang kita jumpai dalam kehidupan di kota besar.

mengenai akses jalan sebenarnya mudah mencapai tempat ini dan tempatnya pun berada di pinggir jalan raya yang menghubungkan kota-kota di sumatera utara namun lokasi rumah adat jongo dolok yang bersebelahan areal persawahan dimana jalan yang ada melalui pemtang sawah membuat mobil maupun kendaraan roda empat lainnya mengalami kesulitan untuk parkir ini yang penulis alami sendiri apalagi saat itu berlangsung acara keluarga marga manurung sehingga jalanan penuh dengan masyarakat dan jalan yang menuju rumah adat jongko dolok hanya bisa dilalui satu mobil sehingga bila ada mobil lain dari arah berlawanan harus ada yang mau menunggu.

penulis juga menuliskan rumaha adat karo lingga serta memposting foto di jelajahbumipapua.com

Adira
Jelajah Bumi Papua :: http://t.co/paXjTnQm5F.Karo.Lingga

Adira Jelajah Bumi Papua :: rumah.tradsional.lingga.karo.
http://t.co/JG1XavgMjM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s