Taman Pubakala Cipari Kuningan


Sebelum masuknya agama-agama kenusantara. nenek moyang kita telah meyakini adanya kekuatan luar biasa yang mengendalikan manusia di alam semesta. kepercayaan itu disebut animisme dan dinamisme dimasa itu nenek moyang kita mengkeramatkan gunung,pohon,batu dan roh-roh nenek moyang yang telah lama meninggal.

peninggalan kebudayaan tersebut dapat kita temukan dalam berbagai bentuk batu-batu besar ,lukisan,peralatan dapur, kubur batu barang,pecah belah. yang lebih dikenal masa megalithikum ini adalah masa sebelum berdirinya kerajaan-kerajaan di nusantara

Ada beberapa lokasi peninggalan kebudayaan megalith  di Indonesia. umumnya peninggalan megalith ini tersebar tidak dalam satu kawasan terpusat dan karena perubahan jaman banyak peninggalan berharga ini ditemukan dalam keadaan rusak maupun terkubur dalam tanah. sehingga memerlukan dana besar serta dukungan seluruh pihak untuk menjaga warisan budaya dunia ini.

Didaerah Kuningan bagian propinsi Jawa Barat tepatnya di desa kecil Cipari dengan suhu yang sejuk dan asri kecamatan Cigugur Kuningan di bawah kaki gunung Ciremai tidak begitu jauh dari kota Cirebon salah satu kota besar dikawasan Jawa Barat yang kaya akan peninggalan sejarah dari  kerajaan Pajajaran serta Cirebon dan terkenal dengan batik corak cirebon dengan pusat kerajinannya di daerah Trusmi dan tahu gejrot sebagai kuliner unggulan dan terasi udangnya terdapat kawasan peninggalan megalih disebut Taman Purbakala Cipari

Taman purbaka Cipari dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat kondisi jalan didaerah ini relatif cukup baik walaupun letaknya agak jauh dari kota Kuningan dan sepanjang perjalanan wisatawan akan dihibur hijaunya pepohonan dikiri kanan  jalan dan karean terletak dibawah kaki gunung Ciremai suhunya sejuk dan tidak terlalu panas meskipun siang hari ada papan penunjuk arah kelokasi ini tapi sayang jumlahnya tidak banyak dan saling berjauhan sehingga bagi pengunjung yang pertama kali kesini sebaiknya sering bertanya kepada warga setempat.

Dari penjaga museum purbakala Cipari diketahui bahwa dulunya kawasan ini merupakan daerah persawahan.kemudian di tahun 1971 ketika sedang menggarap lahan persawahannya secara tidak sengaja dia menemukan benda-benda prasejarah temuan ini segera dilaporkan kepada pemerintah setempat kemudian setelah dilakukan penggalian dan penelitian oleh lembaga peninggalan purbakala nasional kawasan ini direkomendasikan kepada pemerintah menjadi cagar budaya dan melalui ketetapan pemerintah kawasan ini dijadikan museum bernama taman purbakala cipari

Taman purbakala cipari seluas 7000 m2 di kawasan ini kontur tanahnya tidaklah rata tetapi bergelombang seperti bukit-bukit kecil

disini terdapat batu besar yang disebut menhir yang tingginya lebih dari 2,5 m dan terletak diatas bukit kecil dengan tangga yang tersusun dari batu-batu dari bawah bukit ke puncaknya dari sini pengunjung dapat melihat keseluruhan kawasan taman purbakala cipari.

terdapat juga beberapa kubur batu atau dikenal dengan nama sarchopagus.kiubur batu merupakan tempat menyimpan jenasah orang yang sudah meninggal menurut kepercayaan nenek moyang kita disaat itu orang yang sudah meninggal juga memerlukan modal untuk menjalani kehidupannya di alam sana sehingga diletakkan juga perhiasan,tembikar,gerabah,alat pecah belah di makamnya mirip kebudayaan di mesir kuno bagi para Firaun pemimpin negeri.di kawasan Taman purbakala cipari terdapat 2 buah makam batu yang masih utuh dan terawat sedang isinya disimpan di museum yang terdapat di kawasan purbakala juga.kubur batu berbentuk mirip peti mati jaman sekarang kotak berukuran persegi panjang namun lebih tinggi dan keseluruhannya terbuat dari batu dan bila melihat posisi peletakannya yang lebih rendah dari tanah di sekitar diperkirakan kubur batu juga dikubur di dalam tanah mirip seperi peti mati jaman sekarang.

didalam museum tersimpan alat-alat dan barang-barang yang ditemukan para ahli ketika melakukan penggalian dikawasan ini seperti kapak batu untuk membantu bercocok tanam dan pertanian,gelang batu sebagai perhiasan,peralatan dapur seperti gerabah dll yang dismpan dalam kotak kaca dan tertulis data mengenainya.dimasa megalithikum memang yang dominan adalah alat-alat dari batu karena belum dikenalnya logam dan tekhnologi peleburan logam belumlah dikuasai bangsa kita saat itu.

Terdapat pula punden berundak di kawasan taman purbakala cipari punden berundak merupakan suatu bangunan terbuat dari batu umumnya bentuknya melingkar dari bawah ke atas dan semakin keatas semakin mengecil bisa dikatakan punden berundak merupakan arsitektur asli bangsa indonesia karena bentuknya unik dan berbeda dengan bentuk istana,benteng maupun bangunan yang dibangun jaman kerajaan hingga jaman kolonial yang dipengaruhi aristektur agama yang dominan saat itu ada yang menyatakan punden berundak tempat pemujaan karena bagian teratas punden berundak terdapat tugu berbentuk batu.

Memang banyak hal yang masih perlu diteliti dan belum diketahui dari kebudayaan megalith yang pernah ada di nusantara.dengan menjaga serta tidak merusak dan memperjualbelikan peninggalan yang bernilai tinggi ini berarti ikut menjaga kelestarian sejarah Indonesia

6 thoughts on “Taman Pubakala Cipari Kuningan

    • Salam kenal Juga Mba Fira apakabar
      kita saat itu tidak lama di Cipari hanya sempat mengunjungi taman purbakala Cipari
      ada tempat wisata lain atau acara adat lainnya bisa dishare ke Irfan

  1. Sebutan agama Animisme dan Dinamisme adalah sebutan yang berasal dari para ilmuwab Barat. Mereka para sarjana Barat tak begitu mengerti tentang alam berfikir bangsa Nusantara yang sangat spiritualis dan memahami kesatuan transendetal semua makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

    • wah informasi baru buat kami salam sejahtera Bapak Ahmad Susanto memang banyak pendapat akan agama leluhur kita sebelum masuknya agama Hindu,Budha,Islam dan Kristen ke nusantara
      di banyak buku sejarah istilah animisme dan dinamisme yang sering digunakan sebab itu kmai jadikan bahan rujukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s