Komplek percandian batujaya


Umumnya sulit bagi kita menemukan candi di jawa barat dan daerah lain sehingga lebih banyak dari kita mengetahui candi-candi berlokasi di jawa tengah maupun jawa timur. Banyak dari candi-candi tersebut terkenal dan menjadi tujuan wisata wisatawan dalam dan luar negeri .padahal bila kita telusuri sejarah kerajaan bercorak hindu dan budha muncul pertamakali di jawabarat adalah Tarumanegara yang berpusat di dekat sungai citarum.

Di daerah Krawang secara mengejutkan di tahun 1994 ditemukan komplek percandian di derah persawahan penduduk yang tersebar di beberapa titik di dua desa tepatnya didaerah Desa Segaran, Kecamatan Batujaya dan Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bila kita berkendara dari Jakarta dibutuhkan waktus sekitar 3 jam rute yang diambil melalui Jalan Tol Cikampek lalu keluar di gerbang tol Krawang Barat lalu ambil arah jurusan ke Rengasdengklok. Di persimpangan jalan ambil arah ke Batujaya selepas dari tol Krawang Barat sudah terdapat penunjuk arah ke Candi Jiwa dan plang tersebut banyak terdapat di sepanjang jalan dan mudah dilihat sehingga para pengunjung yang meski baru pertamakali ke sana tidak akan tersasar.

Kondisi jalan yang menuju kearah candi jiwa cukup baik meski ada jalan yang kondisinya kurang baik karena berlubang maupun bergelombang tapi tidaklah terlalu banyak.yang membingungkan justru jarak yang tertulis di arah papan penunjuk ketika kami bariu keluar dari pintuu tol kerawang barat tertulis jarak 42 Km ketika kemudian sebelum rengasdengklok tertulis jarak 29 KM tapi begitu masuk rengasdengklok dan melewati pasar Rengasdengklok tertulis jarak 32 Km sehingga kami bingung yang benar jarak yang mana tapi warga sekitar yang kami tanya mereka umunya tahu dan memberi arahan arah yang kami tuju.

Di pintu masuk ke lokasi situs di daerah batujaya terdapat gapura besar yang bertuliskan selamat datnag di situs candi Jiwa disana terdapat beberapa bangunan yang sepertinya akan difungsikan sebagai museum dan perpustakaan mengenai komplek percandian di kawasan batujaya ini.bagi para pengunjung yang membawa kendraan mobil mereka dapat menitipkan mobil mereka disini karena lahan parkir yang cukup luas dan aman dan bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sedang bagi yang membawa kendaran motor lebih miudah mereka dapat langsung menuju kawasan percandian karena terdapat jalan yang bagus tapi sayang masih terlalu sempit untuk bisa dilewati mobil.

Komplek percandian Batujaya sendiri terdapat 24 situs yang diyakini awalnya merupakan candi yang besar namun kini hanya tinggal reruntuhannya luas situs Batujaya diperkirakan mencapai 5 KM2 dan lokasinya tidak jauh dari garis pantai utara Jawa Barat (pantai ujung kota krawang) bila diperhatikan situs Batujaya berada di dekat aliran sungai Citarum.inilah yang menyebabkan daerah sekitar situs Batujaya merupakan kawasan persawahan yang subur hingga saat ini karena persawahan tidak bergantung hanya dari air hujan.

Bentuk candi jiwa Bila kita perhatikan mirip bangunan stupa seperti dalam ajaran agama Budha dengan danau kecil yang mengelilinginya yang kini sudah mengering dan bila dilihat dari atas mirip bunga padma (bunga teratai) karena strukturnya yang melingkar dari bawah keatas semakin mengecil sehingga bunga teratai yang sedang mekar dan terapung diatas air mirip dan yang unik dan berbeda dari candi lainnya tidak diketemukannya tangga yang menuju keatas dan tidak adanya ukiran maupun relief seperti yang umumnya ada pada candi bercorak Hindu dan Budha dan tersusun dari batu bata merah berbeda dengan candi lainnya di Indonesia yang umumnya tersusun dari batu.hingga saat ini yang baru dapat direnovasi hanyalah bagian dasarnya saja bagian atas masih belum bisa direkonstruksi untuk menjaga dan melindungi candi Jiwa maka dibuat pagar.

Candi Blandongan terletak tidak jauh dari Candi Jiwa dapat dicapai berjalan kaki maupun dengan motor ada perbedaan dengan Candi Jiwa dimana terdapatnya tangga yang menuju keatas dan bentuknya tidaklah mirip stupa seperti Candi Jiwa tapi bersudut tidak melingkar seperti bunga padma dan belum banyak misteri bisa diungkapkan karena banyak reruntuhan batu bata disekitar candi yang masih berserak dan belum sempat diteliti dan yang nampak hingga saat ini candi Blandongan hanya bagian dasar saja yang sudah berhasil direkonstruksi sedang bagian atas masih belum diketahui berbentuk seperti apa.

Hingga saat ini telah berhasil diekskavasi 11 buah reruntuhan candi dari 31 tapak situs di kawasan Batujaya dan Pakisjaya yang telah berhasil ditemukan .tim ahli diperlukan usaha keras,kesabaran,kepedulian,dan anggaran besar dan dukungan semua pihak agar keseluruhan candi-candi yang berada di kawasan ini dapat dipugar dan dibentuk kembali sesuai aslinya dan bila hal itu terwijud bukan tidak mungkin komplek percandian Batujaya menjadi salah satu komplek percandian terbesar di Indonesia mengikuti borobudur dan prambanan tapi yang pasti dari penelitian menggunakan analisis radiometri carbon C 14 pada artefak-artefak peninggalan di candi Blandongan,salah satu situs percandian Batujaya didapat data bahwa artefak tertua berasal dari abad ke-2 Masehi dan yang paling muda berasal dari abad ke-12 Masehi

Beberapa pertanyaan yang masih menjadi misteri dan diharapkan terjawab adalah

1.Untuk siapakah komplek percandian ini dibangun. sebagai tempat peribadatan,tempat pendharmaan atau menyimpan abu jenasah para Raja atau komplek peribadatan para pendeta Hindu atau Biksu Budha. mengingat dari berita Cina dari Fa-Hsien dikatakan bahwa terdapatnya 2 agama yang dianut masyarakat kerajaan Tarumanegara dan kerajaan lain penerusnya seperti Pajajaran di tanah Sunda yaitu Hindu dan Budha .

2.Siapakah Raja atau penguasa yang berperan besar dalam pembangunan komplek percandian di Batujaya dan sekitarnya.

3.Apa yang menyebabkan kawasan percandian ini terlupakan apakah sama seperti Candi Di Jawa Timur Dan Jawa Tengah yang terkubur letusan gunung berapi ratusan tahun dan baru diketahui belakangan ini atau da sebab lainnya.

di Jelajahbumipapua.com penulis menuliskan percandian batujaya

Adira Jelajah Bumi Papua :: Melihat.Sejarah.Masa.Lalu.Di.Komplek.Percandian.Batujaya http://t.co/zrn0f4tTjF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s