Gunung Padang Situs Megalithikum Terbesar Di Asia Tenggara


Legenda Gunung Padang Pada suatu ketika Prabu Siliwangi raja terbesar Kerajaan Pajajaran hendak membangun istana megah yang direncanakan berlokasi dataran pegunungan yang terletak di kawasan yang disebut Cianjur sekarang ini.

Prabu Siliwangi hendak membangun istana tersebut hanya dalam 1 malam saja dengan bantuan tentara dari dunia gaib. Dalam waktu singkat istana yang megah hampir terwujud sayang pagi hari terlalu cepat datang yang mengakibatkan tentara gaib terpaksa meninggalkan istana yang belum jadi tersebut. dengan perasaan kecewa dan putus asa Prabu Siliwangi mengobrak-abrik istana yang hampir selesai tersebut sehingga yang tersisa dari istana megah tersebut adalah tumpukan-tumpukan batu yang berserakan di area yang luas. Karena istana ini terletak di tempat tinggi maka masyarakat sekitar menyebutnya gunung dan karena istana tersebut tidak jadi karena terbitnya mentari pagi sehingga alam menjadi terang benderang maka disebut padang dan situs ini kemudian terkenal dengan nama Gunung padang.

Situs Gunung Padang terletak tepatnya di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur tepatnya daerah warungkondang. Bila kita berangkat dari Jakarta menggunakan kendaraan pribadi dibutuhkan waktu sekitar 4,5 jam hingga sampai ketempat tujuan. Dari Jakarta ambil jalan kearah Sukabumi lalu susurui jalan hingga kedaerah warungkondang nanti akan ada pelang yang mengarahkan ke lokasi situs megalithikum gunung padang mulai dari sini jalan akan lebih kecil dan melewati daerah pedesaan dan pekebunan teh.

Situs gunung padang dari hasil penelitian para ahli sejarah dinyatakan sebagai situs megalithikum terbesar dan terluas dikawasan asia tenggara dengan luas komplek bangunan 900 M2 dan luas areal situs mencapai 3 h. Dan terbagi dalam 5 level dimulai dari tingkat paling bawah hingga paling atas

situs gunung padang ini dianggap sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat disaat itu sesuai ajaran animisme,dinamisme dan kepercayaan leluhur yang sudah eksis jauh sebelum masuknya ajaran agama ke Indonesia.Diperkirakan situs ini berasal dari masa 2000 tahun SM ini diperoleh dari penelitian umur batu megalith yang ada di lokasi.

Setelah tiba di lokasi pengunjung akan menaiki tangga sebanyak 286 anak tangga setinggi 185 m dan terbagi atas 5 tingkatan.di gunung padang terdapat  batu gendong dinamakan batu gendong karena ada kepercayaan barangsiapa yang dapat mengangkat batu gendong maka segala cita-cita dan keinginannya akan terwujud ,batu tapak macan yang dimana ada cetakan mirip tapak kaki macan di batu tersebut ,batu musik karena bila kita pukul akan timbul suara nyaring mirip nada musik

link mengenai situs gunung padang juga penulis tulis di jelajahbumipapua.com

Adira Jelajah Bumi Papua ::
Gunung.Padang.Situs.Megalitik..Terbesar.Di.Asia.Tenggara. http://t.co/D4ZaQai5q7

21 thoughts on “Gunung Padang Situs Megalithikum Terbesar Di Asia Tenggara

    • wah itulah misteri yang harus dipecahkan bagi masyarakat sekitar guunung padang duibangun Prabu Siliwangi untuk menjadi istananya tapi pagi keburu datang dan tentara jin yang dipekerjakan terlanjur kembali ke alamnya sehingga Sang Prabu marah dan menghancurkan istana yang belum jadi itu.
      tapi menurut penellitian badanb arkeologi umur batuan disana berasal dari masa megalithikum jauh sebelum datangnya agama-agama kenusantara

  1. Legenda-nya jelas salah. Prabu Siliwangi meninggal atau “nga-hiang” tahun 1521, sekitar 500-an tahun yg lalu, sementara usia batu megalith-nya 4000-an tahun yg lalu. Tapi mungkin saja di masa Prabu Siliwangi hidup, situs-nya masih berwujud bangunan utuh atau bahkan berfungsi normal. Jika kemudian menjadi reruntuhan, mungkin itu akibat kesengajaan Prabu Siliwangi sendiri pada saat beliau memutuskan untuk “nga-hiang” dengan menghilangkan seluruh Kerajaan Pajajaran, berikut dengan segala infrastruktur megah-nya. Pada prakteknya tidak semua benar2 hilang ke alam ghaib, tapi ada yang dihancurkan, ada yang di timbun tanah, ada yang tertutup lebatnya hutan lalu sebagian terbenam air bendungan, tapi lucu-nya ada juga yg berdiri megah ditengah-tengah lingkungan kehidupan masyarakat sekarang, cukup ditutupi dengan ketiadaan liputan media, penelitian, atau perhatian publik mainstream dalam bentuk apapun.

    • Terimakasih atas infonya Pak Arif memang ada beberapa legenda mengenai legenda Situs Gunung Padang dan yang kami tulis itu salah satunya berbicara mengenai kerajaan Pajajaran memang mengasyikkan banyak kisah yang bisa kita pelajari.
      Bapak Arif pernah ke kampung wisata Sindangbarang saat kami kesana libur lebaran tahun tahun ini kuncen disana mengajak kami melihat peninggalan kerajaan Pajajaran seperti sumur dan kolam pemandian
      kami tunggu lagi info menarik lagi dari Bapak Arief
      semoga pariwisata Indonesia makin maju

  2. Alhamdulillah.. ternyata ada juga manusia yang masih peduli dengan sejarah orang-orang terdahulu.. SubhanaAlloh !

  3. Masih banyak nampaknya peninggalan situs2 sejarah kerajaan di Jawa Barat ini yg belum terekspos tidak spt di Jatim Dan Jateng. Marilah kita gali Dan petakan bersama…

    • setuju Pak Hairoel banyak reruntuhan candi di Indonesia dan banguna lain seperti banteng dan gedung tua yang kurang terawat padahal bila dikelola baik bias menjadi obyek wisata unggulan

    • halo Mas Akang apakabar
      lokasi Mas Akang dimana kalau daerah Bogor atau cisarua tidak terlalu jauh kesana
      jalan kesana harus diakui saat Irfan kesana memang masaih jelek semoga sekarang sudah lebih baik

    • halo Mas Dewul apakabar
      sudah pernah ke Gunung padang atau tempat wisata lainnya wisata budaya,sejarah dan alam Indonesia bagus-bagus saying kurang promosi dan kelengkapan fasilitas sehingga banyak yang tidak tahu

    • Halo Pak suryahadi apakabar
      foto-foto di blog Irfan ambil saat perjalanan bulan Februari 2011 berita yang dibaca di Kompas dan media lainnya Gunung padang semakin ramai sekarang
      berbeda saat saya kesana tahun 2011 waktu itu belum seramai sekarang masih asyik untuk foto-foto.
      Terimakasih sudah membaca tulisan di blog ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s