Menjelajahi Baduy Luar dan Dalam 1-2 Januari 2011


Masyarakat Baduy Terkenal dengan cara hidupnya yang tetap berpegang pada kearifan alam dan ajaran leluhur di awal tahun baru kami beruntung dapat mengunjungi saudara kita Masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam dan dan tinggal dan memahami pilihan hidup mereka berikut itenerary kami

Sabtu 1 januari

6.30-9.30 : berangkat dari Rumah menuju Badui

Tol Merak-keluar pintu Tol serang Timur-masuk kota Serang-Pandeglang-rangkasbitung-Leuwidamar-Ciboleger beruntung berangkat pagi hari jalan tol lenggang hingga kendaraan bisa dipacu kecepatan maksimum mungkin lain ceritanya bila kita liburan ke Puncak/Bandung tol ke Bandung pasti sedang bermacet ria

9.30-10.00 : tiba di terminal bis Ciboleger,kendaraan ditiipkan, persiapan menuju Badui ,beli bahan makanan dan minumanuntuk perjalanan dan menginap di Badui Dalam nanti malam,bertemu Mang Uha yang kan memandu kami menjelajahi Badui dalam dan luar mendaftar kepada Kepala Desa Ciboleger

10.00-14.00 : Perjalanan menuju Badui dalam melalui Hutan,naik dan turun perbukitan kita menggunakan jalur lain dari yang umum wisatawan lain jalur ini lebih cepat dan tidak terlalu jauh kemarin  malam turun hujan menyebabkan jalan licin dan berlumpur benar-benar medan yang menantang kami memasuki kampung badui luar meliputi Kampung kaduketung,Kampung kadujangkung ,Kampung Karahkal,Kampung kaduketer

ciri khas masyarakat Badui luar adalah pakaian yang mereka kenakan berwarna hitam atau biru,penggunaan saran hiburan seperti radio maupun telekomunikasi,bentuk rumah meski panggung tapi tidak setinggi saudara mereka di Badui Dalam,selain berladang mereka juga diijinkan berdagang atu membuka warung dan bersekolah di sekolah umum jarak antar kampung berjauhan antara satu dengan lainnya tidak mengherankan dalam 3 jam perjalanan hanya beberapa kampung bisa ditemui dalam perjalanan kami bertemu Ibu-Ibu yang membawa tumpukkan kayu bakar di punggungnya dan hebatnya mereka mereka bisa berjalan lebih cepat dibanding kami.

Di pertengahan antara badui Luar dan dalam kamera,alat perekam,HP dimatikan sesuai adat yang berlaku di badui dalam

14.00-14.15 : bertemu dan meminta ijin memasuki desa Badui dalam kepada pimpinan desa Cibeo Badui dalam disebut Puun .Puun merupakan pimpinan desa dari Badui dalam jabatan ini dipilih berdasarkan garis keturunan

14.15-21.00 : Memasuki desa Cibeo badui dan bermalam din rumah warga Badui dalam dan makan malam bersama untuk penerangan mereka menggunakan lilin,minyak sayur yang dibuat dari Kopra maupun keceng warga badui dalam juga membuat kerajinan seperti ikat kepala,gelang,gantungan kunci dll yang mengherankan tidak ada nyamuk satupun juga padahal biasanya pemukiman ditengah hutan terdapat banyak nyamuk

Minggu 2 Januari

5.00-7.00 :makan pagi,keliling desa dan persiapan meninggalkan Badui dalam bagi yang ingin mandi di daerah Badui Dalam tidak ada kamar mandi disini bila ingin mandi langsung di sungai dan dilarang menggunakan Shampo,Sabun,Odol dan sikat gigi

700-12: melintasi kampung Cipaler,Leuwibulet,Gajeboh,marengo,Balimbing dan Kaduketung besar

Perjalanan pulang lebih lama karena jarak ditempuh lebih jauh selain itu hujan yang menimpa membuat medan semakin sulit berlumpur dan licin melewati 2 buah jembatan Bambu

12.00-16.00 : Akhirnya tiba di Ciboleger dan kembali ke Jakarta selamat tinggal Badui

Catatan

Desa Badui dalam ada 3 yaitu Cibeo,Ciketawarna dan Cikesaik

Jarak dari Ciboleger ke Desa Cibeo 12 KM, ke Desa Ciketawarna 15 KM-24 KM Desa Cikesik

Bila ingin lebih dekat bisa ke Cikesik kendaraan pribadi bisa dititipkan di daerah perbatasan Badui Dalam dan Luar dari sana ke Desa Cikesik Badui dalam hanya 2 KM dan Medannya tidak seberatbila kita  dari arah Ciboleger

Sebaiknya tidak mengunjungi Badui di Bulan Januari,Februari dan Maret karena  bulan penuh acara budaya dan Ritual bagi Masyarakat Badui  umumnya mereka tidak mau menerima tamu dibulan itu terutama rombongan

Masyarakat Badui merupakan masyarakat pekerja keras dan sangart gotong royong setiap orang yang masih mampu bekerja dipastikan mereka berladang walaupun umur mereka sudah berusia lanjut

Dalam pembangunan rumah seluruh warga kampung akan berpatisipasi dalam pembangunan

Meski ada warga Badui Dalam memiliki uang cukup banyak kita tidak bias membedakannya dengan warga lainnya karena sesuai adat mereka dilarang membeli barang modern maupun mewah

Untuk biaya guide disarankan harus disepakati diawal sebelum memuai tur

Akan lebih baik membawa tas ransel dan jangan membawa barang berlebih karena medan jalan yang akan kita lalui cukup berat

Untuk alas kaki gunakan sepatu kats atau sendal gunung

Bawalah senter dfan lilin

Jika menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya tidak menggunakan sedan banyak jalan yang berlubang di sepanjang jalan menuju Ciboleger

Semoga Bisa Membantu Rekan-rekan Jalansutra yang ingin berkunjung ke Badui

Foto-foto lebih lengkap bisa dilihat di album Foto di FB di Tur Badui 1-2 Januari 2011

Terimakasih-Irfan

www.pecintawisata.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s