Bagian ke 2 Tur Malang & Blitar 15-16 Januari 2011


Bagian ke 2 Tur Malang & Blitar 15-16 Januari 2011

Sore hari berangkat menuju ke Pantai Balekambang yang terletak di Kecamatan Bantur 65 km, sebelah selatan kota Malang. Perjalanan membutuhkan waktu 2,5 Jam dari Kota Blitar perjalanan cukup lancar memasuki daerah bantur jalanan mulai menanjak dan lebih menyempit dan berkelok dengan pemandangan perbukitan dan pepohonan yang rindang dikanan kiri sesuai kontur jalan berbukit sehingga kami terpaksa mengurangi kecepatan mobil.

Ketika kami datang suasana Pantai cukup ramai banyak pengunjung yang memancing atau berjalan diatas pasirnya yang halus berenang tidaklah disarankan di pantai ini dikarenakan ombak pantai Selatan sangatlah ganas ini juga berlaku untuk pantai lainnya di kawasan pantai selatan terutama dalam kondisi saat ini dimana karena perubahan musim ombak laut rata-rata lebih tinggi dibanding bulan biasanya.

Di Pantai Balekambang terdapat 3 buah Pulau yaitu Pulau Ismoyo, Pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni sayangnya dari 3 pulau tersebut hanya Pulau Ismoyo yang terhubung dengan dengan Pantai Balekambang sedang jembatan yang menuju ke pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni sayangnya putus dan belum diperbaiki jiak sudah diperbaiki wisatawan tentu akan lebih berkesempatan menjelajahi keindahan Pantai Balekambang.

Yang menarik dan salah satu daya tarik wisata dari Pantai Balekambang terdapatnya sebuah Pura bernama Pura Ismoyo yang berdiri tepat di puncak Pulau Ismoyo untuk mencapai Pura Ismoyo kami melalui sebuah jembatan yang menghubungkannya.Pura Ismoyo merupakan tempat peribadatan umat Hindu setiap tahunnya diadakan upacara keagamaan di tempat ini meliputi upacara Surohan (Suro’an) dan Upacara Jalanidhi Puja yang merupakan salah satu daya tarik wisata.

Karena harus mengejar agar dapat tiba di Kota Blitar sebelum malam kami segera bergegas meninggalkan Pantai Balekambang menikmati sunrise maupun sunset di Pantai balekambang dengan latar belakang pantai dan Pura Ismoyo dan berfoto merupakan aktivitas terbaik terbaik

Kami tiba di Kota Blitar agak malam sekitar Pukul 20.30 setelah berputar-putar mencari tempat makan akhirnya kami mendapatkannya.Kuliner di Kota Blitar saat malam lebih sepi dibanding Malang,surabaya,Yogyakarta,Solo maupun Jakarta di Blitar tidak banyak tempat makan yang buka di waktu malam.

Kami Bermalam di Hotel tugu Lestari hotel ini dibangun tahun 1850 awalnya digunakan sebagai asrama oleh pemerintah kolonial Belanda kemudian diubah menjadi hotel setelah berganti masa dari Pemerintahan Kolonial Belanda,Pendudukan jepang,Masa perjuangan Kemerdekaan hingga kini dan kepemilikan akhirnay hotel ini menjadi bagian dari Tugu Group dan diberi nama Hotel Tugu Lestari.

Hotel ini sangat luas ada bagian hotel yang terletak ditengah-tengah yang merupakan bangunan asli Hotel ini terlihat dari ukuran pintunya yang lebih tinggi dan besar dari ukuran tubuh bangsa Indonesia dan juga terlihat dari bangunannya bergaya klasik kolonial.di bangunan utama ini terdapat Kamar khusus bernama Putra Sang Fajar yang didalamnya terdapat foto-foto Bung karno dan benda-benda peninggalan Presiden pertama RI Ir.Sukarno yang disumbangkan Putri Beliau Ibu Megawati Soekarnoputri.Dalam Hotel Tugu Lestari terdapat benda-benda bergaya klasik seperti Pintu bergaya Jawa,Foto-Foto Kuno,Gamelan,Wayang kulit,Peralatan masak tempo dulu,Peralatan Makan tempo dulu,patung dll.

Di pagi harinya jam 6.00 pagi kami segera meninggalkan Hotel Tugu Lestari menuju Pantai Sendang Biru perjalanan di pagi hari berlangsung lancar tapi karean jauhnya jarak kami membutuhkan hingga 3 jam lebih baru tiba di Pantai Sendang Biru di pantai Sendang Biru kami melapor kepada petugas Perhutani untuk melapor dan meminta ijin memasuki Pulau Sempu ini harus dilakukan karena Kawasan Pulau Sempu merupakan Cagar Alam untuk memasuki dan menjelajahi Pulau Sempu kita harus menggunakan guide dikarenakan medan yang berupa hutan alam dengan pepohonan yang lebat dan kontur tanah yang berbukit-bukit hal inilah yang menyebabkan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Pulau sempu terutama disaat musim hujan

Awalnya kami mengira tidak banyak yang mengunjungi Pulau sempu tetapi perkiraan kami salah banyak kapal yang mengantar wisatawan ke Pulau Sempu jarak dari Pantai sendang Biru ke Pulau sempu ditempuh hanya dalam 10 menit Perjalanan mencapai danau segara anakan lebih lebih lama dari yang kami perkirakan hingga 2 jam dalam perjalanan kami bertemu team lain yang menarik banyak dari mereka yang camping dan menginap di sana akhirnya kami tiba di danau Segara Anakan karena bentuknya yang mirip teluk sehingga kondisi perairan di Danau segara anakan tenang dan pemandangan yang luar biasa indah aktivitas yang menyenangkan disini adalah berenang,menikmati pemandangan danau yang indah apalagi ditunjang dengan pasir putihnya yang halus tempat yang tepat untuk bercengkrama bersama keluarga tercinta

Akhirnya kami harus meninggalkan Pulau Sempu dan menuju Stasiun KA di Malang hampir kami tertinggal kereta tinggal 10 menit lagi Berakhirlah Perjalanan sampai bertemu di perjalanan selanjutnya

Catatan

Sewa Perahu dari Pantai Sendang Biru

menuju Pulau Sempu sekitar Rp 100 rb

Sewa Guide menjelajahi Pulau Sempu sekitar Rp 100 rb

Diatas harga rata-rata tergantung kemampuan menawar

Bila Ingin trekking Ke Segara Anakan harus dalam Kondisi fit karena medan yang cukup jauh,lama dan berat

Jumat  11 Februari 2011-Selasa 16 Februari 2011 kami akan mengadakan tur ke Propinsi Kalimantan Selatan bagi Bapak dan Ibu beserta rekan yang Ingin ikut bisa menghubungi Kami

 

Muchamad Irfan

follow pecintawisata di @TMIrfan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s