Perlawanan PETA 14 Februari 1945


Bila mendengar tanggal 14 februari apa yang ada di benak kita ?sebagian besar terutama generasi muda pasti mengindetikkannya dengan perayaan Valentine atau disebut juga hari kasih sayang.disaat inilahpasangan yang sedang jatuh cinta bertukar cokelat dan bunga.sebaba itu toko coklat dan bunga mengalami kenaikan omzet yang dramatis di hari valentine.

Sebenarnya tanggal 14 Februari juga memiliki arti yang penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. bila disaat ini bertukar coklat dan bunga maka para leluhur kita 67 tahun lalu bertukar mortir dan peluru dengan tentara kekaisaran Jepang yang saat itu menduduki Indonesia.jika surat valentine berwarna merah melambangkan cinta maka warna merah 67 tahun yang lalu melambangkan keberanian dan darah pejuang PETA yang gugur.

Perlawanan PETA Blitar merupakan salah satu perlawanan terhadap tentara kekaisaran Jepang yang menguasai Indonesia saat itu.bila melihat dari sejarahnya tentara PETA (Pembela tanah Air) merupakan organisasi militer yang dibentuk tentara Kekaisaran Jepang sebagai tentara cadangan untuk melindungi Indonesia. dari serbuan tentara Sekutu (USA,Inggris,Australia,dll ) yang di tahun 1945 terus mendesak tentara Kekaisaran Jepang.

Tentara PETA mendapatkan pelatihan militer dari Tentara kekaisaran Jepang namun berbeda dengan Tentara HEIHO yang ikut bertempur bersama tentara Jepang di medan tempur Asia seperti Myanmar,Thailand,Morotai,Filipina tentara PETA belum pernah mengalami pengalaman tempur.

Pemberontakan PETA di Blitar dilatarbelakangi oleh semakin sulitnya kehidupan rakyat saat itu dan juga keinginan merdeka.atas kepercayaan bahwa tentara Jepang akan segera kalah dalam perang asia timur raya sesuai berita yang didapat dari radio Internasional dimana satu persatu daerah kekuasaannya di asia jatuh ketangan sekutu. sehingga sebelum tentara sekutu mendarat di Indonesia dan mengembalikan Indonesia sebagai wilayah pendudukan Belanda.Indonesia harus merdeka dan mendapat pengakuan internasional sehingga mencegah hal itu terjadi.

Tanggal 14 Februari dipilh sebagai saat perlawanan karena saat itu akan ada pertemuan besar komandan dan anggota PETA di Blitar sehingga diharapkan anggota PETA yang lain akan ikut bergabung dalam perlawanan sehingga bisa menguasai Blitar dan mendorong pemberontakan di daerah lainnya

Pemimpin perlawanan PETA adalah Cudancho Supriyadi dan komnadan lainnya meski rencana perlawanan telah dipersiapkan secara baik. terjadi hal yang tidak diduga tiba-tiba Pimpinan tentara kekaisaran Jepang membatalkan pertemuan anggota dan Komandan PETA di Blitar.Cudancho Supriyadi dan komandan serta anggota PETA di Blitar dihadapakan pada posisi sulit bila terus melanjutkan perlawanan kemungkinan besar mereka akan kalah. jumlah mereka tidak sebanding dengan tentara Kekaisaran Jepang namun bila dibatalkan ada resiko Tentara kekaisaran Jepang sudah tahu dan akan menghukum berat bahkan mati yang terlibat dalam pemberontakan.

Cudancho Supriyadi dan komandan PETA di Blitar tetap memutuskan melanjutkan perlawanan karena mereka berharap pengorbanan darah dan nyawa mereka akan membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan meski setiap orang tahu mereka akan kalah.

Tepat dinihari 14 Februari 1945 meletuslah tembakan mortir dan peluru dari asrama Tentara PETA di Blitar dan pengibaran bendera Merah putih tepat diseberang asrama PETA.seperti telah diduga sebelumnya Tentara Kekaisaran Jepang akhirnya bisa mengatasi pemberontakan ini.harapan pemberontakan PETA di Blitar akan mendorong Pemberontakan PETA di daerah lain tidak terjadi karena tentara Jepang segera menarik seluruh senjata yang dipegang tentara PETA .

Dari Tentara dan komnadan PETA yang memberontak Cudancho Supriyadi hilang dan tidak pernah diketahui jejaknya sedang komandan yang lain dijatuhi hukuman mati dipenggal di daerah Ancol ada yang mendapat hukuman penjara.

Untuk mengenang perlawanan PETA tepat di lokasi perlawanan didirikan monumen PETA yang terdiri dari 7 patung dalam sikap menyerang tepat ditengah-tengah adalah Cudancho Supriyadi sebagai pemimpin perlawanan.sedang asrama PETA kini menjadi SMP dan SMU Negeri namun bila dihat dari bentuk banguanannnya ada kesan itu merupakan bangunan asrama militer.tugu tempat pengibaran bendera merah putih saat pemberontakan kini menjadi taman makam pahlawan

Link mengenai perjuangan tentara PETA di Blitar Bisa dilihat di jelajahbumipapua.com

Adira Jelajah Bumi Papua :: 14.Februari.di.Blitar.68.tahun.lalu. http://t.co/GtijX6lU8p

 

Muchamad Irfan

follow pecintawisata di @TMIrfan

About these ads

7 thoughts on “Perlawanan PETA 14 Februari 1945

    • halo rekan Gracias
      mengenai taktik yang digunakan balatentara Jepang saat itu menurut sumber sejarah
      tentara Jepang menggunakan tentara Jepang bersama Kempetai melawan tentara PETA
      berita perlawanan tentara PETA pun diusahakan tidak menyebar keluar sehingga tentara PETA di wlayah lain tidak mengetahui
      tentara Jepang juga mengumumkan amnesti pemberian ampunan ) kepada tentara PETA yang melawan sehingga tentara PETA menyerah namun saat menyerah para pimpinan tentara PETA segera ditawan bahkan dieksekusi di ancol,Jakarta
      perlawanan PETA Blitar gagal dikarenakan rencana yang belum matang dan tidak didukung unsur perjuangan lainnya

      Salam rekan Gracias

    • halo Mas Syahrul perlawanan PETA ada yang berbentuk pemberontakan seperti di Blitar yang dipimpin supriyadi
      peran PETA dan organisasi militer lainnya yang dibentuk Jepang besar peranannya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia
      Bapak Presiden Suharto (presiden ke 2 RI) Bapak Umar Wirahadikusumah (Wapres RI) Bapak Jenderal Besar Sudirman an tokoh-tokoh lainnya merupakan anggota PETA
      sejarah lengkap PETA bias dilhat di museum PETA Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s