Mengunjungi museum Pembela tanah air (PETA) di Bogor


Kita tentu mengenal tokoh-tokoh yang penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia Jenderal besar Sudirman,Presiden ke 2 RI Jenderal (purn) Soeharto,wakil presiden RI Jenderal (Purn) Umar wirahadikusumah,Menteri panglima Angkatan darat Jenderal anumerta Achmad Yani,Bapak paskibraka,Brigjen (Purn) Latief Hendraningrat,Pimpinan pemberontakan PETA di Blitar Shodancho supriyadi serta tokoh-tokoh lainnya mereka seluruhnya adalah alumnus Pembela tanah air (PETA) oraganisasi kemiliteran yang dibentuk pemerintah Jepang selama berkuasa di Indonesia.
Menurut sejarahnya pembentukan PETA dimulai di tahun 1943 setelah di tanggal 3 Oktober 1943 keluar osamu seirei(Dekrit) No.44 tahun 1943 yang mensahkan pembentukan tentara PETA.bagi pemerintah pendudukan Jepang pembentukkan tentara PETA sebagai alat mempertahankan wilayahnaya terutama di Indonesia dari serbuan tentara sekutu sedang bagi pimpinan pergerakan kmeerdekaan indonesia mereka mendukung pembentukkan tentara PETA karena melihat Indonesia ketika merdeka membutuhkan tentara yang pofesional terlatih untuk mempertahankan kemerdekaan dan keselamatan rakyatnya dan PETA mereka lihat sebagai sarana mencapai tujuan itu.
Akhirnya Pemerintah pendudukan Jepang memilih kota Bogor sebagai pusat tempat pelatihan tentara PETA yang disebut Jawa Boei Giyugun Kanbu Kyo Iku Tai (Pusat Pendidikan Perwira Tentara Sukarela Pembela Tanah Air) dan berdiri diatas bekas tangsi dan markas tentara KNIL (Koninklijik Nederlands Indische Leger) pelatihan tentara PETA berlangsung selama 3-4 bulan setelah lulus pelatihan mereka kembali ke daerahnya masing-masing.
Untuk mengingatkan generasi muda akan kisah perjuangan PETA dan mengenang tentara PETA yang telah gugur dalam perjuangan maupun yang telah dipanggil Yang maha Kuasa karena faktor usia maka didirikanlah museum PETA atas prakarsa YAPETA (yayasan Pembela Tanah Air) yang dimulai tahun 1993 dan selesai di tahun 1995 dan diresmikan oleh Bapak H.M.Soeharto presiden ke 2 RI dan juga alumni PETA
Saat kami mengunjungi museum PETA kondisinya masih sepi wajar karena hari minggu dan masih pagi

sebagai monumen penyambut selamat datang bagi pengunjung terdapat patung chudancho supriyadi disebelah kiri dan patung jenderal besar sudirman di sebelah kiri dan juga tank.setelah memasuki pintu gerbang dan membayar tiket masuk dan meminta ijin mengambil foto kami diantar petugas museum

obyek wisata kami yang pertama adalah relief yang menggambarkan perjalanan PETA dan peranannya dalam kemerdekaan Indonesia.di diorama juga kita dapat melihat tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia.terdapat 2 ruangan disisi sebelah kiri dan kanan yang masing-masing diberi nama ruang Jenderal Sudirman dan Ruang Chudancho Supriyadi.di kedua ruangan tersebut kami melihat diorama berisi pertemuan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia,diorama pertempuran 10 November 1945,patung tentara PETA lengkap dengan seragam dan senjatanya.foto-foto kegiatan tentara PETA di tahun 1940 an,diorama pemberontakan tentaraPETA di Blitar 14 Februari 1945 yang dipimpin Chudancho supriyadi,daftar tentara PETA yang ikut serta dalam pemberontakan PETA di Blitar dan hukuman yang mereka terima,

koleksi persenjataan peninggalan perang dari rampasan tentara Jepang maupun dari tentara sekutu baik senapan mesin,senapan panjang dan pistol yang dalam kondisi tersimpan di lemari kaca penataan yang teratur dan rapi memudahkan pengunjung dalam menikmati koleksi yang ada disini.


Setelah puas mengambil dokumentasi tujuan terakhir kami adalah patung jenderal besar Sudirman berpakaian seragam tentara PETA berdisri atas marmer putih dan di kiri dan kanan beliau diapit 2 meriam medan dan tepat dibelakang beliau asrama tentara RI setelah mengambil foto terakhir kami berpamitan dengan penjaga museum dan meninggalkan museum.
Ringkasan Museum PETA Bogor
1.alamat
Jl.Jenderal Sudirman N0.35 Bogor Jawa Barat,Indonesia
Telp/Fax : 0251-8344560
2.Sebelum berkunjung sebaiknya mengajukan surat permohonan berkunjung kepada pengelola museum paling lambat 1 minggu sebelum hari berkunjung
2.dalam surat permohonan dicantumkan hari/tanggal,jam dan jumlah peserta (Minimum 25 orang)
4.Berpakaian rapai (bagi pelajar mengenakan seragamsekolah)
5.jadwal berkunjung
Hari senin-kamis 08.00-14.00
Hari Jumat 08.00-11.00
Hari sabtu dan minggu dan hari besar libur/tutup

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s