Mengunjungi danau Toba dan sekitarnya


Alkisah pada dahulu kala hiduplah sepasang suami istri dengan putra mereka bernama samosir sayang suatu waktu samosir membuat marah ayahnya sehingga terlontarlah ucapan sang ayah yang tidak boleh diucapkan saat menikah dengan istrinya dahulu karena akan muncul bencana sehingga turunlah hujan lebat dan tenggelamlah desa tesebut dan menjadi danau yang amat luas dikenal dengan nama Toba dan muncullah pulau tepat ditengah danau toba dikenal dengan nama pulau samosir

Tapi berdasarkan penelitian para hali danau toba terbentuk dari letusan gunung berapi yang amat besar ribuan tahun yang lampau yang kemudian membentuk kawah yang amata luas dan kemudian terisi air sehingga menjadi danau yang amat luas
Terlepas dari cerita manakah yang benar danau Toba semenjak dahulu kala sudah menjadi magnet yang menarik banyak wisatawan baik dari domestik maupun dari luar negeri untuk menikmati keindahan alam dan keunikan tradisi masyarakat batak yang yang tinggal disekitranya.

Obyek dan Aktivitas wisata di danau toba

Foto Pemandangan Danau Toba


Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di danau Toba dari menyaksikan matahari tebenam disore hari,berjalan-jalan di pagi hari mengelilingi danau toba maupun sekedar duduk-duduk di tempat yang telah disediakan di tepi danau sambil menikmati jagung bakar maupun makanan kecil lainnya ditemani segelas minuman hangat merupakan pilihan yang tepat menikmati keindahan danau Toba

Umumnya wisatawan yang datang ke danua Toba akan menyebrangi ke pulau samosir yang terletak di tengah-tengah danau Toba pulau Samosir dari kejauhan telihat seperti gugusan perbukitan dengan bukit-bukit yang saling sambung menyambung tidaklah mengherankan bila di pulau ini terdapat air terjun dan bahkan danau diatas pulau smaosir yang terkenal oleh penduduk setempat disebut sebagai danau diatas danau dan penduduk di pulau ini hidup di kawasan yang terpencar-pencar mengikuti kontur perbukitan di pulau ini

Foto Pemandangan Pelabuhan Pulau Samosir


Untuk mencapai pulau samosir wisatawanmemiliki beberapa pilihan
Bis wisata maupun wisatawan pribadi yang membawa mobil untuk berkeliling di obyek wisata di Pulau samosir dapat menggunakan kapal ferry dari pelabuhan yang terletak di Parapat kapal biayanya sekitar Rp 200 Rb/Mobil PP jadwal keberangkatan dan kepulangan telah terjadwal sehingga penting bagi wisatawan untuk memperhatikan jadwal tersebut agara tidak tertinggal kapal ferry terutama bagi yang membawa mobil pribadi maupun sewaan dan yang menggunakan bis pariwisata mengingat tidak banyak kapal Fery yang melayani rute Toba-samosir setelah tiba di Pulau samosir wisatawan memiliki waktu beberapa jam untuk berkeliling ke obyek wisata dan berbelanja di pasar seni dan souvenir yang banyak terdapat di Pulau samosir untuk kemudian kembali ke dermaga untuk pulang kembali ke Toba

wisatawan juga dapat menggunakan kapal khusus penumpang yang berkapasitas hingga 100 orang penumpang dan umumnya bertingkat dua bila cuaca sedang bersahabat tidak terlalu panas maupun tidak turun hujan duduk di dek atas yang terbuka menikmati semilir angin dan birunya air danau Toba serta gugusan pulau samosir di kejauhan merupakan pilihan yang menyenangkan kapal jenis ini dapat ditemui di dermaga-dermaga kecil yang terletak di sekitar banyak Pinggiran danau Toba jadwal keberangkatan kapal-kapal ini berbeda dengan kapal ferry yang langsung berangkat sesuai jadwal kareana mereka baru akan berangkat setelah kapasitas kapal terpenuhi setelah berangkat dari pelabuhan tidak jarang kapal-kapal ini akan berkeliling ke dahulu mencari penumpang dengan mengunjungi hotel maupun penginapan yang banyak terletak di pinggir di pinggir danau Toba hal inilah yang menyebabkan waktu tiba kita di Pulau samosir lebih lama mseki begitu ada keuntungan menggunakan kapal jenis ini selain waktu keberangkatan yang lebih fleksibel dan umumnya sebelum menuju ke pulau samosir Wisatawan diajak mengunjungi Batu gantung

Foto Batu Gantung

suatu obyek wisata dimana di bukit batu di pinggir danau Toba Terdapat batu besar yang tergantung terpisah dari batu besar lainnya dan menurut kepercayaan masyarakat setempat batu tersebut merupakan penjelamaan dari eorang putri yang bunuh diri dan didekat batu gantung tersebut terdapat batu lain yang dipercaya penjelmaan dari anjing penjaga sang putri entah benar atau tidaknya legenda tersebut batu gantung merupakan tempat wisata yang asri ditunjang oleh pepohonan yang rindang di kawasan tebing menjadikannya tempat yang ideal mengambil foto.

Lama Perjalanan ke pulau Samosir dapat ditempuh adalam waktu sekitar 30 menit dan wistawan akan merapat di dermaga Pulau samosir disiini kita dapat berkeliling melihat obyek wisata yang terdapat di pulau smaosir dan tentunya berbelanja souvenir untuk 1 jam kemudian akan dijemput kapal yang sama tetapi bagi yang ingin lebih lama tidak perlu khawatir karena kita tetap dapat maniali kapal lainnya.

Foto Patung Selamat datang Di Pulau Samosir


Di deramaga terdapat tugu sealamat datang bernbentuk lingkaran denagn relief yang menggambarkan suku-suku batak yang terdapat di Sumatera Utara seperti Batak Toba,Batak Simalungun,Batak Samosir,Bataka Pakpak,Batak Mandailing dekat dari sini terdapat visitor centre dengan gerbang bertulis Horas selamat datang di Tomok di visitor centre terdapat peta besar kawasan Toba dan Samosir beserta obyek wisata yang terdapat didalamnya sayang tidak terdapat brosur yang dipersiapkan bagi para pengunjung

mulai dari sini sudah banyak penjual souvenir dan cenderamata yang akan mulai menawarkan dagangannya kepada pengunjung bermacam-macam souvenir yang ditawarkan mulai dari kaos bertulisakan I Love Toba,kaos bergambar danau toba Dan samosir,replika rumah adat Batak,kain ulos dan ukiran kayu bermotif Batak semuanya terdapat disini tinggal tawar dan jangan lupa tersenyum kepada penjual bahkan kalau bisa berbicaralah dalam dialek Batak dan katakan kita juaga berasal dari Batak umunya kita bisa mendapat harga lebih murah selamat menawar.

Masyarakat Batak pada waktu dahulu kala selain terbagi atas marga-marga yang saling memeliliki hubungan kekerabatan juga dari setiap marga yang mendiami suatu wilayah akan terdiri dari beberapa nagari atau kampung dan setiap kampung atau nagari memiliki raja-rajanya masing-masing tidaklah mengherankan di tanah Batak terdapat banyak sekali raja-raja khusus di pulau samosir saja terdapat peninggalan beberapa raja seperti Siallagan,Sidabutar dll.

Foto Makam Raja Batak Di Atas Bukit


Tujuan kami pertama adalah makam salah seorang raja yang pernah berkuasa di Pulau Samosir untuk mencapai makam ini kita akan meniki tangga sesampainya diatas kita akan menemui formasi patung-patung batu berukuran mini yang berjumlah 19 buah dalam bentuk melingkar bila diperhatikan masing-masing patung menggambarkan sikap yang berbeda-beda ada yang dalam sikap berdoa,memegang senjata dll karena perubahan jaman dan kondisi cuaca patung-patung ini terlihat berlumut dan mulai tidak jelas ukirannya sangat baik bila dibuat atap untuk melindungi patung-patung ini dan juga peninggalan lainnya dari keruasakan akibat cuaca.

didekat patung-patung batu ini terdapat meja dan kursi terbut dari batu dimana dahulunya digunakan raja sebagai tempat berdiskusi dan bermusyawarah atas kondisi negara yang dipimpinnya disini terdapat beberapa makam meski makam disini terbuat dari batu ada cara membedakan makam raja yang masih memeluk agama batak asli yang dikenal sebagai pelbegu atau parmalin yang memuja roh nenek moyang dan benda-benda keramat dengan raja yang telah memeluk agama selain agama nenek Moyang Batak khususnya Kristen dimana di kawasan Toba dan Samosir merupakan agama dominan caranya mudah untuk raja yang masih memeluk agama leluhur selain peti batunya berukuran lebih besar juga weajah sang raja yang telah meninggal juga diukir di peti mati tersebut dan berbeda dengan agama kristen dimana tubuh orang yang sudah meninggal dimasukkan kedalam peti lalu dimasukkan kedalam tanah lalu dibuat batu nisannya sehingga bisa dikatakan peti ersebut ditanam dibawah permukaan tanah dan dibuat tanda salib diatasnya pada makam raja pemeluk agama nenek moyang Batak jasad sang raja akan dimasukkan kedalam peti batu yang besar tersebut bersama barang-barang miliknya mirip dengan pemakaman raja-raja di mesir dan masyarakat Indonesia di propinsi lainnya sebelum datangnya agama Hindu dan Budha yang sering disebut sebagai jaman batu atau prasejarah dimana jasad orang yang telah meninggal dimasukkan kedalam peti mati terbuat dari batu yang disebut sarchopagus atau kubur batu hanya saja bila kubur batu di masyrakat prasejarah kita juga dimasukkan kedalam tanah maka ini tidak tetap terletak diatas tanah dan bahkan peti mati tersebut dapat dibuka dan digeser tapi melihat dari besar dan ukuran peti mati tersebut tentunya dibutuhkan tenaga yang amat besar untuk melakukannya

Selain mengukir wajah sang raja di bagian belakang peti mati terdapat ukiran permaisuri sang raja dalam beberapa kesempatan dapat dijumpai tokoh yang berjasa besar bagi kerajaan dan dihormati sang raja seperti panglima perang,perdana menteri dll juga akan diukir wajahnya di peti mati sang raja sebagai bentuk penghormatan terhadap pribadi yang bersangkutan hal ini juga ditemukan di kubur batu lainnya
Dari sini kami lalu melalui deretan kios-kios penjual souvenir menuju tujuan wisata selanjutnya yang terkenal dengan nama obyek wisata budayaSigale-Gale.

Foto Di Depan Patung Sigale-Gale Dan Rumah Adat Batak

Sigale-Gale merupakan boneka mirip manusia dikatakan mirip karena memiliki wajah dan bentuk tubuh mirip manusia bahkan tingginyapun seukuran manusi dewasa dan dipakaikan baju lengkap dengan ulos yang dapat menari mengikuti alunan musik dan permintaan penonton terdapat sekitar 8 jenis tarian yang biasanya ditawarkan kepada penonton menariknya penonton juga dapat menari bersama boneka Sigale-Gale mirip dengan wayang kulit maupun wayang golek yang memiliki dalang untuk menggerakkannya Sigale-gale juga memiliki orang yang bertugas mengatur irama gerakan Sigale-Gale
Selain menyaksikan pertunjukkan Sigale-Gale Yang memukau kita dapat berfoto dan mengagumi keindahan arsitektur rumah batak kuno terdapat sekitar beberapa rumah yang kondisinya masih bagus dan terawat dan masih ditinggali oleh penghuninya hiingga kini
Rumah lama Batak berbentuk panggung agak mirip dengan rumah panggung dari sumatera Barat yang disebut rumah gadang dengan bentuk atap terbuat dari sirap dan berbentuk mirip tanduk kerbau namun panggungnya tidak setinggi rumah gadang dan ukurannya lebih kecil dan juga arah rumah dan penempatan pintu masuk yang berbeda.
Dari sini kami menuju obyek wisata budaya

Foto Makam Raja Marga Sidabutar

kuburan tua raja sidabutar syarat bagi seluruh pengunjung memasuki komplek ini adalah menggunakan ulos hampir sama dengan kuburan raja yang sebelumnya terdapat kubur batu yang diukir wajah sang raja bagi pemeluk agama nenek moyang Batak dan salib bagi raja yang sudah memeluk agama Kristen ada hal yang menarik di raja kedua marga sidabutar selain ada patung berukir permaisurinya juga terdapat ukiran patung panglima perangnya dari Aceh dan beragama Islam terlihat jelas dari peci yang dikenakannya bukti bahwa sudah ada kerajasama antara Batak dengan wilayah lainnya dan wujud indah dari toleransi beragama di Indonesia.

Disini terdapat bendera hitam,merah dan putih yang terbentang diantara makam batu ini bukanlah bendera kerajaan marga sidabutar melainkan cara untuk mmebedakan raja dan pengikutnya pemeluk agama nenek moyang Batak denaan raja dan pemeluknya beraagama kristen bila makam itu dilapisi bendera hitam,merah dan putih maka makam itu pasti makam pemeluk agama Nenek Moyang Batak bila tidak maka pemeluk agama Kristen.
Tidak terlalu jauh dari Komplek makam sidabutar terdapat

Foto Museum Batak di Pulau Samosir

museum batak yang dahulunya merupakan istana salah seorang raja di pulau samosir beserta keluarganya dan kini difungsikan sebagai museum.berbeda dengan rumah batak lama lainnya ruumah ini lebih kaya akan warna dan lebih cerah didalam museum Batak dapat ditemukan alat yang yang digunakan amsyarakat batak sehari haro seperti peralatan memasak,berburu dan terdapat alat menenun dan juga alat musik tradisional batak yang mirip angklung bagi wiasatawan yang ingin membawa souvenir sebagai kenang-kenanganm tidak terlupakan dari Batak tempat ini juga merupakan pusat souvenir pengunjung dapat memilih aneka souvenir seperti patung,dan ukiran lainnya

Foto Batu Persidangan Raja Siallagan


Ada kisah dimasa dahulu kala bagi para musuh negara dan penjahat yang mengacaukan negeri dan membawa bencana bagi masyarakat ketika dapat ditangkap akan dihadapkan persidangan yang dihadiri para raja di pulau samosir beserta rakyat yang dipimpin raja dari marga Siallagan untuk kemudian dijatuhi hukuman mati dimana penjahat tersebut akan disiksa dahulu kemudian dipenggal kepalanya dimana jantung dan hatinay akn dimakan sang raja untuk meningkatkan kesaktian sedang bagian lainnya dapat dinikmati rakyatnya dimana kemudian tulang belulangnya dibuang kelaut mendengar cerita ini memberikan kesan mengerikan kepada orang yang ingin mengunjungi tempat ini dan pandangan negatif bahwa masyarakat disni keras dan kejam padahal sebenarnya tidaklah seperti itu khusus mengenai kisah diatas benar adanya tapi dengan kedatangan agama ke wilayah ini praktek tersebut juga telah lama ditinggalkan selain itu harus diingat hukuman berat ini khusus berlaku hanya bagi musuh negara maupun penjahat yang membahayakan dan mngancam keselamatan rakyat banyak selain itu dalam memutuskan hukuman raja juga harus mendengarkan masukkan dari raja-raja lain pejabat,Tokoh adat dan agama bahkan rakyat banyak dan keputusan berat ringannya hukuman juga diatur dalam kitab undang-undang kerajaan ada yang menarik masyarakat batak memiliki kalender harian untuk aktivitas mereka sehari hari ada hari dimana mereka dapat beraktivitas berladang,Bertani,Berdagang,membangun rumah termasuk mementukan hukuman bagi tawanan selama menunggu pelaksanaan hukuman sang terhukum akan dipasung dibawah rumah panggung kediaman raja Siallagan ruang dibawah panggung digunakan masyarakat Batak sebagai memelihara tempat ternak ini merupakan bentuk sindiran kepada terhukum atas tindakannya yang telah merugikan negara dan rakyat banyak.ditempatlebih tinggi terdapat komplek makam raja-raja marga siallagan yang pernah memerintah di kawasan ini di obyek wisata ini selain batu persidangan raja Siallagan dan batu pelaksanaan eksekusi yang melegenda pengunjung juga dapat mengagumi kekayaan artitekstur rumah lam Batak
Letak batu persidangan raja Siallagan agak jauh dari dermaga kapal sehingga pengunjung disarankan menggunakan ojek motors nsekitar Rp 25 Rb/jam
Banyak obyek wisata sejarah dan alam yang terdapat di Pulau Samosir dan Danau Toba yang belum sempat kami kunjungi seperti Tanjung Unta,Danau diatas danau yang terleatak di Pulau samosir ,air terjun dan

Tempat menginap
Terdapat banyak penginapan dari kelas gusethouse,Hotel melati hingga hotelbintang lima di parapat danau Toba yang kami rekomendasikan
1. Hotel Inna Parapat
2. Star Hotel mulai Ro 350 rb/malam
3. Guest House Dolly mulai Rp 250 rb/malam

Tempat makan
Terdapat banyak restoran maupun rumah makan maupun warung disini dan bagi yang beragama muslim tidak perlu khawatir karena banayka terdapat warung maupun rumah makan yang menyajikana makanan halal hanya untuk rekomendasi kuliner yang khas dari pengamatan kami belum ada

foto-foto mengenai pulau samosir dapat dilihat di jelajahbumipapua.com

Adira Jelajah Bumi Papua :: Komplek.Makam.Raja.Marga.Sidabutar http://t.co/DyTvfOyLnm

Adira Jelajah Bumi Papua :: Patung.Menteri-Menteri.Raja.Pulau.Samosir. http://t.co/q4XMDFxMW6

About these ads

3 thoughts on “Mengunjungi danau Toba dan sekitarnya

  1. Waw….terima kasih udah mengenalkan Kampung saya (Tomok) dan sejarah warisan dari Leluhur (Oppung) saya marga Sidabutar.
    CUma kasih saran aja, pengenalan tanda baca yg tidak ada sehingga agak bingung baca secara jelas, Thx

    • Terimakasih atas Masukannya rekan Tumbung
      marga sidabutar apakah rekan Tumbur juga keturunan raja-raja sidabutar yang memimpin di pulau samosir
      sayang kami hanya punya waktus edikit di pulau samosir banyak tempat yang belum kami kunjungi
      oh ya rekan Tumbur awal kunjungan kami melihat patung menteri raja-raja ukuran kecil diatas tanah posisinya melingkar ada makam raja juga didekatnya makam raja siapakah
      salam Indonesia

      Muchamad irfan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s